BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 26


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


...Selamat membaca...


.......


.......


.......



Aku merasa akhir-akhir ini sedikit lebih gemuk, saat aku bercermin di walk incloset kaca full body memang benar tubuhku bertambah berisi. Namun aku menganggap ini efek dari vitamin yang selalu aku minum.


Sudah 5 bulan ini aku rutin meminumnya dan nafsu makanku bertambah pesat saja, membuatku terkekeh tak percaya tapi ini nyata. Aku berangkat kuliah diantar supir karna Mr. suamiku itu sedang sibuk-sibuknya. Dia bilang menangani masalah proyeknya yang ada di Raja Ampat. Tak jarang dia selalu pulang malam, dan sering protes padaku yang menunggunya. Bahkan menyuruhku untuk tidur lebih dulu tanpa menungguya. Tapi gimana bisa nyenyak saat pikiran masih terus memikirkannya.


Dan selama itu juga, kebiasaan buruknya benar-benar tidak ada lagi. Aku sangat bersyukur akan hal itu. Sesampainya dikampus Aisyah menyambutku dan kami berjalan beriringan menuju kelas.



“kurang 3 bulan lagi kita lulus.”ucapnya dan aku mengangguk setuju.



“kamu masih sering ke ruang ITkan?” Tanya Aisyah padaku dan aku mengangguk ya tentu saja jika tidak kesana bagaimana aku mengerjakan tugas dengan apa. Leptopun aku tak punya.



“mau aku pinjamkan leptopku?” Aku menggeleng, tentu saja aku menolak karna dia pasti membutuhkannya juga.



“aku punya dua loh Han.” ucapnya


“gak deh.”


  --------------------------


Setelah perkuliahan selesai, aku hendak memasuki ruang perpustakaan tapi kak Dimas memanggilku, membuatku menatapnya.


“ada apa kak?” tanyaku saat nafasnya memburu aku rasa dia berlari. Lalu meyerahkan tas leptop padaku.



“nih ambil Han!”ucapnya, aku menatapnya bingung.



“untuk apa?” tanyaku


“buat kamu pakek, ngerjain lanjutan sikripsimu, aku punya dua kok.. kebetulan ini juga sudah gak kepakek kalo cuman buat ngetik masih enak kok dipakainya.”

__ADS_1



“tapi…” aku ragu



“pakek aja! aku pinjemin.” ucapnya menyerahkan paksa leptop itu lalu pergi seraya melambaikan tangan padaku. Aku mengangguk sebagai tanggapan. Jadi hari ini aku tidak lagi pulang sore, karna aku sudah memiliki leptop lebih tepatnya dipinjamkan. Aku pulang dengan senang karna waktuku dirumah lebih lama.



Sehabis isya’ aku mengerjakan tugasku dileptop Kak Dimas merevisi bagian-bagian yang masih harus diperbaiki, beryukur kali ini tidak terlalu banyak jadi setelah ini aku bisa masak untuk suamiku yang masih entah berada dimana.



“Alhamdulillah akhirnya selesai.” desahku lega meregangkan otot-ototku yang kaku akibat bekerja, menyalin filenya kedalam flaskdisk agar aku memiliki salinan jika nanti sesuatu terjadi dan aku masih punya cadangan.



“leptop siapa?” tanyanya menahan marah, aku kaget tentu saja sejak kapan dia datang dan duduk disebelahku degan menatap nyalang pada leptop yang aku pangku.



“kok .. sudah dari tadi?” tanyaku penasaran karna aku sama sekali tak mendengar kedatangannya.



“leptop siapa?” ulangnya. Kali ini suaranya lebih keras.




“ini aku tidak meminjam padanya namun aku dipinjami. Kak Dimas tau kalo aku tidak memiliki letop, kebetulan  dia punya dua jadi dia meminjamkannya padaku.” jelasku seraya merundukkan kepala, matanya mengkilat marah.



“tatap aku!” tegasnya, aku mengangkat wajah dengan ragu menatapnya.



“kamu punya aku.. kenapa gak minta? Aku bisa belikan kamu leptop kenapa harus meminjam sama lelaki sialan itu?!” marahnya.



“aku gak minta kak.. dia sendiri yang meminjamkannya padaku.” Jawabku lembut, jika aku ikut marah dia akan terpancing dan amarahnya semakin tak terkendali. Aku bangun lalu mengajaknya duduk. Dengan lembut kuelus dadanya yang  bergerak cepat, seiring deru nafasnya yang memburu.


“aku tidak ingin membuat kakak semakin repot, kerjaan kakak saja membuat kakak sedikit waktu berada dirumah.. sungguh aku tak masalah akan hal itu hanya saja, aku kawatir kakak kecapean dan sakit. Makanya aku tidak ingin membebani kakak lagi dengan hal ini. Hanya leptopkan.” Ucapku lembut, dia menarik nafas lalu menghembuskannya. Dia semakin tenang dan amarahnya lebih terkendali. Biasanya dia suka meluap-luapkini pengendalian tentang hal ini lumayan.


“kembalikan leptopnya besok!” titahnya tak bisa diganggu gugat dan tentu saja aku mengangguk patuh.


__ADS_1


“ia.. tentu saja.” Jawabku. Dan hal ini selesai dengan damai, dengan dia yang meraup dahaganya padaku.



Keesokannya ada macbook canggih dia berikan padaku, dia bilang masih baru. Aku terkejut tentu saja. Sebenarnya leptop murahpun aku tak masalah. Tapi dia bilang.



“aku ingin memberikan yang terbaik untukmu.” katanya, uh walau nadanya jauh dari kata manis dan hangat, tapi mampu melumerkan hatiku yang meleleh, sikapnya memang dingin dia tidak banyak bicara manis. Namun tindakannya tersirat dan tak banyak kata ia membuktikan dari pada banyak bicara. Bukankah keren.. tentu saja aku memuji suamiku, emang memuji siapa lagi.



"Hey.. aku rasa kamu semakin berisi Han” ucap Aisyah saat aku masih memikirkan tindakan manisnya secaratersirat itu mmbuatku tersadar.


“maksudnya?”


“ia kamu makin berisi, walau masih dalam batas wajar sih.. euh.. atau jangan-jangan??” pekiknya, membuat jantungnya memompa cepat karna terkejut.



“apasih Ai?” keluhku.



“itu.. kamu gak merasa aneh dengan tubuhmu, seperti mual?” aku menggeleng, dia sepertinya yang aneh.



“eh atau ingin makan sesuatu dan jika tak dapat kamu akan menangis atau merajuk?”



“tak!” jawabku jengah.



“atau-atau kau telat mens?” tanyanya.



“gak Ai.. baru kemarin aku suci” jawabku. “memangnya ada apa sih?”



“aku pikir kamu hamil Han.”


Seketika aku langsung tersedak liurku sendiri, mulutku terbuka dan tertutup hendak berkata-kata namun tak ada satupun perkataan yang keluar. Aku teringat bagaimana reaksi Kak Rys saat aku membicarakan tentang bayi dan reaksinya. Dia marah dan meninggalkanku, dan apalagi ini jika benar nyata bagaimana tanggapannya, apakah dia akan meninggalkanku dan bayiku. Gak mungkin karna dia pernah bilang akan bersamaku selamanya dia tidak akan membiarkanku lepas darinya. Namun jika benar aku hamil ??.


...Jangan luoa vote dan komen ya sobat...


...Jazakillah khair...

__ADS_1


__ADS_2