BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 60


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


.......


.......


.......


...Selamat membaca...


...Jangan lupa tetep jadikan Al-qur'an bacaan utama ya sobat....


.........


Sejak dinyatakan hamil, nafsu makanku bertambah akhir-akhir ini. Kak Alardo juga cukup sibuk sehingga ia tidak terlalu memperhatikanku, vitamin aku simpan ditempat obat yang biasanya sebagai tempat kontrasepsiku. Aku berencana tidak memberitahukan padanya. Hingga nanti dia menyadarinya sendiri akibat perubahan perutku yang pastiya semakin besar.


“sehat ya sayang..”bisikku pada bayiku didalam sana, setelah meneguk habis smoothi buah yang kaya asam folat, karna aku tidak terlalu menyukai susu hamil. Walau kadang-kadang aku meminumnya dimana kotaknya aku buang dan susunya aku masukkan kedalam toples kosong. Niat banget menyembunyikan ini semua.


+++++


Sesuai janji aku kembali setelah satu minggu. Dokter tari memeriksaku dan mengucap selamat karna usia kandunganku sudah genap 12 minggu yang artinya ini trisemster awal akan berakhir. Baby sehat dan detak jantungnya normal. Ukurannyapun bertambah kata dokter dan mulai bergerak dan gerakannya tidak terlalu kuat sehingga aku tidak merasakannya.


Dan bunda tidak sabar menunggu kalian menendang dengan lincah diperut bunda nanti. dan yang membuatku tercengang babyku tambah satu. Kata dokter Tari baby yang satunya pemalu jadi saat diusg pertama kali dia sembunyi dibalik babyku yang lainnya. Oh yaallah menggemaskan sekali mereka ini.. triplet bunda’ kagumku. Aku kembali kekantor bersama kak Lena dan pak supir.


“kamu lebih berseri dan tambah berisi” ujar kak Lena saat kita berada didalam lift.



“benarkah?” tanyaku tak percaya.



“auramu beda Hanna semakin cantik… jangan sungkan jika kamu ingin berbagi denganku.. yang harus kamu tau.. aku memihakmu” ucapnya, aku terharu. Kita berjalan bagai dua orang asing yang tak saling kenal.



Aku mengerjakan tugas dengan mulut tak berhenti mengunyah, setiap aku merasa lapar aku selalu makan buah, kata dokter buah itu baik untuk ibu hamil. Dimana saat aku membaca artikel tentang kehamilan. Buah itu mengandung banyak vitamin serta mineral alamiyang membantu ibu tetap sehat selama kehamilan dan mendukung tumbuh kembang janin dalam kandungan. Buah yang baik untuk ibu hamil juga mengandung serat untuk melancarkan system pencernaan. Asupan serat yang memadai dapat mengurangi risiko sembelit pada ibu hamil. Ibu hamil juga disarankan makan 5 porsi buah setiap hari, bisa berupa buah segar atau buah beku sebagai camilan. Aku ingin memberikan yang terbaik untuk mereka. Pekerjaanku selesai aku mulai sibuk mengunyah buah strawberry dan anggur.


Saat buah habis aku menutup kotak bekalku dan meminum air mineral dalam botol yang aku bawa. Setelahnya aku mengusap sayang perutku yang sudah kenyang. Hingga tangan seseorang menyentuh perutku dan aku menatap seseorang itu yang entah sejak kapan sudah berada disana. Dia Aisyah membuatku terbalalak kaget karna tindakannya ini, ia terus memandangi perutku lalu menatap kearahku.


“kamu hamil” pekiknya kencang, membutku buru-buru menutup mulutnya, saat itu ada karyawan dari Devisi sebelah dan kita jadi pusat perhatia. Aisyah tersenyum kikuk dan mengangguk memohon maaf. Ia menggeser lagi kursinya menjadi lebih dekat denganku dan dia mulai berbisik.



“ada baby nih? Tanyanya tangannya kembali membelai perutku, aku mengangguk.

