BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 55


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


...Tetap jadikan Al-qur'an bacaan utana kalian ya sobat...


.......


.......


...Part ini masih alur mundur...


.......


.......


.......


...Selamat membaca...


...Enjoy you'r time...


.......


.......


.......


.........


“maafin baba yang egois ya sayang… pasti putri cantik baba ini merindukan baba yakan… baba sayang kamu.. sangat menyayangi kamu.. baba janji tidak akan mengabaikan Hanna lagi… putri cantik baba” ujarnya penuh sayang lalu mencium penuh cinta putrinya yang berbadan kecil itu.


     5 bulan kemudian Hanna yang sudah pandai  tengkurap dan berekspresi itu selalu membuat sang ayah yang kelelahan dalam pekerjaannya selalu merasa takjub dan kepenatannya itu menghilang saat melihat tingkah ajaib putrinya yang bertubuh montok dengan pipi cubby yang menggemaskan, luar bias.



“putri baba semakin imut menggoda.” candanya, sang kakek datang keruangan putranya dimana Hanna selalu dia bawa ia tidak tega meningalkan putrinya dirumah dengan pengasuh dan beberapa pelayan.



“cucu kakek.. sini sini main sama kakek juga.” ujarnya lalu bergabung dengan sang anak menggoda bayi lugu itu yang terlihat pasrah dijadikan mainan dua lelaki beda usia itu.



Baby Hanna sedang tertidur pulas, ayahnya ada meeting sebentar sedangkan sang kakek kembali keruangannya karna ada tamu. Jadi Raveendra terpaksa meninggalkan putrinya bersama sang sekertaris. Hingga ia berteriak saat putrinya tak ada disana begitupun sekertarisnya hanya ada sebuah kertas yang berada di box bayi putrinya.


__ADS_1


Aku mengambil cucuku, seperti kau mengambil putriku dariku.. jadi bagaiman arasanya jika putrimu aku ambil. Begitu pula perasaan seorang ayah yang putrinya kamu ambil.~~~~DARI MERTUAMU TERSAYANG ALEXANDER .



Raveendra berteriak frustasi, karna sejatinya ayah Hannalah yang membuang Hanna hingga diapun menikahi Hanna. Walau mereka sempat meminta restu, Hanna malah disiksa oleh ayahnya sendiri membuat dia geram dan membawa Hanna jauh dari asal negaranya yaitu Amerika. Setelah mereka menikah dan tinggal diQatar di kota Doha Hanna merubah penampilannya dengan pakaian tertutup hanya terlihat kedua bola matanya.


1 minggu melakukan pencarian dan akhirnya ia menemukan titik temu dimana lelaki tua itu menyembunyikan putrinya. Mereka melakukan pengintaian dirumah mewah namun cukup tua disebuah desa terpencil di Negara Qatar dan cukup masuk kehutan-hutan. Hingga Raveendra menemukan sebuah ruangan dan membuka pintunya, begitu mudah dan yang membuatnya terkejut adalah lelaki itu mertuanya yang tidak berperasaan malah terikat dikursi dan putriya sedang tertidur pulas di kasur besar, ia berlari dan memeluk putrinya membawanya dalam pelukan hangat dan ia mencelos saat bayi yang coba ia sehatkan dan bertubuh montok itu kini sedikit mengecil dan kurusan.


“ouh anak baba yang cantik.. maafin baba nak.” bisikku, lalu mengamati wajah putrinya yang begitu pucat, saat ia mengusap punggung putrinya lenguhan rasa sakit keluar dari bibir putrinya membuat dia penasaran dan membuka baju putrinya.


Matanya memerah marah hatinya terbakar saat melihat putri yang ia jaga yang ia rawat dilukai seperti itu, garis lebam disepanjang punggung putrinya. Hingga sebuah suara mengintrupsi aktivitasnya.


“ouh adikku tersayang kau datang juga ternyata, huh aku sangat lama menunggumu.” ucapnya membuat Raveendra menatap pemuda yang lebuh tua darinya. Kakak angkatnya bernama Benni.



“Ben… kamu mau membantuku?” tanyanya merasa lega namun setelah dia merasa amat sangat marah saat ucapan tanpa beban itu keluar dari bibir Benni



“tidak.. akulah yang menculik putrimu mengatas namakan si tua Bangka yang tidak bisa aku ajak kompromi. Mengkambing hitamkan dia bahkan saat aku menyiksa Hanna yang menolak cintaku saat itu, aku mengancam Alexander agar menikahkan putrinya denganku namun dia tidak mau karna dia lebih merestuimu menikah dengan putrinya dari pada aku.


Aku marah, dan mengancam akan menganggu Hanna. Dan dia meminta sebuah kompromi denganku untuk membenci putri kandungnya sendiri jika putrinya ingin selamat. Bahkan saat kamu menuduhnya menggugurkan cucu pertamanya itu dengan tega, akulah yang melakukannya. Karna yang boleh dia lahirkan hanya putra dariku. Dan sialnya aku gagal membunuh bocah kecil itu malah dia membunuh Hannaku. Jadi tidak masalah memberinya pelajaran dengan melukai punggungnya lagi pula itu tidak sakit kok. Dia juga sangat nakal dan bandel tak berhenti menangis, saat aku mencambuknya dengan tali juga dia terus menangis hingga akhirnya aku bius dengan obat tidur dan berhasil aku lega saat dia tidak bangun hingga sekarang. Dan kamu harus berteri makasih padaku saat aku masih membuatnya hidup.” ucapnya tanpa beban, membuat Raveendra berang, selama ini ia telah salah sangka pada mertuanya.


