BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 27


__ADS_3

...بسم الله الرحمن الرحيم...


.......


.......


...Selmat membaca...



Aku menggulir layar dan menekan no. Hanna saat aku mendapat kabar dari bodigatnya jika dia berada dirumah sakit. Aku ingin memastikannya sendiri.


📲


Hanna : assalamu’alaikum Mr. Suami ‘ucapnya terdengar ceria, membuat kedua bibirku tertarik sedikit.


Aku : heum.. kamu dimana?”


Hanna : aku dirumah sakit ‘ dia menjawab jujur.


Aku : untuk apa kesana kau sakit?”


Hanna : tidak aku mengantar Aisyah, kakaknya melahirkan. ‘jawaban itu terdengar ragu, suaranya pelan, jika begitu aku tau dia sedang menyembunyikan sesuatu.


Aku : baiklah.


Aku mematikan ponsel lalu menelfon Lena bodigat yang aku tugaskan diam-diam menjaga Hanna.

__ADS_1


📲


Lena : yes sir


Aku : apakah Hanna pergi kesana bersama Aisyah dan kakaknya Aisyah?”


Lena : mereka hanya berdua tuan. ‘aku terkejut akan hal itu, ternyata dia berbohong.


Aku: ke poli mana dia pergi? Apakah rumah sakit milikku?”


Lena : rumah sakit milik anda RS. HM, mereka pergi kedokter obgyn.


Mataku membulat sempurna, aku mematikan telfon, dan mengajak paman Anthony pulang kerumah.


Masalah ini akan menjadi cukup serius sekarang. Tanpa aku dengarkan penjelasannyapun. Aku sudah mengerti induk permasalahan yang akan kuterima.


“assalamu’aalikum Mr. suami.. assalamu’alaikum juga paman.. kok tumben pulangnya cepet?” tanyanya heran namun senyum diwajahnya belum juga luntur. Tidak mungkin’ batinku berteriak menolak pemikiran yang sedang bersarang dihati menolak sebuah kemungkinan yang amat aku hindari.


“kok diem?” ucapnya heran


“gak papa.. kerjaannya selesai, jadi kami pulang lebih awal” jawab paman mewakiliku.


Ia mencium punggung tanganku lalu pergi menjauh dari sana. Hampa.. aku merasa tingkahnya tak benar, ada sesuatu yang dia paksakan akan tingkahnya. Namun aku menolak menebak karna aku takut.


Saat aku masuk kedalam kamar, aku tak menemukannya namun aku mendengar suara gemericik air dari kamar mandi. Aku memilih menunggu nya dengan duduk disofa. Namun sudah leih dari 25 menit dia belum keluar dari kamar mandi, aku mencoba membuka pintu kamar mandi dan aku bersyukur tak perlu mendobraknya karna tidak terkunci, saat aku melihat kedalam aku menemukan dia berdiri dibawah shower dengan baju dan kerudung yang masih melekat ditubuhnya. Dia bagai patung hanya berdiri diam tak bergerak. Aku membuka pintu kaca itu lalu ikut masuk kesana menyentak tangannya hingga ia berbalik manatapku. Matanya terbuka dan menatapku sendu.


“hai Mr. suami” sapanya dan terseyum getir.

__ADS_1


“kamu tau kenapa aku tidakpernah bisa marah dengan benar padamu.” ucapnya setengah meracau dan bibirnya bergetar memucat keunguan. Tentu saja aku mengumpat kasar saat air itu bukan air hangat melainkan air dingin.


“diamlah!” Pintaku tegas.


“tidak aku belum selesai, alasanku tak bisa marah dengan benar padamu adalah, karna aku mencintaimu. Ya aku wanita yang kau nikahi hanya karna tubuhnya, huem.. tidak aku tidak berani memintamu mencintaiku juga tidak. Dinikahimu saja itu sudah luar biasa bukan? apalagi dicintai olehmu yang sangat mustahil untuk kudapatkan.” Suaranya sengau dia tertunduk lemah, lalu kembali mendongak menatapku dengan mata berkaca-kaca. Dia menjatuhkan  kepalanya didadaku, aku sudah ikut basah seperti dirinya. Dan isakan itu mulai terdengar ditelingaku hatiku berdentum nyeri.


“aku serakah ya… maaf jika wanita tak tau diri ini menuntutmu dengan banyak permintaan. Maaf jika aku serakah.” Racaunya tak jelas. Aku memeluknya erat, ucapannya pengakuannya membuatku bahagia sekaligus terluka saat dia mulai tak percaya diri dengan dirinya sendiri.


“diamlah Hanna!” desisiku menahan rasa sakit menghujam tak kasat mata didadaku.


“oh.. maaf ya Mr. suami. pakailah kamar mandinya! Aku sudah selesai.” ujarnya seraya tersenyum manis lalu keluar dari sana meninggalkanku yang terpaku akan perubahan emosinya yang cepat. Aku ingin cepat menyelesaikan ini namun perutku tak bisa diajak kompromi.


...TBS...


...Alhamdulillah...


...Jazakallah khair...


.......


.......


...Jangan lupa dukungab kalian ya sobat....


...With love......


.......

__ADS_1


__ADS_2