__ADS_1



“sejak kapan.. kamu tau dan sudah berapa minggu?” tanyanya.



“sejak 1 minggu yang lalu. Dan sama sepertimu 12 minggu” jawabku. Namun ia menatapku tak percaya mungkin dia membandingkan ukuran perutnya yang tak sama seperti miliknya.



“masa sih.. perutmu cukup besar untuk ukuran 12 minggu” ucapnya. Aku berbisik ditelinganya dan dia melotot takjub, kemudian dia memelukku erat.



“hebat-hebat, badan semungil kamu nampung tiga bocah” bisiknya membuatku terkekeh.



“rezeki Ai” jawabku dan diamengangguk setuju.



“pantesan tuh mulut dari tadi gak berhenti ngunyah.”




1 minggu berlalu dan baby tambah tumbuh didalam sana, aku bahagia mereka berkembang dengan baik. Namun saat aku berjalan disebelah Aisyah dan kak Daniel disisi kiri Aisyah sedangkan Lena berjalan dibelakang kami tanpa kentara.



‘ia bener tuh lihat perutnya’ bisik seserang namun lebih tepatnya bukan berbisik karna terdengar.



‘gak nyangka perempuan alim kayak dia bisa hamil diluar nikah’



Masa dia gak mikirin anaknya nanti, punya ibu kayak dia.. padahal penampilannya udah keliatan alim banget ya.. tapi kok kelakuannya begitu..” sambung seseorang lagi.



‘ia bener kasian anaknya nanti jadi anak haram.’

__ADS_1



‘hukuman bagi ibunya yang bertingkah tak sesuai moral.’



Oke sudah cukup, aku tak tahan lagi aku memilih pergi dari sana menuju kamar mandi. Lena mengikutiku.sedangkan sayup sayup aku mendengar suara kak Daniel yang mengancam akan memecat mereka jika masih menyebarkan gossip tentangku. Selebihnya aku tak medengar lagi karna aku sudah jauh pergi. Aku menangis dipelukan kak Lena yang memelukku dengan usapan lembut dipunggungnya. Kami tidak dikamar mandi melainkan di lorong sepi. Dua langkah kaki mendekat membuatku mengurai pelukan dan menatap Daniel dan Aisyah yang berada didepan kami.


Dia menatap perutku lama lalu menatapku tajam.



“kamu hamil?” tanyanya pelan. Aku hanya mampu mengangguk, kak Lena sudah tau dia memilih merangkulku dari samping..



“si breng…


"Jangan mengumpat… kakak calon ayah” peringatku dan dia menghembuskan nafas gusar.


“diabelum tau?” tanyanya dan aku mengangguk lagi. Dia meninju dinding membuat kami terkesiap kecuali kak Lena yang memandang tangan kak Daniel yang berdarah itu dengan datar.



“brengsek…. Apa dia masih menolak atau bagaiman Hanna?” tanyanya dengan suara marah yang teredam.



“aku hanya takut ditolak.. pliss jangan lakukan apapun padanya..! ini juga karna kelalainku yang telat minum obat. Namun aku tidak menyesal jika aku merasakan hal menakjubkan ini.”



“gak bisa kamu lagi hamil dan butuh seseorang buat membantu kamu, melewati ini tuh gak gampang cil.” nasehatnya dengan nada lembut.



“ada kak Lena yang menjaga dan membantuku kak.. kakak jangan kawatir tentang kesehatan ponakan kakak, mereka sehat” jawabku dengan seulas senyum walau dia tidak melihatnya.



“terserah.. tapi ingat aku dan Aisyah akan selalu ada disaat kamu butuh bantuan kita.. dan aku akan memberitahukan hal ini pada paman Anthon” ucapnya. Aku hanya menangguk pasrah, dan kamipun pergi keruangan kami masing-masing untuk kembali bekerja.


TBS


...Jangan lupa dukungan kalian ya sobat...

__ADS_1


...Jazakumullah khair...


__ADS_2