BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 40


__ADS_3

بسم الله الرخمن الرحيم


...Selamat membaca...



...'''...


Pagi menyapa, mentari tengah bebrinar indah dilangit dengan sinarnya cerah. Hanna dan Alardo menikmati paginya dengan berlari pagi seperti kebiasaan mereka 1 minggu ini. Karna Hanna tak lagi kuliah, dan dia juga sedikit demi sedikit menghilangi kebiasaa tidur setelah subuh. Yah walaupun hal itu masih ada jika dia benar-benar lelah dan ngantuk.


"Huh masih capek kak, kita istirahat dulu ayo!” ajaknya pada Alardo yang masih segar dan tak merasa lelah. Benar saja mereka baru saja istrirahat, dan sekarang berlari menuju pulang. Jangan lupakan Daniel dan paman Anthony yang juga ikut berlari dibelakang mereka.


“udah mau sampai kok.” ucap Alardo degan tetap berlari kecil disamping Hanna.


Hanna berhenti berlari. Ia berjongkok karna dirinya benar-benar lelah. Hingga ia merasakan tubuhnya melayang dan Alardo membawanya dalam gendongan spontan Hanna mengalungkan lengannya pada leher Alardo.


“kok digendong?” Tanya Hanna


“katanya capek.” Jawabku, dan dia mengangguk. Jadi Hanna akur saja. Hingga mereka sampai dirumah.


“loh kenapa dengan Hanna Al?” Tanya ummi yang sedang duduk berdua dengan abi didepan telefisi diatas sofa.


“lagi manja.” jawab Alardo seadanya. Sedangkan Hanna menggeleng tak terima.


“ih gak kok ummi.. dia aja yang mau gendong Hanna.” jelasku.


“sudah-sudah.. sana bersih-bersih habis itu sarapan. Daniel juga sama kamu Anthon!” usir ummi.


 


Setelah selesai sarapan, Alardo mengajak Hanna kedalam ruang kerjanya, dia butuh bicara berdua.


“sini!” ajak Alardo seraya menepuk pahanya membuat Hanna tersipu malu. Karna tak sabaran Alardo menarik tangan Hanna kuat hingga Hanna terjatuh dipangkuan Alardo.


“katanya mau bicara.” kata Hanna gugup, walau hal seperti ini sudah biasa tetap saja Hanna malu.


“ya.. jadi denganrkan dan jangan potong ucapanku!” ujar Alardo yang diangguki Hanna. Cadarnya sudah Alardo buka, tangannya mengusap pipi Hanna lembut lalu melingkarkan tangannya kembali di pinggang Hanna menahan istrinya agar tidak terjatuh.


“aku akan pergi” mulai Alardo dan Hanna menatapnya bingung.

__ADS_1


“pergi kemana?” tanyanya.


“aku ada urusan penting diluar negera nanti, perginya cukup lama dan kamu tidak bisa ikut.” Jelas Alardo membuat Hanna menatapnya tak terima.


“kok pergi. Kita baik-baik ajakan akhir-akhir ini. Kita gak bertengkar lagi, kenapa kak Rys harus pergi,aku tak boleh ikutkah? Atau kakak mau meninggalkanku lagi.. aku ada salah ya. Maaf.” beruntunnya, matanya sudah berkaca-kaca ia berfikir semuanya baik-baik saja tapi kenapa suaminya itu akan pergi lama meninggalkannya.


“ssst dengenarin aku” tenang Alardo seraya mengusap pipi Hanna “kamu gak salah, dan kita memang baik-baik saja. Hanya saja ada suatu kewajiban yag harus aku lakukan, aku tidak meninggalkanmu karna aku pergi untuk kembalikerumahku. Rumahku yaitu kamu.”


“janji bakalan kembali?’ Tanya Hanna Alardo mengangguk pasti.


“kabarin aku jika tidak sibuk disana!” pinta Hanna, dan Alardo mengangguk ragu. Karna nanti dia pasti akan sibuk dan hanya akan focus pada urusannya nanti.


"Aku ikut aja deh!” pintanya memelas dan Hanna menangis. Alardo yang tidak tega membawa Hanna dalam pelukannya. Dan ia membiarkan istrinya itu menangis dalam pelukannya. Bukannya tidak mau diajak, hanya saja ia takut mengabaikan istrinya disana karna kesibukannya yang mungkin padat.


