
بسم الله الرحمن الرحيم
.......
.......
.......
.......
...Selamat membaca...
.......
.......
Aku duduk disofa dan mulai mengamati kitab yang terbuka ini didepannya, ia berkilau dimatanya. Karna biasan sinar bulan yang masuk melalui celah jendela. Alardo memegangnya dengan hati-hati seakan takut kitab itu akan rusak. Ia mengamati bentuk tulisan arab dan latinnya. Lalu mulai membaca terjemah yang ada disana.
*QS AL-ANAM : 163-75*
‘*tidak ada sekutu baginya: dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang pertama berserah diri (muslim*)’
‘*Katakanlah (Muhammad), “apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah, padahal dialah tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang, diirnya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan*’
__ADS_1
‘*dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak(benar), ketika dia berkata “ jadilah!” maka jadilah sesuatu itu. Firman-nya adalah benar dan miliknyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah yang maha bijaksana, maha mengetahui.’ \> ayat 73*.
Hatiku terguncang hebat, namun tidak menyakiti hanya berdebar entah apa, tidak bisa aku jelaskan. Aku membuka halaman paling depan disana surahnya sedikit namun aku tertarik. Dengan sedikit terbata aku mengikuti murrotal yang aku cari di youtube dengan mengetikkan nama surah ini
... ...
QS ALFATIHAH
‘ Dengan menyebut nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang’
Segala puji bagi allah, tuhan seluruh alam
Pemilik hari pembalasan.
Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami memohon pertolongan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus.
(yaitu) jalan orag-orang yang telag engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Entah sejak kapan ada yang basah di pipiku, entah sejak kapan pula air mata ini mengeluarkan airnya. Hatiku gelisah namun tenang, kawatir namun tidak cemas. Berdebar tapi tidak sakit, ini idak menyakitkan tapi ada perasaan bergejolak rasa bahagia yang besar. Lantas aku berdiri keluar dari sini, mencari apakah abi sudah bangun atau tidak, dan benar saat aku melintasi dapur, aku melihat abi yang sedang membuat teh, sepertinya ia akan ibadah shalat malam seperti yang Hanna lakukan. Aku ingin kegelisahanku terjawab, Abi terkejut melihatku yang terlihat panik mungkin tapi aku butuh nasehatnya, aku butuh kepastian akan hal ini. Aku butuh pendapatnya. Dan sepertinya ia mengerti tanpa aku jelaskan. Dia menarik kursi dan mengajakku duduk.
“mau teh juga? Tanyanya, aku menggeleng gusar.
__ADS_1
“tarik nafas lalu keluarkan perlahan” arahnya dan aku melakukan perintahnya.
“ceritakanlah nak” ucap abi. Dan aku menceritakan semuanya begitupun tentang kegajalan yang aku rasakan. Ternyata abi menangis ya air matanya keluar namun senyum haru menghiasi wajahnya, ia menangis bukan karna sedih, tapi bahagia.
“yarab.. terimakasih sudah mau mengetuk hatinya yang keras ini” ucapnya terdengar peuh syukur. Ia menakup pipiku lalu mengunci tatapanku dengan tatapanya.
“allah ingin anak abi ini kembali padanya, dia mengetuk hatimu dan sedikit melembutkannya. Abi senang sangat senang.”
“apa yang harus aku lakukan bi?” tanyaku dengan nada bergetar, aku juga senang tapi sedikit takut, aku takut mengecewakan.
“abi akan memberikan alamat tempat dulu abi menimba ilmu islam, dan bersyahadat disana, tapi tempatnya jauh dan aku rasa membutuhkan waktu yang lama, apakah kamu mau?” tanyanya, aku sedikit ragu, karna aku punya istri disini siapa yang akan menjaganya jika aku pergi.
“ abi tau kamu mengkawatirkan Hanna, ada abi, ummi, dan Alina disini. Kamu pergilah bersama Daniel dan Anthony. Abi akan menggantikanmu menjaga Hanna hingga kamu kembali dengan Alardonya abi seperti 15 tahun yang lalu.”
“baik abi.. aku akan pergi setelah istriku selesai sidang akhir, aku sudah yakin akan hal ini” jawabku tegas, aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang.. allah beri. Aku terharu merasa meletup letup jantungku saat aku mengucap nama agung itu. Yang selama 17 tahun aku tak pernah lagi megucapkan nama itu.
.......
.... ...
...Jazakumullah khair...
...Tetap jadikan Al qur'an sebagai bacaan utama ya sobat...
jangan lupakan dukungan kalian ya sobat...
__ADS_1