BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 19


__ADS_3

...بسم الله الرحمن الرحيم...


.......


.......


.......


.......


.......


...Selamat membaca ...


...Semoga kalian suka...


.......


.......


.......



Hanna mengerjapkan matanya pelan, menyesuaikan penglihatannya yang buram dan sinar yang ditangkap indra penglihatannya yang belum siap, membuat dia mengernyitkan mata dan alisnya, mengahalau sinar itu masuk kedalam retina.


Lalu sedikit demi sedikit ku buka mataku dengan sempurna, hingga aku bias melihat apa yang ada disekitarku. Cat dinding serba hitam, interior yang sedikit namun berkelas semuanya serba hitam dari meja, hingga kasur big size itu dengan papan ranjang yang juga berwarna gelap. Dari ubin hingga lantai marmer yang luar biasa berkelas, ia menatap sekeliling mencoba mengenali sekitar, seketika itu aku tersadar ahwa dia berada dikamar si es batu, suamiku.. Ekhem... Aku mengagumi kamar yag begitu bersih dan rapi ini yah mungkin hanya kasur bekas kupakai tadi tentunya terkecuali he..he..


“tapi dimana suami es batuku itu.. yaampun!?” pekikku terkejut saat aku lupa mengerjakan shalat subuh, lantas aku berlari masuk kekamar mandi setelah membersihkan diri secepat kilat, memeriksa  keluar jendela dengan menyibak kelambu berwarna abu-abu dark itu.


Dan aku bernafas lega karna masih sedikit gelap, lalu memeriksa jam yang berada didinding benarsaja masih jam 05.00 pagi. Dengan sigap aku mendekati runsel membuka isi dan mengambil mukenah, kemudian ia membentangkan sajadah mengikuti arah kiblat, ia mengetahuinya karna di atas nakas terdapat kompas digital. Memulai ibadah sunnah 2 rakaat sebelum subuh lalu berlanjut dengan ibadah wajib yaitu shalatsubuh.


Aku menuruni anak tangga dengan pelan , menyisir seluruh rumah namun tidak ada tanda-tanda kak Rys ada dirumah.


“selamat pagi nona” sapa bibi Maggie dengan senyum mengembang, senyum Hanna juga tak kalah mengembang tentu saja, aku sudah menambahkan baking soda pada senyumku, ais bercanda..


“bibi..” seruku lalu menerjangnya dengan pelukan rindu, tentu saja aku merindukannya, dia begitu lembut dan perhatian. Bahkan bibi Maggie selalu menelfonku setelah aku pergi dari rumah ini.


“aku lebih suka dipanggil Hanna, jadi bibi panggil aku Hanna saja ya” pintaku.

__ADS_1


“tapi nona..”


“ih si Arrogan itu pastikan yang melarang.. mumpung gak ada dia!” rayuku, dan dia mengangguk.


“kemana Kak Rys.. apakah sudah pergi bekerja?” tanyaku padanya seraya berjalan kedapur beriringan.


“eum.. lebih tepatnya dia tidak ada di Indonesia, ia ada di Amerika karna ada urusan penting.” Beritahunya membuatku menghentikan langkah.


“kok gak nunggu aku bangun?” tanyaku.


“kamu pingsan dan kamu baru sadar sekarang, dua hari loh kamu pingsan. Sedangkan Mr. Zach perginya


kemarin” jelas bibi sembil mengaduk bubur kacang hijau.


Tapi kenapa dia tidak pulang, kenapa tidak menunggu aku bangun saja. Heum.. akukan kawatir jika dia pergi tanpa pamit seperti ini. Yah walaupun sudah berpesan pada bibi.  Hanya hal itu bukan pesan apa gitu’ dumelku dalam hati. Aku makan dengan bibi Maghie yang masakannya begitu lezat, buburnya sangat enak. Aku tak lagi memikirkan si Mr. arrogan itu yang membuatku pusing, lebih baik aku menyibukkan diri membantu bibi Maggie berkebun, kebiasaanku dengan almarhum kakek dan dengan kegiatan itu pikiranku tentang si Es batu itu teralihkan.


‘dasar es batu tak  berperasaan yang amat menyebalkan!” teriakku dalam hati, sok aja berterik disini dan ada bibi Maggie, hilang muka aku karna malu.


...++++++++...


...🌌🌌🌌...


Tepat malam hari, aku terjaga ini gara-gara aku malas makan malam akhirnya terbangun tepat jam 1 malam. Aku turun dari kasur, dengan menggunakan piyama berkarakter kelinci berlengan panjang begitupun celananya, tak lupa memakai hijab instan tali. Yang aku temukan di walk incloset milik si es batu suamiku ini. Mengingat dia yang masih akan pulang besok kata bibi Maggie membuatku sebal. Aku tak mengenakan cadarku karna tak ada lelaki non mahram dirumahku. Adanya diluar rumah dan itupun  jaraknya jauh dari rumah ini.