+++++++++++++


Keesokan harinya, Hanna beserta keluarga lainnya mengantarkan kepergian Alardo, Daniel dan Paman Anthon kebandara. Hanna masihh memeluk Alardo tak mau ia lepaskan, karna berapa lamanya Alardo disana masih ambigu, tidak ada kejelasan.


bagaimana jika sampai setahun’ batin Hanna menduga-duga


“cuman sebentar Han aku pergi.” ucap ALardo yang ternyata hatinya berubah bimbang, tapi ia harus bertekad agar ia berhasil.


“ia.. ia aku tau.” jawab Hanna lalu melepas pelukan.


“udah kenal.. yakan kak?” ucap Hanna yang diangguki kikuk oleh Lena


“kok bisa? Tanya Daniel.


“bisa dong.. aku tak sengaja memergokinya saat dia membuntutiku, dan akhirnya kak Lena jujur jika dia selalu mengawasi dan menjagaku, karna disuruh kalian. Dan kak Lena juga aku ajak kerja sama ngerjain kakak soal telfon tentang kelulusan itu masih ingat.” ucap Hanna, dan Alardo  mengingat-ingat hal itu hingga akhir dia ingat dan menatap Lena dan Hanna tajam.


“is udah sana pergi dah dipanggil tuh” usir Hanna,


“tadi siapa yang melukin sambil nangis-nangis.” sindir Alardo, sedangkan Hanna berpura-pura tak medengar.


Alardo mendekat memeluk istrinya dan mencium kening Hanna cukup lama. Lalu iapun pergi setelah berpamitan pada ummi dan abinya. Alana sudah kembali keDubai karna diaharus sekolah. Disana dia tinggal bersama kakek dan neneknya.


 


Hampir sebulan dan Alardo sama sekali belum menghubunginya sejak dia pergi, membuatnya kecewa.

__ADS_1


“kok dia jahat sekali sih gak pernah kasih kabar, pesanpun gak” keluh Hanna, dia sedang duduk dikamar, ditemani Lena yang duduk diujung kasur.


“tuan Zahc memang sibuk dek” ucap Lena menenangkan.


“yah tapi kak.. kesel deh.. sikaku gak berperasaan” kesalnya membuat Lena terkekeh.


“mau main diluar sana sama Aisyah? Tanyanya, Hanna menggeleng.


“gak bisa, dia ada janji ketemu sama calon mertua. Aku gak mau ganggu.” lalu yang tadi kesal itu malah bercerita ria tentang Aisyah yang akan bertunangan. Lena menggeleng takjub akan perubahan emosi Hanna yang cepat. ‘luar biasa batinnya.


Sedangkan dinegara lain Alardo baru saja membuka ponselnya, dimana ia bisa melihat keseharian Hanna dikamar itu karna ia sudah memasang CCTV dikamar mereka. Hingga ia ingin tau tentang isi CCTV yang sudah lama bukan berasal dari kamarnya tapi CCTV yang berada didapur.


‘hei.. kamu.. suami nyebelin.. aku yakin kamu pasti bakalan lihat.. aku sebel karna kamu tinggalin gitu aja yap.. kamu.. si es batu Arrogant tak berperasaan 1 minggu kamu tidak memberi kukabar sama sekali.. dasar Mr. Suami menyebalkan.”


Alardo tertawa melihat kelakuan istrinya, dimana saat itu dia berada dalam perjalanan pulang dari Amerika.


“aku merindukanmu… sangat.. kita harus bersabar, karna aku memang sedang berusaha disini. Tunggu aku pulang, dan aku janji akan mengajakmu ketempat indah ini.” ucapnya pada diri sendiri.


Hingga adzan isya’ berkumandang, lantas ia segera mandi dan berwudhu’ lalu pergi kemasjid untuk melaksanakan shalat isya’ berjamaah kemudian melanjutkan belajarnya di Negara Maroko di Universitas Internasional Maroko yaitu Uiversitas Al Qawariyyin, tempat dimana Abinya muallaf dan belajar islam disana.


