BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 68


__ADS_3

بسم االله الرحمن الوحيم


...Selamat menikmati sobat...


...Sedia cemilan buat temen baca he..he....


...........


...Sejak Hanna belum ketemu, aku bagai mayat hidup yang hanya bernafas namun tak ada semangat untuk terus berjalan. Ini seperti apa pernah terjadi adaku saat keduaorang tuaku pergi dan dibunuh oleh si tua Bangka itu. Namun aku tidak boleh hanya seperti ini tersu, aku harus berusaha menemukan istriku yang sedang mengandung buah cinta kami. Hampir setengah bulan namun sama sekali tidak kutemukan jejak Hanna, orang itu begitu pintar menyembunyikan istriku. ...


Saat aku sedang duduk termenung di ruang kerjaku dikantor, seserang membuka pintu dan datang mendekat, dia kakaku Alan, kami aku dan Hanna sudah memaafkannya tepat saat kita berhaji dulu, kita bertemu disana, dia menangis dan hampir bersujud dikaki kami jika Hanna tidak mencegahnya.


“assalamu’alaikum Al” sapanya ceria.


Cerita sedikit tentang dia yang pernah depresi karna rasa bersalahnya yang terobsesi pada Hanna dan hampir melecehkannya. Dia sampai hampir overdosis obat penenang dosis tinggi, hingga akhirnya dia ditangani oleh psikiater yang pernah menyembuhkanku saat depresi dulu. 1 bulan dia mulai sembuh hingga akhirnya abi memutuskan dia menjadi relawan kemanusiaan dan dikirm ke palestina, dan sejak saat itu dia mulai berubah sedikit-demi sedikit rasa bencinya padaku menghilang dan berubah menjadi seorang yang baru. Orang yang ramah dan humble.


... “waalaikumsalam warahmah… duduk Lan” ucapku mempersilahkan dia duduk disofa dan akupun turut duduk disana setelah berpelukan melepas rindu....


“ada apa tiba-tiba datang kemari, biasanya ngabarin dulu?” tanyaku.



“Hanna.. dimana?” tanyanya, membuat tubuhku menegang. “ dia hilangkan.. kenapa kamu gak bilang.. aku bisa bantu cari Al.. dia juga adik aku.. bagian dari keluarga besar kita.. kenapakamu sembunyikan ini sendiri.. lihat tubuh kamu Al… gak terurus, lihattuh jambang..” ucapnya prihatin dan aku tersenyum getir, air mata menyeruak keluar segera aku seka, ya semenjak Hannaku pergi air mata ini selalu lanang keluar gitu saja.



“aku.. tidak ingin membuat abi dan ummi kawatir Lan… Alana juga dia sedang berjuang untuk masuk universitas sekarang aku tidak ingin menggangu.”



“tapi kamu bisa kasih tau aku…”


“aku tau kamu sibuk buat proyek dan itu penting buat kamu aku  gak ingin nambah beb…



“kalo gak bilang aku yang merasa gak berguna jadi keluarga kamu..! Dan aku ingin member tahu kamusatu hal.. ini penting sebelumkita terlambat.” ujarnya mebuatku yang tertunduk menatap ubin kini menatapnya.



“apa?” tanyaku..


__ADS_1


“aku sudah menemukan Hanna, kamu tau Dimaskan . teman Hanna?” tanyanya mataku membulat lantas aku mengangguk jantungku berdebar menunggu kelanjutan perkataannya.



“dia ada dirumah Hanna sedang disekap. Kami tau sejak awal, karna saat Hanna diculik tidak sengaja kami melihat dan mengikuti mobil mereka diam-diam, hari pertama semuanya diajaga begitu ketat hingga Dimas berhasil masuk setelah Hanna disekap 1 minggu setelahnya.” Ceritanya.



“jadi sekarang ayo kita ketempat itu, karna lokasinya sangat jauh dan terpencil dari kota” ajaknya. Aku mengangguk namun aku menghentikan langkah saat melihat Anthony dan Lena menunggu kami di beastmen mobil.



“kalian tau?” tanyaku keduanya mengangguk “ untuk Daniel jangan dibertahu.. aisyah sedang hamil.. aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan dia dan bayinya.. apalagi sampai Daniel meinggalkan istrinya” ujar Alardo yang diangguki Lena, Lena bahkankagum dengan insting suami Hanna ini bisa tau jika dia maumenelfon Daniel.


...++++++...


Beberapa jam dalam perjalanan akhirnya mereka sampai diruamh tengah hutan tak ada rumah lagi dihutan itu hanya ada rumah yang mereka tuju, terlihat rumah lama namun sepertinya besar dan megah.


... “Dimas sudah memberi kabar?”tanyaku pada Alan....


“tidak kita hilang komunikasi sudah 15 menit yang lalu saat dalam perjalanan tadi.”



...Aaaaak….....


Jantungku seakan jatuh kelambung melihat hal yang sama sekali tidak ingin aku lihat lagi, dan dilakukan oleh laki-laki yang sama sipenghacur kehidupanku. Aku berlari menerjang lelaki iblis itu sekuat tenaga hingga kepalanya terkena papan ranjang lantas aku merengkuh Hannaku yang memeluk perutnya kesakitan wajahnya pucat pasi dengan mata mengernyit dan tangannya berlumur darah begitupun dibagian bawahnya.


“oh tidak bertahan sayang.. bertahan aku mohon… baby’s Chio.. maafin ayah telat datang.. nak bertahan ya diperut bunda…. Aku mohon yaallah kali ini aja… jangan buat hamba rapuh…” pintaku dalam doa yangaku panjatkan dalam hatiku.


