BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 20


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


........


.......


...Selamat membaca...


...Semoga kalian suka...


...###...



Akhirnya selama satu minggu berada jauh dari Negara dimana tempat aku tinggal 5 tahun ini. Apalagi ada seseorang yang entah kenapa membuatku ingin cepat pulang kerumah. Terkadang pikiranku meliar nakal bertanya-tanya tentang apa yang ia lakukan satu minggu tanpa aku disana. Hingga lamunanku buyar saat paman menyebalkan dan cerewet itu datang.


“tiketnya sudah ada, dengan susah payah aku mencarinya demi pengantin baru yang sedang merindukan istrinya dirumah.” ledeknya, membuatku melotot menatapnya, apalagi Daniel dengan wajah kakunya itu meledekku dengan bibir yang ia juihkan.



“cih.. pengantin baru” ledeknya, dan aku sama sekali tidak menanggapinya, baik kenapa aku tidak memakai jet pribadiku yang ternyata digunakan oleh paman dan bibiku dan aku harus mengalah untuk itu.



“jika kalian mau disini silahkan, bahkan dengan senang hati aku pulang sendiri!” ujarku dingin lalu masuk kedalam pesawat di tempat duduk ekonomi, bagaimana lagi kelas VVIPnya sudah penuh, jadi sesekalilah merasakan tempat duduk rakyat kurang mampu.



Beberapa jam berada diudara, kini aku kembali terjebak didalam alat transportasi darat yang seakan berjalan begitu lambat, sedangkan aku sudah duduk gusar ingin cepat sampai dirumah. Namun aku tidak menampakkan hal ini terang-terangan bisa-bisa nanti dua lelaki jomblo didepanku ini akan meledekku. Lebih baik aku tidur, lebih tepatnya pura-pura tidur menenangkan pikiran yang masih memikirkan si gadis kecilku dirumah.



“tuan sudah sampai.”


Paman Anthony membangunkanku, aku mengerjap lambat lalu mengusap wajahku pelan, menatap kursi disamping paman Anthony tidak ada Daniel.


“dia kemana?” tanyaku.



“dia pulang kembali ke apartementnya, karna tidak ingin menggangu malam pengantin anda Mr.” ucapnya dengan wajah menggodaku, cih.. memangnya itu membuatku terpengaruh. Aku memilih keluar dari mobil sebelum aku tertular kegilaannya.



Seperti biasa, apa yang diharapkan di jam 1 malam akan mendapat penyambutan tidak akan mungkin, ini waktunya semua orang asik mengistirahatkan tubuh dengan bunga tidurnya yang indah. Tapi bagiku semua bunga tidurku buruk dan kelam. Aku berjalan pelan, tidak ingin mengusik orang – orang yang sedang beristirahat. Namun aku terkejut saat seseorang berteriak tertahan dan mengibaskan pukulan  baseballnya padaku. Untunglah aku memiliki gerak reflek yang baik jadi aku mundur meghindari pemukul itu. Dan ternyata pelakunya ada istriku sendiri.


Ck..ck.. dua kali aku diperlakukan seperti itu oleh orang yang sama pertama dengan spatulnya dan sekarang dengan pemukul itu. Namun aku bangga, sedikit kekawatiranku padanya berkurang karna dia memiliki sisi siaga melindugi dirinya sendiri.


“yaallah maafin aku ya Mr. suami.. mana-mana yang sakit.. mana yang kena pukulan aku” cerocosnya panic. Membolak balikkan tubuhku mengecek keadaan kepalaku, membuatku risih. Aku menyentak tangannya dan menggengamnya kuat tapa menyakiti. Menatapnya tajam membuat dia sedikit takut.

__ADS_1



“aku gak papa!” ucapku datar. Dia menatapku dengan ekpresi yang tidak aku ketahui.



“kamu ngapain jam satu begini?” tanyaku .


“aku lapar, makanya aku bangun.” jawabnya dengan setia dia masih menatapku, aku pun balas menatapnya dengan datar tanpa ekspresi. Dengan menyedekap tangan didada.



“gak makan malam nona?” Tanya paman Anthony dan sepertinya dia baru menyadari keberadaannya.


“eum.. ia” jawabnya terdengar ragu.



“kenapa?” tanyaku mendesis mahan kesal. ‘kenapa dia sampai melewatkan makan malam apakah dia tidak berfikir hal itu bisa menyebakan ia kembali sakit.’ Marahku dalam hati.



“eum.. aku tertidur lebih cepat karna mengantuk.. jadi aku meninggalkan makan malam” jawabnya dengan kepala tertunduk, jawabannya terdengar meragukan namun aku mencoba percaya.



“aku sedang memasak mie, kamu mau?” tanyanya, aku mengangguk lalu duduk dengan tenang di kursi meja makan.



“paman?”



“eum. Tidak saya akan beristirahat."



