BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 17


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


...ا...


...ا...


...ا...


...ا...


...ا...


...ا...


.......


Hanna mengambil posisi kuda-kuda, jangan salah dia bahkan sudah sabuk hitam taekwondo ia belajar semasa SMA hingga memasuki perkuliahan. Kakeknya juga seorang judo beberapa gerakan bela diri juga diajari oleh kakeknya Fatah.


“aduh maaf om” ucapnya dengan wajah meringis melihat tampang kesakitan.


“tekad pertahanan diri istri lo luar biasa Zach” ucap Daniel non Formal.


“lihat bahkan kuda-kudanya sangat bagus’ pujinya membuat Alardo menjelingnya tajam.


“diam atau gue gorok lehermu!” ancamnya sebal.


Hanna tiba-tiba membungkuk hormat, lalu menatap dengan mata bulat polosnya pada kedua anak buah Randu itu yang menatapnya remeh.


“maaf ya paman.. apa yang Hanna lakukan hanya sebagai pertahanan diri.. maaf” ujarnya tanpa tau maksud hingga…


Bug… bug..


Bug.. bug…

__ADS_1


Hanna menendang asset berharga dua anak buah Randu itu dua kali dan sangat keras membuat mereka langsung terkapar di tanah memegangi asetnya seraya mengaduh, tak lupa memukul titik vital dibagian tengkuk hingga mereka pingsan. Hanna mengusap kedua tangannya berlagak petarung hebat. Lalu ia kembali membungkuk melihat dua lelaki bertubuh kekar itu tak berdaya.


“aduh… aku terlau keras maaf” ucapnya lalu berbalik menatap Alardo, Daniel , dan Anthony yang menatapnya tak percaya, ia tersenyum dibalik cadarnya.


“aku hebatkan pak suami.. kak Daniel.. dan paman Anthon” ujarnya bangga, ia begitu ingin menghilangkan rasa cemas ketiga lelaki itu. Tanpa sadar dua lelaki kaku itu tersenyum tipis dan Hanna menatap Alardo yang tersenyum membuatnya terpana.


“yaampun es batu tersenyum” pekiknya histeris seakan mendapatkan hadiah, membuat Alardo menjelingnya tajam ‘ dasar bocah” rutuknya dalam hati. Sedangkan Hanna hanya terkekeh geli.


“jangan senang dulu calon istriku.. masih banyak tu” tunjuknya pada segerombol anak buahnya dibelakangnya.


“Ryszard!” panggilnya cemas pada Alardo yang merasa aneh akan panggilan Hanna untuknya. Namun ia menyukainya dari pada Hanna ikut-ikutan memanggilnya Mr. Zach, atau Tuan Zach.


“aku oke” jawabnya singkat. Lalu saling melirik Anthony dan Daniel satu sama lain memberi kode lewat lirikan mata. Daniel memetikkan jari keudara. Dan pergulatan sengit itu terjadi.


“huh ini melelahkan” jawab Daniel tak puas hati. “ mereka macam serangga nyamuk banyak namun tak memiliki kekuatan.”


“heh  jangan remeh.. walaupun serangga, nyamuk juga menyimpan racun yang mematikan secara perlahan” ucap Anthony bijak. Hingga entah bagaimana caranya ketiganya keluar dari segerombolan itu. Randu tidak menyadari satu hal.. bawah anak buah yang banyak tadi adalah sebagian bodigat milik Daniel dan Alardo yang sudah lebih dulu menghabisi anak buahnya.


“Ryszard!?” panggil Hanna dengan nada cemas karna pergulatan itu belum saja kelar. Hingga tangannya dipegang, membuat dia menoleh.


“lepasin!” rontanya.


“Rys…” panggilnya dan benar saja Alardo sudah berada didepan Hanna dengan jarak 5 langkah, dibelakangnya ada Daniel yang sudah siap menerjang lintah darat bernama randu, sedangkan Alardo menatap setan sexs tak lain adalah paman Hanna Dani.


“paman.. kamu urus sisanya!” ujar Alardo.


“yap.. dan urusan membinasakan mereka adalah kita.” sambung Daniel dengan mata memerah penuh dendam.


“lihat 2 bocah ingusan itu menatapku seakan aku akan kalah.” ucap Randu seraya tertawa meremehkan.


“puaskan saja sebelum kau mati!” ucap Daniel dingin. Alardo dan Daniel bertatapan lalu mengangguk.


Kemudian langkah mereka yang lebar sekejap posisinya berbalik dimana Alardo sudah saling baku hantam dengan Dani. Sedangkan Randu dengan Daniel, dimana Randu dengan susah payah untuk tetapberdiri tegak.

__ADS_1


Dani dan Randu sudah kalah, kedudukan berbanding terbalik dengan sikap congkaknya itu, dipukul telak oleh Alardo yang sama sekali tak terluka, bahkan Danielpun bersih tak ada lebam disana-sini. Daniel menyeringai saat kata ampun terucap dari mulut yang tadi berkata sombong itu. Daniel mengeluarkan pisau kecil tajam dan berkilau di bawah sinar rembulan. Dan membuat Hanna membulat tak percaya adalah dengan teganya Daniel memahat wajah Randu yang kini berteriak histeris.


“stop…!” teriak Hanna ia mendekati Daniel yang sepertinyatak terkendali.


“tidak dengan penyiksaan seperti ini” ucapnya memohon ia tidak percaya ada orang yang begitu tenang menyiksa orang, ternyata psikopat memang ada bahkan ia melihatnya langsung.


“diam Hanna!” ucap Daniel.


“tidak.. jangan menyiksa orang seperti itu!” pintanya. Lalu menatapAlardo yang juga melakukan hal yang sama seperti yang Daniel lakukan.


“no.. no.. tidak Rys!!” cegat Hanna memegangi tangan Alardo, bahkan wajah paman Dani penuh dengan sayatan-sayatan hasil karyanya.


“lepas!” desis Alardo tajam. Hanna tak takut akan hal itu, dia tidak akan membiarkan suaminya berbuat hal keji seperti itu.


...Terkadangan saat sedang amarah apalagi memang terbiasa meluap luap. Tidak akan bisa menahan apalagi bagi orang yang terbiasa meluapkan amarahnya....





...Tuh... Masih mau marah. Nafsu jika dituruti memang mumuaskan namj. Sesaat karna penyesalannya datang setelah kamu merasa semuanya tak selesai begitu saja malah masalah bertambah....


...Semoga kita semua dilindungi dari amarah yang menjerumuskan diri pada kesalahan yang lebih besar....


...Semoga kita semua berada dalam lindungannya dan menahan amarah....


...#######...


...Jazakallah khair.....


...Jangan lupa dukungan kalian sobat....

__ADS_1


...With love......


__ADS_2