...++++++...


Aku menunggu didepan ruang operasi yang berlangsung sangat lama, suster keluar masuk membawa beberapa kantung darah. Aku menunggu dengan ketidak pastian , namun hatiku ku sibukkan dengan melambungkan do’a dan berdizikir pada sang pemilik kehidupan. Adzan subuh berkumandang bisa ditebak berapa lama operasi yang terjadi 5 jam aku beranjak dari dudukku, menitipkan Hannak pada Lena yang sedang cuti shalat, sedangkan aku dan Alan pergi kemushalla untuk membersihkan diri dan mengerjakan kewajiban kami. Dalam sujud panjangku kupinta apa yang aku harapkan pada sang pencipta harap memberikan aku kesemapatan lagi untuk membangun keluargaku diatas agamanya. Selesai berdoa, aku mendapat telfon dari Lena.


📲


Alardo : ya len?”


Lena : tuan.. ce…ce..pat.. kembali hik..hiks..” ponsel mati, aku lansung berlari keluar mushalla bersama Alan.


Aku menatap Lena panic yang kini tengah menangis didepan pintu kamar, yang entah kamar apa. Kami mendekatdan saat dia sadar dia berdiri didekatku menhaan sesenggukan agar tidak tersendat saat bicara.


__ADS_1


“tu.tuan..” tetap saja nadanya bergetar.



“apa ada apa Len jangan buat kami kawatir” ujarAlan.



“anda.. masuklah.. bayi-bayi anda sudah lahir.. tepat adzan subuh tadi.. hanya saja.. hiks.. masuklah…” mangkelnya dia sepertinya susah untuk menjelaskan ini membuatku kawatir.


... Aku membuka pintu dan mendapati 4 suster dan satu dokter tengah sibuk dengan bayi-bayi, hingga kehadiranku disadari dan mereka tersenyum penuh arti padaku. ...


“ekhem.. selamat tuan.. Zach.. bayi –bayi anda telah lahir dengan selamat… sehat dan lengkap… ketiganya laki-laki” beritahu seorang dokter sepertinya rekan dokter Tari. Mataku berkaca-kaca saat aku diajak melihat bayiku yang tengah tidur di box bayi, masyallah mereka begitu kecil, rapuh, lembut dan kulitnya berwarna merah. Rambutnya berwarna coklat persis sang bunda.. karna rambutku berwarna hitam pekat. Pipi mereka cubby bahkan aku ingin sekali mencubitnya namun aku tak berani aku takut tanganku kasar dan melukainya.



“Mrs. Hanna hamil kembar identik dan ini special atau bisa disebut dengan kembar monozigotik, yang berasal dari satu sel telur yang dibuahi oleh satu \*\*\*\*\*\*. Pembuahan ini membentuk zigot yang kemudian membelah menjadi embrio yang berbeda. Golongan darah mereka sama, rupa mereka sama dan tentu jenis kelamin semuanya laki-laki pak.”



“silahkan anda adzanai mereka dulu pak” ucap dokter itu dan Alardo mengangguk, ia mendekati box kaca bayi itu.



“mau digendong pak?” Tanya sang dokter dan aku mengangguk, suster memberikan bayi yang katanya  lagir pertama kali dan aku membawanya dalam gendongan mendekatkan bibirku ada telinga, meng iqomah ditelinga kiri lalu adzan ditelingan kanan. Selesai dengan bayi Chio pertamaku berpindah pada bayi Chio keduaku aku lakukan hal yang sama. Hingga aku merasakan kejanggalan disini. Kemana baby Chioku yang ketiga, saat aku diam dan meletkkan Chio dua di boxnya aku menatap semua orang yang tengah menunduk. Aku menatap dokter yang menatapku tak seria tadi matanya sayu.



“Chio tigaku mana?” tanyaku.. dokter itu menyingkir kesamping dan dapat kuliat bayi ketiga, aku mendekat dengan senyum merekah, namun senyumku meredup saat aku meraba pipinya yang amat dingin wajahnya begitu pucat, tak aku rasakan denyut jantung atau pergantian oksigen dan karbon dioksida dari hidungnya. Aku menatap dokter bahwa aku salah mendioagnosa, dia juga tidak menggeliat seperti bayi-bayiku yang lain.



“Mr. Zach.. kami sudah berusaha untuk mempertahankan bayi ketiga anda, Mrs. Zach sepertinya terbentur keras dan itu mengenai pada bayi anda yang ketiga, dia sudah meninggal sejak dilahirkan, denyut jantungnya juga sudah tidak ada maafkan kami pak” entah sejak kapan air mataku mengenang dipelupuk mata dan jatuh perlahan memabasahi pipi menatap putra kecilku yang malang, karna kelalain ayahnya. Aku membawanya dalam pelukan, terduduk dilantai dan memeluknya erat menggumamkan kata maaf padanya karna tidak bisa mengajaknya bermain bersama kedua abang dan kakaknya. Aku pernah membaca disebuah hadist dimana tentang bayi yang dilahirkan meninggal.


.... “Sungguh anak keturunan dari kaum Muslimin masuk surga, Ibrahim Alaihissallam akan mengasuh mereka.” (HR. Ahmad : 8324)....


“ayah sayang kamu nak.. maafin ayah” bisikku ditelinganya setelah mengadzani putra kecilku yang terseyum dalam damai.


TBS


...Jangan lupa vote dan komennya ya sobat...


...Jazakillah khair...

__ADS_1


...Tetap jadikan Al-qur'an bacaan utama ya......


__ADS_2