BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 45


__ADS_3

...بسم الله الرحمن الرحيم...


...Tetap jadikan Al-qur'an bacaan utama ya sobat.....


...Selamat membaca...


...



...


...


...


Hannaku hanya terdiam, sejak kami pulang dari acara wisudanya. Aku mengambil tangannya dan membawa kedalam genggamanku serta meremasnya lembut membuat dia menatapku, tatapan matanya cukup sayu membuatku kawatir.


Dia sudah melalui hari-harinya dengan berusaha melupakan kejadian itu. 3 hari semenjak tinggal di penthouse dan mendatangkan dokter psikiater untuk membantunya menghilangkan trauma itu, aku juga selalu ada menemani Hanna berobat. Bahkan dia sendiri yang memintanya karna tak ingin berlarut dalam hal yang seharusnya tak pernah ia ingat.


Sang dokter juga dibuat takjub akan Hanna yang cepat dalam hal ini. Biasanya seseorang yang mengalami kekerasan dan pemaksaan pelecehan seksual akan berlangsung 1 minggu paling cepat dan lamanya juga bisa 1 bulan atau lebih. Walau belum sepenuhnya sembuh namun usaha Hanna patut diacungi jempol.


... ‘Sesungguhnya allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri’(QS AR-RAD:11)...


Jika kita stuck dengan rasa sakit maka sakit itu akan terus membelenggu dalam penjara gelap yang membuat kita tetap berada ditempat. Sedangkan jika kita berusaha untuk menyembuhkan atau keluar dari rasa sakit itu. Kita tidak akan terjebak disana dan akan menemukan kebahagian yang luar biasa  tanpa kita duga. Jadi kita hanya tinggal memilih memilih diam dan membiarkannya atau mengobati’


...-------------...


“Ada apa? Tanyaku lembut, Hanna menatapku dalam mencoba menarikku kedalam matanya, mencoba menarikku meresapi apa yang ia rasakan dalam hatinya. Aku mulai mengerti tentang kegelisahan dan rasa rindu yang terpancar disana, dia merindukan seseorang yang berjasa dalam hidupnya berarti dalam hidupnya sebelum ada aku. Aku mengehela nafas sebentar lalu kembalimenatapnya.



“mau ketemu kakek?” tanyaku dia menatapku ragu, kenapa? Tanya batinku.



“memang boleh?” tanyanya.



“tentu saja boleh.” Jawabku cepat, lalu mengalihkan pandangan kedepan. “ antarkan kami kearea pemakan umum didesa XS!” suruhku pada sopir. Daniel tidak ikut kami karna ada kerjaan dikantor.  Tiba-tiba ia memelukku cukup erat dengan kepala mendongak menatapku.



“terimakasih…”



“heum..” gumamku, aku sedang menikmati pelukannya.



Sesampainya kami dipemakaman umum, aku dan Hanna duduk berjongkok didepan gundukan tanah, membiarkan Hanna diam menatap rumah kakeknya. Hingga akhirnya dia buka suara.



“assalamu’alaikum kakek… hari ini Hanna sudah lulus loh kulihanya.. Hanna udah berhasil meraih mimpi kita, walaupun kakek sudah tidak ada lagi disini. Hanna gak kesepian karna kakek sudah menikahkan aku mendadak dirumah sakit waktu itu, dengan lelaki terhebat.. kakek hebat cari suami buat Hanna.” ucapnya bercanda walau air matanya tak membohongi jika dia rindu dan juga sedih.


Dia terus berkata entah apa dan akhirnya selesai, dengan dia memberikan tiga tangkai bunga berasal dari dua buket yang dia terima. Dan diapun pergi terlebih dahulu, sedangkan aku masih menatap nisannya dalam diam, mengingatkanku akan pembicaraan kita berdua saat dirumah sakit.


‘apa yang membuat anda memilih saya?” Tanya Alardo dingin.

__ADS_1



‘karna aku yakin anda orang baik jauh dilubuk hati anda yang sekarang tengah bersarang mutiara hitam pekat.” Ucap kakek. “ lagi pula aku tau siapa dirimu” lanjut kakek ambigu membuat Alardo bingung.



“maksudnya?”



“tidak ada maksud!”



“jika ternyata aku menyakiti cucumu dan membuat dia menderita bersamaku bagaimana?” tanyanya mencoba mengusik keyakinan sang kakek.