“selamat malam.. dan aku baru tau ternyata kamu memiliki lesung pipit kecil yang indah” pujinya dan berlalu dari sana. Ucapnnya yang terakhir membuatku langsung bangun dari duduku menghampirinya lalu membalikkan tubuhnya agar menghadapku. Benar aku memang merasa ada yang ganjal dan ternyata dia…



“cadarmu!!!” tukasku tajam,  ‘bagaimana bisa dia tidak memakai cadarnya’ batinku marah.



“kenapa tidak dipakai?” tanyau mencoba meredam amarah.



“eum.. karna tidak ada lelaki non mahram disini, aku juga tidak tau kamu akan pulang.. aws….” Dia menjerit kecil lalu meniup jari telunjuk kirinya, yang sepertinya terkena panci panas.



“ceroboh!” ucapku dengan sedikit marah. Menariknya kuat hingga sekali tarikan ia sudah terbawa olehku.. menekan kran lalu menariknya mendekati pada tangannya untuk mengurangi rasa panas.



“hanya sedikit Mr. Suami” cicitnya takut. Biarkan saja aku sangat kesal dengan kecerobohannya, sampai lupa dengan cadar yang ia kenakan.



“eum.. lagi pula paman Anthony juga keluargamu jadiaku merasa hal itu tak masalah kecuali dengan kak Daniel.”


Lanjutnya menjelaskan.

__ADS_1


“Daniel.. kamu juga tidak akan mengenakan cadarmu saat dia datang kesini?” tanyaku dan memelototinya tajam bahkan aku menudingnya dengan tubuh yang kucondongkan padanya membuat dia memundurkan setengah badan atasnya lalu menahan dadaku dengan kedua tangannya.



“is.. kecuali itu berarti tidak kak Rys.. ih jangan marah gitu” rengeknya, membuatku aku menjauh berpaling tanpa kata dan duduk kembali dikursi. Aku merasa gerah dan lelah apalagi dengan dia yang cerobohnya minta dibina.



“tara… mienya sudah matang Mr. suami” ucapnya kembali ceria. Padahal marahku masih tersisa. Aku hanya melirik tak peduli, namun apa dia tersenyum seakan tak keberatan. Cih..



“ini piring punya Kak Rys” dan aku baru sadar dia menyebutku dengan sebutan kakak namun panggilan untuk namaku tetap sama tak berubah. Membuat sudut bibirku terangkat sedikit. dia menuangkan mie kedalam piring dan memberikanku sumpit, sedangkan dia menggunakan garpu.



“tak usah menatapku seperti itu.. taukan kamu menikah dengan gadis desa, jadi wajar dong tak bisa mengenakan sumpit” ucapnya, sedangkan aku mengernyit samar tak  mengerti.. padahal aku sama sekai tidak merasa keberatan akan hal itu. Aku sama sekali tidak menatap garpu sialan itu aku hanya ingin menatapnya yang menyuapi mie kedalam mulutnya dengan lahap. Bahkan kini bibirnya basah akibat kuah berwarna merah  yang masih mengepul itu. Dia menatapku dengan pipi bambam sebelah



‘menggemask.. oh shit’ desis batinku mengumpat.



“kok kak Rys gak makan?” tanyanya dengan mulut penuh. Aku berdiri dari duduku membuat dia menatapku heran, lalu tiba-tiba berada disampingnya ia masih menatapku seraya mengunyah lalu menelan makannya, dan mulutnya sedikit terbuka. Dengan sigap aku menyerbunya dengan bibirku yang sedari tadi ku tahan untuk tidak aku lahap bibir mungilnya yang merah kini tambah merah, aku yakin mienya pedas karna terasa di mulutku.


Kubungkukkan lagi badanku, dengan tangan bertumpu pada meja. Hingga aku merasa dia dan aku kekurangan oksigen aku melepaskannya. Nafasnya memburu wajahku masih berada tepat didepan wajahnya yang mendongak menatapku dengan mata coklatnya yang indah membulat terkejut.


Ku angkat tangan dan jari jempolku mengusap bibirnya yang membengkak akibat ulahku. Ini kali pertama untukku kalian tidak menyangka bukan. Walau aku berengsek aku sama sekali tidak berminat akan hal itu kecuali padanya.. istriku. Dan aku yakin ini juga kali pertama untuknya.


“mienya enak” bisikku, aku merasakan dia menahan nafas karna wajahku sama sekai tidak ada jarak dengan wajahnya lalu aku pergi dari sana meninggalkannya yang masih membeku ditempat.



‘luar biasa’ batinku meronta, perasaan asing itu kembali datang jantungku juga berdebar cepat.


“sepertinya aku membutuhkan dokter” ujarku dan menutup pintu.


...#:...


.......


.......


.........


.........


.......


.......


.......


.......


.......


.......


....Jazakallah khair...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya sobat...


...Dukungan kalian amat berarti...

__ADS_1


...With Love...


__ADS_2