“aku titipkan putriku padamu, larilah dari sini bersama para pengawal yang aku bawa.. titip Hannaku, putri kecilku cucumu.” pesannya air matanya menyeruak dan mengusapnya kasar. Menatap lama putrinya lalu mencium seluruh wajah putrinya lama.



“I love you baby girl, pergilah bawa putriku ketempat yang aman!”



“tapi nak..”



“aku mohon ayah.. demi putrimu” ucap Raveen, Alex pergi dari sana diikuti dua pengawal Raveen, tinggalah mereka berdua dikamar itu bertatapan saling membenci. Raveen pikir kakak angkatnya adalah rang baik ternayata dia tak lebih dari seekor ular yang memburu tuannya.



“kamu dedam padakukan ayo bertarung dengan benar."



Pertarungan terjadi hingga Raveen menang dan Benni tumbang, Benni begitu membenci Raveendra yang memiliki usaha yang sukses meneruskan bisnis ayah angkat yaitu Fatah.

__ADS_1


Dani malah suka foya-foya dan pergi kenega Indonesia menikmati bisnisnya juga disana.  Ia juga mendapatkan warisan malah yang dia paling besar karna dia anak tertua namun ia gagal dalam hal itu dan malah merasa iri pada Raveen, dan rasa dengki  itu semakin menjadi saat wanita pujaannya lebih memilih adiknya dari pada dirinya.


“bertaubatlah kak.. dan pulang pada ayah dia merindukanmu.” ucap Raven lalu berajak pergi dari sana, ia tidak tau jika beni yang licik memiliki senjata api dan tanpa diduga Benni memanggil Raven membuat Raveen menoleh dan



Do.. dor…


Tak  cukup dua kali Benni menembaknya membabi buta hingga amuisi pistol habis tepat mengenai jantung dijantung Raveen. Benni memilih kabur dari sana saat anak buahnyapun sudah kalah. Hingga sampai sekarang tidak ada yang tau dimana Benni, sedangkan Alexander tertabrak mobil saat mencoba merebut cucunya yang diambil paksa anak buah Benni ditengah kesadarannya dia menatap cucunya yang dibawa pergi, namun senyum tersungging saat ia melihat Fatah bersama polisi dan meringkus anak buah Benni yang masih tersisa dan kegelapan mulai menguasainya dan diapun terbaring tak berdaya di atas aspal yang dingin dan kasar.


+++++


Maka dari itu tuan Fatah bersembunyi di sini, mengikuti Danni yang ternyata sama jahatnya dengan Benni. Menyuruh cucunya mengenakan cadarnya takut Benni ataupun ayah dari ibu nona Hanna menemukan dirinya. Memilih tinggal diperkampungan dari pada dikota, ia tidak ingin cucunya terseret lagi dari ambisi seorang manusia yang berhati kotor.” jelas Aditya. Daniel dan paman Anthony menangis, sedangkan Alardo matanya memerah akibat tangannya yang mengusap air mata agar tidak menjatuhi pipinya.



“tapi bagaiman bisa kakek mengenalku, itu yang kakek katakan padaku, saat ia memintaku menikah dengan Hanna.” Tanya Alardo merasa bingung.



“tentu saja, karna kakekmu berteman dengan tuan Fatah. Ayahmu, paman dan ayah Hanna sahabat baik, mereka seperti saudara lelaki mereka begitu dekat. Tak ada perjanjian atau perjodohan tentang pernikahan kalian itu murni keadaan yang mendesak terlebih tuan Fatah mengenal keluargamu. Jadi saya datang kesini untuk memberikan surat warisan pada nona Hanna seperti wasiatnya akan diberikan pada nona Hanna setelah nona Hanna menikah.” ucapnya lalu ,menyerahkan berkas bermap itu pada Alardo.



“saya harap anda menjaga nona dengan baik, karna saya harus kembali untuk mengurus perusahaan. Karna saya yakin anda masih memikirkannya. Saya permisi.. assalamu’alaikum.”



“waalaikumsalam”


Ketiga lelaki itu terdiam, hinnga pengacara itu kembali memberikan sebuh kucin kecil yang berwarna putih.


“jika anda masih belum yakin, buka kotak milik tuan Fatah yang disimpan nona Hanna entah dimana namun aku rasa anda tau, didalam kotak itu akan memperjelan semuanya, hal yang tuan Fatah sembunyikan dari cucunya.”


Cerita dan ucapan Aditya terus terngiang dikepala Alardo membuat dia terus kepikiran hingga melupakan makan siang, begitu pula Daniel dan paman Anthony.


...TBS...


.......


.......


.......


...Jazakumullah Khair...

__ADS_1


__ADS_2