
بسم الله الرحمن الرحيم
...Selamat membaca chinggu-chinggu...
.......
.......
.......
Aku baru saja datang membawa dua gelas susu untuk kedua jagoanku, saat aku masuk kekamar aku diperlihatkan sebuah pamandangan indah yang menakjubkan. Kedua putraku mengenakan kopiyahnya, kopyah rajut dengan nama mereka yang Hanna buatkan khusus untuk mereka. Duduk disisi kanan bundanya lalu membaca surah Ar-rahman yang mereka hafal. Yap… sudah 3 tahun berlalu dua jagoanku bisa menghafal al-qur’an membuatku senang. Selesai membaca al-qur’an mereka mencium pipi bundanya bergantian.
“aban pinter kan unda.."
“adek juga kan unda.” ucapnya tak mau kalah dari sang abang.
“oh yabun tadi… kan,,kan… kita main sama Chiko dan mami lana.. telus…telus ketemu sama kelicini bunda lucu sekali bun yakan kak.”
__ADS_1
“heum.. heum… kita mau angkap api kelincinya lali bun.. sebel adek” ceritnya dengan mulut mengerucut mengekspreskan kejengkelannya yang gagal mengagkap kelinci tadi ditaman kompleks yang memang dipelihara dan dibiarkan bermain disekitar taman itu.
“ekhem… asik sekali nak… susunya udah datang loh ini.” tegurku, kompak sekali duo kembar itu menoleh padaku dan tertawa ceria menampakkan gigi putih mereka yang rapi, tentu saja kesehatan gigi itu penting, jadi aku memeriksanya 6 bulan sekali secara rutin.
“ayah” panggil mereka kompak.
“Alhamdulillah” puji syukur mereka setelah susu itu habis tak bersisa membuatku bangga, susu memang kesukaan mereka, tanpa susu sebelum tidur mereka tidak akan pernah bisa tidur.
Keesokan harinya, abi, ummi dan dokter mengajakku bicara diruang tamu sedangkan anak-anak berada dikarpet berbulu sedang bermain.
__ADS_1
“yakin bicara disini?” Tanya ummi, melirik kedua putraku yang tersenyum polosnya membuatku terkekeh.
“mereka gak akan ngerti um.” jawabku sambil terus mengawasi mereka yang kembali bermain.
“menurut dokter tidak ada perkembangan yang menunjukkan dia akan kembali.. kasian Al.. dia pasti juga lelah seperti ini terus.. tolong pikirkan.. jika nanti semua alat bantu dia untuk tetap bernafas dicabut ummi yakin Hanna lega dan tidak merasakan kesakitan lagi.” beritahu ummi, hal ini sudah dia lakukan saat sikembar berumur satu tahun, namun saat hal itu akan dibuka tangan Hanna kembali bergerak membuatku berharap jika Hanna pasti akan bangun.
“abi terserah kamu nak.. yang berhak mengambil keputusan ini adalah kamu.” ucap abi dia tidak memihak dia abi yang selalu netral. Aku tau ummi menginginkan yang terbaik buatku, sikembar dan Hanna tentunya. Jadi aku akan memikirkan semuanya terlebih dahulu hingga nantinya tidak akan ada yang menyesal dikemudian.
Aku melihat ketempat sikembar tadi bermain namun nihil mereka tidak ada disana, aku beranjak dari dudukku dan mulai mencarinya. Dan aku medesah lega saat kedua jagoanku tidur dengan kepala mereka berbantalkan lengan Hanna, mereka saling berhadapan dan terlelap dalam tidurnya. Aku mendekat dan mencium wajah mereka bergantian. Jagoanku yang kuat lalu beralih mencium putri tidurku.
Keesokannya kami berdiskusi lagi, semua orang berada disini untuk melihat Hanna dan mengentahui keputusanku. Sikembar berada bersama bundanya masih tidur. Anak Daniel perempuan bernama Humaira Daniella Azzahra Robinson itu bermain dikamar Alana, pokoknya anak-anak jika sudah didekati Alana pasti akan lengket, entah virus apa yang ia sebarkan hingga anak-anak suka sekali berdekatan dengannya. Kami terus berdiskusi hingga akhirnya kami memiliki keputusan final. Ku hela nafas lalu bergumam dalam hati ‘ semoga ini yang terbaik yaallah..’
__ADS_1
...TBS...