‘hei.. kamu.. suami nyebelin.. aku yakin kamu pasti bakalan lihat..! aku sebel karna kamu tinggalin gitu aja yap.. kamu.. si es batu Arrogant tak berperasaan 1 minggu kamu tidak memberiku kabar sama sekali.. dasar Mr. Suami menyebalkan.” ledekku kesal. Lalu meleletkan lidah sebal pada kamera pengintai itu. Lalu aku melangkah mendekati lemari gantung mencari apa yang bisa aku makan.


“wow.. samyang!!” pekikku senang. Yang seumur-umur aku hanya makan dua kali, taulah gimana aku. Norak bangetkan.. aku beralih membuka kulkas berpintu dua yang aku rasa tidak pernah ada celah kosong dari saking penuh isinya. Aku mengambil dua telur, satu bawang daun, tofu, kembang kol, satu cabe rawit, mushroom, dan pentol sapi.


Aku akan membuat mie samyang sabu-sabu, wih… enak kayaknya, aku pernah melihat cara masaknya di youtube saat menggunakan computer kampus diarea IT memang dibuka untuk umum dan ada di ruangan besar perpustakaan. Saat asik memotong mushroom, aku mendengar suara kaki mendekat dengan sigapaku waspada, mengecilkan kompor lalu mencari sesuatu yang bisa aku gunakan untuk melindungi diri. Aha… aku menemukan sebuah pukulan bola baseball dari kayu. Ada disudut ruangan, melangkah dengan hati-hati bersembunyi dibalik piral masuk dapur menanti dengan siaga untuk memukul telak orang yang berai meyusup itu. Hingga…


Ya……b!’’’’ seruku dan melayangkan pukulan dengan mata terpejam, akumana tega memukul orang dengan pemukul ini, lalu aku mengintip kecil dibalik mataku yang kubuka sedikit. Dan mataku membulat terkejut saat aku mengenali sosok orang yag berdiri tegap dengan mata elang andalannya itu, menatap datardan dingin. Yap siapa lagi jika suamiki si Es Beku. Namun aku kawatir taku sekali pemukul ini mengenai dirinya.


“yaallah maafin aku ya Mr. suami.. mana-mana yang sakit.. mana yang kena pukulan aku?” cerocosku panic. Membolak balikkan tubuhnya mengcek keadaan kepalanya, hingga ia menyentak tanganku dan menggenggamnya erat membuat aktivitasku terhenti.


“aku gak papa!” ucapnya datar. Ck.. yaallah suamiku datar banget begini kayak tembok’ keluhku namun cepat-cepat aku bersyukur karna bagaimanapun orang tampan, bule, bahkan kaya sepertinya pasti bakalan mikir 100 kali buat nikahin aku.. sedangkan diahuft… entahlah dia berfikir ataugak saat meng iakan permintaan kakek.


“kamu ngapaian jam satu begini?” tanyanya


“aku lapar, makanya aku bangun” jawabku masih menatapnya yang datar tanpa ekspresi. Bersedekap angkuh memang gayanya.

__ADS_1


“gak makan malam nona?” Tanya pama Anthony yang baruaku sadari dia ada disana.


“eum.. ia” jawabku ragu.


“kenapa?” tanyanya mendesis seperti mahan kesal.


“eum.. aku tertidur lebih cepat karna mengantuk.. jadi aku meninggalkan makan malam” jawabku setengah tak jujur, karna aku memang lelah dan sebenarnya aku malas makan karna es batu tembok depanku ini, yang seakan sama sekali tidak merasa bersalah pergi tanpa mmeberi kabar, nah kan sudah kubilang dia tidak berperasaan. Aku medengus malas lalu meninggalkannya untuk melanjutkan masakanku.


“kamu mau?” tanyaku, dia mengangguk lalu duduk dengan tenang di kursi meja makan.


“paman?”


“eum. Tidak saya akan beristirahat.


“selamat malam paman” ucapku seraya tersenyum.


“selamat malam.. dan aku baru tau ternyata kamu memiliki sedikit lesug pipit yang indah” pujinya dan berlalu dari sana. Dan aku terkesiap saat Alardo tengah berdiri tepat disampingku, membalik tubuhku menatapnya, dengan tatapan tajam.


“cadarmu” tukasnya tajam, membuat aku membuka ditempat . oke aku berasa seperti akan dieksekusi oleh si Es batu tembok ini . tolong beri aku kekuatan menghilang’ teriak batinku meronta-ronta. Sedang mata birunya menggelap amarah.


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


...Jazakallah khair...

__ADS_1


...Jangan lupakan dukungan kalian ya sobat......


...With love...


__ADS_2