BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 5


__ADS_3

...بسم الله الرحمن الرحيم...


...Selamat membaca...


“kau itu bodoh, \*\*\*\*\* atau tak punya otak?” tanyanya tajam ‘sepertinya perdebatan ini tidak akan berakhir.



“menurut tuan aku ini termasuk yang mana?” tanyaku balik dan terkesan santai.



“bodoh.. karna jika kau berfikir aku yang menculikmu hari ini kau tidak akan berdiri disini dengan argument bodohmu itu” ujarnya congkak, aku memikirkan perkataannya yang memang benar juga sih..jika dia sipenculik pasti aku sudah lenyap hanya tinggal nama. Tapi..



“bagaimana otakmu mulai berfungsi” aku mengangguk, menunduk malu.


“lalu kau masih punya muka untuk duduk didepanku apalagi tanpa seizinku” sombong sekali sih. Ck..ck..


“begini tuan jika saya tak memiliki muka, jelas saya mati dan jika mati tak mungkin dong duduk disini kecuali tuan berfikir saya hantu yang sedang bergentayangan meneror anda” ledekku, paman Anthony tergelak namun segara ia bungkam membuat si pemuda didepannku ini meliriknya tajam.



“lalu siapa yang menyuruhmu duduk”



“gak ada atas inisiatif sendiri. Sekarang Hanna nanyak deh tuan… fungsinya kursi buat apa?” tanyaku



“buat kita duduki.” jawabnya

__ADS_1



“nah itu tuan tau.. sekarang kenapa tuan duduk dikursi”



“karna memang ingin.. apalagi kursi memang untuk diduduki”


“nah itu jawabannya, gak mungkin dong kursi kecil begini dibuat untuk tidur” jawabku aku tertawa dia terjebak. Saat ia hendak mengucapkan kata lagi aku memotongnya.


“sudah deh tuan.. makan saja.. pasti tuan lelah seharian berkerja, makan dulu isi tenaga dulu setelah itu baru deh debat lagi sama Hanna gimana?” tawarku, jelas sajawajah kuyu dan lelah membuatku kawatir.


“kamu bilang makananya beracun”


“ia beracun apalagi jika tidak dimakan maka akan jadi racun buat tuan sendiri karna sudah dengan teganya menelantarkan para cacing diperut” candaku dia berdeham keras lalu memalingkan wajah menatap Anthony yang mengernyitkan mata padanya membuat si lelaki datar ekpresi ini memelototinya tajam.


“oh ya tuan.. bagaimana bisa tuan menemukan saya.. dan eum terimakasih telah membawa saya kemari, merawat saya yang tidak sadarkan diri selama tiga hari. Dan nama tuan siapa?” tanyaku




“gak juga sih.. lagian tuan juga bukan babang Lee Min ho yang wajib saya kepoin.. gak penting juga kan”balasku. Cih memang dasar nih orang’ batinku



“eh paman kenapa tidak duduk, kemari.. masakannya banyak pasti paman juga lapar” ajakku, dan si lelaki yang tenga mengunyah didepanku ini menatapku tajam.



“eh tidak nona, saya per..”


__ADS_1


“ih paman tidak baik menolak tawaran orang.” cegatku.



“dia tidak akan duduk disini apalagi disampingku..”



“loh kenapa? Tanyaku penasaran


“karna aku dan dia berbeda!”


“apa bedanya sih.. paman manusia.. anda juga manusia.. eh.. jagan-jangan.. kamu.. vampir lagi” tebakku membuat dia menatapku jengah


“eh tapi tidak ada bekas gigitan dileherku karna hisap darah.. atau jangan-jangan vampir jaman 2020 ini menghisapnya melalui mata ya.. makanya tuan selalu menatap tajam”


“sepertinya kau suka sekali berfantasi. Dan hilangkanlah kebiasaan menonton filmmu agar kau tidak mengambang didunia khayalan itu”


“enggak kok.. saya tidak pernah menonton film.. udah deh.. tuan. Kita itu harus berbagi.. ayo paman.. duduk akan Hanna siapkan untuk paman” saatlelaki itu akan protes aku memelototinya membuat dia urung menjawab dan kembali makan.


“selesai makan dan aku membersihkan diri, temui aku diruang tengah, ceritakan apa yang terjadi padaku hingga berakhir dirumahku.”


“memangnya tuan pikir saya akan menjawabnya begitu” balikku telak meniru ucapanya.


“terserah.. jika kau tidak ingin menemui kakekmu, maka selamanya kau akan terpenjara disini” ancamnya. Sontak mataku membulat terkejut aku merindukan kakeku, mengkawatirkannya.



“oke..oke.. baiklah” jawabku setuju. Dan dia menyeringai sebelum pergi meninggalkan dapur.


...


__ADS_1


...


__ADS_2