
بسم الله الرحمن الرحيم
...Selamat membaca...
.......
.......
.......
.......
Hari ini adalah hari dimana paling mendebarkan sedunia, sebenarnya jika seorang perempuan hari menderbakan adalah hari akad nikahnya. Tapi tau sendirilah ya aku menikah diposisi dimana tidak dibilang baik-baik saja, dibilang terpaksa juga tidak karna menikah adalah ibadah jadi gak kepasa sih. Jadi hari ini adalah hari aku akan siding akhir.
Setelah perjuangan menyelesaikan revisi skripsi akhirnya saat ini tiba. Aku sudah siap dengan abaya berwarna hitam dengan bentuk lengan yang mengembang dengan bordiran cantik berwarna abu-abu di bagian balonnya. Menggunakan hijab berbahan jersey tanpa pet dan diluarnya ditutup cadar yaman dua layer favoritku, tentu saja Mr. suami yang belikan he..he..
__ADS_1
“selamat pagi semuanya sapaku ceria!" yap pagi yang cerah harus diawali dengan senyum ceria setelah basmalah tentunya. Aku menarik kursi disamping suamiku yang asik dengan poselnya mengabaikan sapaanku membuatku medengsu sebal, kudekatkan wajahku di telinganya dan berbisik.
"Selamat pagi Mr. husband” sapaku, dan benar dia sedikit terkejut akan ulahku, membuatku terkekeh puas, tangannya terulur didepan wajah dan memincuk hidungkan yang memang pemalu dibalik cadar ini.
“iseng.” ujarnya lalu kembali duduk tenang, sedangkan aku masih menggosok hidungku yang sakit karna ulahnya.
“sakit tau” rengekku pelan dan dia menggantikanku yang sedang mengusap hidungku membuatku tersenyum senang.
---------------------
Aku sedang menunggu antrian diluar ruangan, menunggu giliran dimana dipanggil sesuai absen dengan seluruh siswa di fakultasku yaitu managamen bisnis dibagi dua dan menggunakan dua ruangan untuk sidang akhir ini bagi yang lulus tahap awal yaitu skripsi. Aisyah berada diruang sebelah masih dintrogasi didalam sedangkan aku masih berada dino.urut 23. Saat ini no. 22 sudah berada disana selama 15 menit sedangkan aku disini tengah gugup setengah mati. Hingga aku merasakan ponselku bergetar. Saat aku cek ternyata….
Mr. Husband : maaf aku tidak bisa datang
Mr. Husband : tarik nafas perlahan agar tidak gugup dan semoga berhasil.
__ADS_1
Pesannya, sebagian hati kecilku kecewa namun sisanya aku senang setidaknya dia memberi kabar dan ucapan semangat. Aku tidak boleh membuatnya kecewa, almarhum kakek yang sudah tenang disana.
Hingga saatnya aku masuk kedalam ruangan dengan pengamatan dan pendengar para professor penyidang itu. Menguatkan hati, tekad, dan berusaha mengenyahkan rasa gugup yang luar biasa ini. Keringat dingin sudah memenuhi kedua telapak tanganku yang kuremas sejak tadi. berdiri didepan orang-orang terpandang dan pembagi ilmu ini, memejamkan mata mengucap basmalah dan doa nabi musa* membuatku tenang.
“assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya HANNA MAHVEEN SHEZAN RAVENDRA. Dari fakultas Managemen bisnis angkatan tahun 2020 dan insyallah akan lulus 2023” perkenalku dengan formal dan sedikit bercanda untuk mencairkan suasana, dan lihat mereka tersenyum.
"Saya akan mempresentasikan tentang karya skripsi saya yang berjudul “ TREND BISNIS DENGAN SOSMED” dalam dunia modern ini segela sesuatu bisa kita akses dengan mudah baik dari hal yag lumrah maupun yang anti meinstreem sekalipun. Dan social media tak lagi tabu dikalangan anak muda yang dimana semuanya serba canggih, modern dan tinggal tekan…. dan tak hanya anak muda, bahkan …. Bla… bla.. bla.. bla….”
Aku menjelaskan dengan lugas tanpa gugup, nyatanya setelah memulai tak segugup sebelum dimulai, aku berbicara seakan tengah mempresentasikan dikelas, gugupku hilang. Namun ada satu hal yang membuat jantungku berdebar lagi. Keputusan orang-orang bergelar dan berjasa dalam hidupku yang dengan kerelaan hatinya mau berbagi dan mengajari ilmu padaku. Walau mendapat tepuk tangan puas tapi hasil akhirnya juga masih belum pasti.
Salah satu dari mereka memanggilku untuk mendekat, lalu memberikan aku berupa amplop berwarna putih dan menyuruhku membukanya. Dengan tangan sedikit gemetar aku membukanya.
Tak usah gugup Han!” ucap salah satu professor yang jadi pengamat yang aku kenal, dia tersenyum ramah, aku mengangguk kaku. Hingga aku mengeluarkan isinya yang berupa kertas yang terlipat. Membuka lipatannya seakan tengah membuka kertas berlem. Lama dan butuh pengertian. Hingga aku terpaku ditempat, berdiri bak patung porselin melihat betapa hitam, tebal dan besarnya kata-kata dari gabungan huruf itu. Terkejut akan hasil yang aku terima, rasa tak percaya, tak menyangka, dan…. Luar biasa. Air mata ikut menetes, panic akan apa yang kudapatkan.
(……………………………………………..)
__ADS_1
...TBS...
...Tetap jadikan Al- qur'an jadi bacaan utama....