BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 61


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


...  Harap bijak dalam membaca di part ini. Ada bagian yang tidak cocok dibaca dibawah umur 18 tahun....


...Selamat membaca...


...Chinggu chinggu...


.......


.......


.......


.......


...2 minggu ini aku sangat sibuk hingga aku merindukan Hannaku, aku bertekad akan pulang cepat hari ini dan besok mengambil cuti untuk menebus waktuku yang disita oleh mereka membuat waktuku kurang bersama Hanna. Jika saja aku tidak berjanji pada Daniel dan paman Anthony untuk tidak lagi menyuruh Hanna sering kesini, sudah kulakukan 2 minggu sebelumnya untuk melepaskan rasa rindku padanya....


“Monic tolong pesankan saya ceker ayam yang pedas beserta nasinya!” suruhku lewat telfon.


Dan Monica sisekertaris baru setelah Anggung resign dan kontraknya pula sudah habis aku juga tidak bisa memaksanya untuk tetap disini sedangkan suaminya melarang ia bekerja karna babynya butuh perhatian ibunya. Ribet bukan….

__ADS_1


Tak lama pesananku datang dan monica meletakkannya dimeja dia menatanya untukku, dan aku duduk disofa mengamatinya yang masih menata makanan dimeja. Seperti biasa Daniel dan paman Anthony datang membawa bekal makanan mereka. Biasanya aku juga bawa, tapi aku melarang Hanna masak bukannya bosan. Karna entah kenapa aku ingin makan aneh-aneh sekarang dan jika bawa bekal aku kawatir masakannya akan tidak aku makan.


“ oh baik sekali sekertaris lo sampai nyiapin segala.” ujarnya dengan menatap Monica sinis.



“hanya pekerjaan yang dilakukan seorang bawahan untuk bossnya.” Jawabku dan menyuruh monica pergi dari sana.


Daniel diam begitupun paman Anthony mereka aneh, dan banyak diam akhir-akhir ini, tapi aku tak peduli aku sangat ingin makan ceker pedas yang sangat gurih begitu aku makan. Tak perduli dengan tatapan aneh mereka. Karna aku tidak terlalu suka dengan makanan seperti ini tapi sekarang aku lahap memakannya.


...++++++...


... Aku memasuki rumah dimana bau masakan tercium, aku tersenyum istriku sedang masak, aku mengucap salam dan dia menyambutku dengan ceria seperti biasanya,  saat aku hendak memeluknya dia menghindar dan bilang mandi dulu, aku merasa aneh juga sih biasanya dia tidak keberatan, tapi aku lebih memilih menurutinya. Namun aku kembali memundurkan langkahku dan mengamati istriku. Dia terlihat berbeda, lebih berisi dan lebih mempesona, dia terlihat begitu cantik dengan aura yang berbeda. Dan aku menyukainya....


“kerjaannya sudah selesai?” tanyanya dengan mulut yang masih asik mengunyah.



"Ia.. makanya aku pulang cepet hari ini.. besok aku ngambil cuti buat Quetime kita, jadi besok kamu harus ijin loh ya” suruhku tegas dia mengangguk semangat.


Sepertinya bukan hanya aku yang rindu tapi dirinya juga. Dan benar dia begitu cantik wajahnya berseri dan pipinya juga semakin cubby menggemaskan. Saat aku keluar dari kamar mandi, aku mendesah kecewa saat istriku sudah tidur, dia sepertinya kelelahan makanya dia tertidur begitu pulas, baiklah hari ini aku akan tidur juga, lagian aku juga lelah. Aku bebaring dan mendekapanya dari belakang, aku mengusap perutnya dan aku merasa aneh namun tak ku hiraukan dan lebih memilih memejamkan mata saat rasa kantuk itu menyerang.

__ADS_1


Aku terbangun tepat pukul 3 pagi, istriku masih pulas tertidur disampingku dengan posisi setengah terlentang dan setengah miring kekiri. Mencium kening dan pipinya yang empuk lalu pergi kekamar mandi. Tapi aku keluar lagi karna lupa membawa baju dan bedrobe baru, sepertinya Hanna lupa meletakkannya dikamar mandi. Hingga langkahku terhenti menatap Hanna yang tidur pulas dengan piyama terusannya yang tersingkap keatas dan bagian bawahnya untung saja tertutup selimut. Aku terkekeh melihatnya yang begitu pulas tidak sadar dengan keadaannya. Kuletakkan barang-barangku di meja lalu berjalan mendekatinya. Aku tersenyum lalu tanganku ter ulur untuk menarik turun piayamnya. Hingga pergerakanku berhenti saat aku merasakan sesuatu yang aneh, aku menatap lama perut putih itu yang kini terlihat mengencang, aku mengusapnya dengan jari telunjukku, jantungku berdegup kencang hingga aku merasakan keanehan itu nyata, perut istriku menonjol dan itu cukup besar dan sekarang aku mulai mengerti dari dia yang menghindari keintiman kami, saat aku hendak memeluknya dia mencoba mencari alasan padahal dia tidak pernah melakukan itu sebelumnya, dia telah tumbuh dan sudah sebesar ini tanpa aku sadari.


Aku marah, lalu menatapnya yang tertidur dengan polosnya. Dan dia menyembunyikan ini dariku sampai sebesar ini. Aku mencium bibirnya kasar hingga ia terbangun dan mengerjapkan mata, aku menjauh kan wajahku darinya untuk ia mengambil nafas, lalu aku kembali meraup kasar bibirnya tanpa ampun saat dia hendak protes. Lalu mulai melakuka hal lainnya dan tak membiarkan dia protes sedikitpun karna aku tak membirakan dia protes akan apa yang aku lakukan.


Dia menangis namun aku tak peduli, dia kesakitan aku juga tak peduli amarah memenuhi pikiranku.


“sudah kak.. cukup.. ini sakit…” pintanya lirih. Aku berhenti setelah mencapai itu, dia terdiam dan menatapku dengan mata yang terluka, lalu memejamkan mata saat tanganku menekan sedikit kuat perutnya dia menahan nafas aku tau.


“dia sudah tumbuh bukan.. makanya kamu menghindariku agar aku tidak sadar dan dia tidak ketahuan olehku.” desisku.


“aku bisa jelasin.” ucapnya dan masih memejamkan mata, aku turun dari atasnya dan pergi kekamar mandi tanpa memperdulikannya lagi.



Setelah aku berpakain lengkap dia juda sudah berpakaian lengkap aku pergi dari hadapannya aku tidak ingin hilang kendali dan beralih menyakitinya. Meninggalkannya sendiri dirumahku namun aku meminta Lena datang untuk menjaganya didalam, walau diluar rumah penjagaan tetap ketat dilakukan. Aku pergi tak tentu arah dan menghentikan dimobil entah dimana yang penting bisa meluapkan rasa sesak didada,   berteriak frutasi dengan meninju setirku kuat.


TBS


...  Tetap jadikan Al-qur'an bacaan utama ya sobat....


...Jangan lupa dukuangan kalian...

__ADS_1


...Jazakumullah khair....


__ADS_2