‘aku malah mengkawatirkan keselamatan hatimu akan dia goyahkan, keangkuhan dan kesombonganmu akan dia runtuhkan. Dan kau yang tak bisa menunjukkan rasa akan perlahan-lahan tersiksa karna kamu tidak bisa menampiknya. Aku kawatir padamu!” ucapnya bercanda walau terdapat keseriusan dimatanya.



‘tidak akan!’ bantahnya



‘lihat saja nanti. Egomukah yang menang atau emosimua yang telah luluh lantah meleleh tanpakau sadari. Ingat diatas langit masih ada langit nak, jika kau berjalan mendongak kau aka terjatuh, jika terlalu menunduk kau akan menabrak orang didepanmu.


Dan dunia ini butuh keseimbangan seperti ego dan emosi perasaan dihati harus seimbang agar kita mampu berjalan ditengah-tengahnya, adanya orang jahat sehingga orang baik itu ada begitupun sebaliknya. Kau berhati keras makanya aku berikan teman berhati lembut karna kamu sudah terlampau jauh dengan angan kosong dan  egomu terlalu tinggi terbang hingga kau lupa jika kau menapaki tanah bukan terbang.” Jelasnya. Membuat Alardo terdiam, dia langsung bangun dan memberikan keputusan itu, ia akan membuktikan sendiri tentang hal itu nanti.


Mengingat hal itu aku menatap Hanna yang sedang diam menatapku dengan mata menyipit. Membuatku membuang pandangan tak ingin dia membaca pikiranku lewat matanya.



Aku memilih diam dan terkekeh akan sindirannya. Aku cukup lelah dengan emosiku hari ini. Dimana aku membaringkan kepalaku diatas pangkuannya. Salah satu favoritku menikmati elusan sayang dirambutku membuatku nyaman.


‘aku mulai kalah, dan kakek benar.. cucumu ini mampu meluluh lantakkan hatiku dan menguras egoku yang setinggi langit membuatku sadar aku bukan apa-apa dibanding dirinya. Batinku sambil menatapnya dalam yang juga menatapku aneh. Aku memilih menenggelamkan wajahku diperutnya yang rata.



“aku kalah!” ucapanku teredam diperutnya namun ternyata masih didengar oleh Hanna, dia berhenti mengusap dan memandangku, aku tau walaupun aku tidak melihatnya karna wajahku masih tenggelam di perutnya.



“kalah apa? Main game sama kak Daniel?” tanyanya, membuatku tersenyum.



“aku kalah dan memilih menuruti perasaanku yang belum aku tau maksudnya.. aku kalah darimu, seharusnya aku membuatmu menjauh tapi malah membiarkanmu begitu saja memasuki ruang hatiku dan berada didekatku.” ungkapku jujur degan mata kami yang saling bertatapan satu sama lain. Saling menyelami perasaan masing-masing , matanya berbinar.



“itu berarti kakak mencintaiku?” tanyanya, entah akupun tidak tau aku masih meresapinyaaku tidak ingin cepat-cepat menyimpulkan.



"mungkin saja, namun asal kamu tau… rasa yang aku punya tidak ingin kamu jauh dariku, dan yang terpenting aku sangat menyayangimu, melebihi rasa sayangku pada diriku sendiri. Dan benar aku sudah kalah darimu” ucapku. Membuat dia menatapku tak percaya, matanya berkaca-kaca namun bukan kesedihan disana.



“ini kesambet apa ya Mr. Husband kok manis banget deh ya kata-katanya hari ini.” ledeknya, dia terkekeh saat aku yang sebal mendengar ledekannya dengan mendusel-dusel perutnya dan dia kegelian..

__ADS_1



“geli ih.. kakak..!” pintanya, memohon aku berhenti dan aku berhenti.



“lihat aku!” ujarnya dan aku menurut.


Dia menakup kedua pipiku dengan tangannya yang mungil dan lembut ini. Tangannya yang dulu cukup kasar namun kali ini lembut. Mungkin karna dulu dia suka bekerja berat seperti menyabit kebun belakangnya membantu kakek atau mencuci baju dengan tangan.