Saat ia tiba di sana, ia disambut baik oleh salah satu pengurus universitas bernama muhammad Hasan Alwazzan bin muhaamd Al-wazzan. Berumur 50 tahun, ia disambut baik oleh kerluarga beliu sekaligus menjadi guru pribadinya, Daniel, dan paman Anthony. Sahabat sang abi saat kuliah disini. Dua hari setelah ia berada di maroko, ia dikenalkan dengan universitas Al qariyyin yang ternyata dia lulusan dari sana juga. Menjawab segala pertanyaan yang sudah membuatnya gundah. Hingga 1 minggu setelah itu tepat hari jum’at di hari pernikahan mereka dulu ia kembali bersyahadat disusul Daniel dan paman Anthony.


Dan mereka mulai ikut belajar cepat di universitas itu seperti les privat karna mereka tidak mendaftar sebagai salah satu pelajar. Mereka diajari cara berwudhu’ dan shalat dengan benar dihari pertama setelah islaman mereka. Dihari kedua mereka diajari cara mengenal huruf hijiyah denga benar. Alardo belajar degan cepat karna sejatinya dia penah menjadi orang muslim dulu sebelum hal kelam itu menjadi momok baginya dan mulai melangkah dijalan yang salah dengan hati penuh dendam. Dan untuk sekarang ia tak lagi memikirkan hal itu. Karna ia tidak ingin menyia-nyikan kesempatan yang tuhan kasih padanya.


Universitas Al Qariyyin itu sendiri adalah bagian dari masjid, didirkan pada tahun 869oleh Fatima al- fihria, putrid seorang pedagang kaya bernama Muhammad Al-Fahri. Keluarga Al-Fahri telah bermigrasi dari Kairoun(disinilah asal nama masjid), Tunisia, ke Fes pada awal abad ke-9, bergabung dengan komunias pendatang lainnya dari Kairoun yang telag menetap disebuah distrik barat kota. Fatima dan kakaknya Mariam, baik dari mereka berpendidikan, mewarisi sejumlah besar uang dari ayah mereka. Fatima berjanji untuk menghabiskan seluruh warisannya pada pembangunan masjid yang cocok untuk komunitasnya.


Setelah itu perlahan lahan masjid semakin berkembang tak hanya untuk beribadah masjid juga dijadikan tempat untuk pelajaran agama dan diskusi politik dan secara bertahap memperluas pendidikan untuk berbagai mata pelajaran, khususnya ilmu alam. Dan singkatnya Al Qawariyyin menjadi Universitas modern pada tahun 1947 dengan mmeberikan gelar akademik. Pada tahun 1975, studi umum dialihkan kepada yang baru didirikan yang bernama Universitas Sid Mohamed Ben Abdellah; Al Qawariyyin tetappada program studi islam dan studi Teologis (berasal dari kata yunani yang berarti kata-kata, ucapan, atau wacana. Atau kadang disebut sebagai ilmu agama aalah wacana yang berdasarkan nalar mengenai agama, spiritualitas, dan tuhan. Dengan demikian ilmu Teologi adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan beragama.)*


Wanita aman dahulu begitu luar biasa untuk dijadikan contoh untuk kehidupan dimasa sekarang. Dimana mereka hidup untuk kemaslahatan seluruh ummat dan untuk agama islam agar dikenal dan tidak terkebalakang. Dimana yang kita tau setelah membaca sedikit ulasan tentang penjelasan universitas terkenal dimaroko itu yang ternyata dibangun oleh seorang wanita, dan memperluas kegunaannya menjadi temoat belajar hingga terus berdiri sampai sekarang degan lebih maju, lebih megah dan ilmu yang dipelajari lebih mendalam yang tentunya berkaitan dengan agama.


Dan kita menjadikan dia sosok yang patut kita teladani, dimana kita sebagai salah satu ummat muslim dan terlebih bagi seorang wanita. Mencari cara bagaiman kita juga bisa ikut berdakwah dan melakukan sesuatu demi kemajuan ummat islam diseluruh dunia. Dengan mengandalkan apa yang menjadi kebiasaan dijaman sekarang dengan memberikan hal yang bermanfaat melalui hal itu. Lebih tepatnya memanfaatkan media untuk berdakwah dan hal itu tidak sia-sia bukan.’#Pena INQ


https://id.m.wikipedia.org


Ilustrasi Universitas Al-qawariyyyn Maroko



...TBS...

__ADS_1


...


...


__ADS_2