“tidak ada yang kalah ataupun menang dalam sebuah perasaan karna ini bukan suatu game yang harus kita selesaikan dan menangkan. Bukan pula pertarungan yang harus kita menangkan. Ini sebuah rasa dimana rasa itu adalah fitrah sang maha kuasa. Bukan kuasa kita, kita hanya bisa memilih dan menahan. Kakak bahagia bersamaku? Kakak bahagia menyayangiku?” tanyanya. Aku mengagguk cepat. Tentu saja aku bahagia.



“nah kebahagian adalah kemenangan dimana kita mampu mengalahkan kesedihan dengan menghadirkan kebahagian. Kita kalah jika kita terus sedih dan meratap tanpa mau berusaha untuk menghadirkan kebahagian. Kita kalah jika kita tidak mau merubah nasib menjadi lebih baik. Jika kakak bahagia bersamaku berarti kita sama-sama menang karna apa. Kakak bahagia bersamaku dan aku bahagia bersama kakak. Aku hanya ingin berkompromi dengan kakak mau?” jelasnya diiringi pertanyaan yang serius.



“apa?” tanyanya.



“selalu menjaga komunikasi walau suatu saat kita bertengkar atau ada selisih faham. Tetap tidur satu kamar walau tidak saling bicara. Dan tidak berlaru-larut dengan masalah dan harus segera diselesaikan dan tidak boleh lebih dari sehari, sehebat apapun badai nanti akan mengguncang pondasi yang baru saja kita bangun, maka dari itu mari bekerja sama membuat pondasi yang kokoh dengan iman dan saling mencintai karna allah.” ujarnya, tangannya menakup kedua tanganku. Aku bangun dari berbaringku, menatapnya takjub dengan pemikiran dewasanya. Memikirkan kemungkinan yang akan terjadi dan cara menghadapinya. Aku membawanya dalam pelukan.



“istri sipasih ini.” gumamku gemas.



“istri tuan es tembok” candanya.



“mau berkompromi?” tanyanya.



“tentu saja. Mari bekerja sama dalam membangun hubungan ini” ucapku serius. Mata kami saling terkunci, dan entah kenapa wajahku sudah berada dekat dengan wajahnya.


Menaut bibir mungilnya yang berwarna merah alami yang baru saja megeluarkan kata-kata yang membuatku takjub. Hingga entah sejak kapan posisi kita berubah dan berbaring diatas sofa bed dan aku berada diatasnya. Nafasnya memburu menghirup rakus oksigen setelah hal yang terjadi. Aku ingin memulai namun aku takut dia masih trauma. Aku mengusap lembut pipinya yag memerah seperti biasa jika kami dekat seperti ini dalam hal “itu”.


“jika belum siap katakan.. aku tidak ingin menyiram lukamu yang berusaha kau sembuhkan.” ucapku, dia masih diam sebelum dia akhirnya menciumku lebih dulu, hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya.



“jika aku menyakitimu dan lukamu kembali terbuka, minta aku berhenti!” ucapku , dia menggeleng.



“lakukanlah..!” dan setelah dia berbisik ditelingaku membuat jantungku berdebum cepat, berbunga-bunga dengan apa yang dia katakan. Dan kalian tidak perlu tau biarkan hanya menjadi rahasiku, dia dan tuhan yang tau. Aku berbisik lirih ditelinganya tanpa dia sadari, berdoa sebelum memulai semuanya.


Berharap hal ini membawa keberkahan bagi kami. Dan memohon ampun akan apa yang pernah kita lakukan tanpa niat ibadah padanya karna saat itu hidayah belum datang kepadaku. Bahkan Hanna belum tau jika aku kembali mencintai rabbku.. mencintai tuhanku yang mau memberikan kesempatan pada orang berdosa dan kotor sepertiku. Bahkan saat aku mengerjakan shalat malam, aku bangun lebih dulu dan tertidur sebelum Hanna bangun mengerjakan shalat malamnya.


...TBS...


...Jazakumullah khair sobat tercinta...


Saya berharap keringanan tangan kalian untuk tekan bintang dipojok bawah ya... Dan jangan lupa koment untuk membantu menghasilkan karya yang lebih baik


...Teriamaksih... Dan semoga kita semua selalu dalam lindungan keberkahan dan kesehatannya Aamiin....

__ADS_1


^^^With love^^^


^^^By skybright^^^


__ADS_2