
...بسم الله الرحمن الرحيم...
......Selamat membaca......
Aku berhenti berlari, diikuti gadis mungil itu juga, ia menghempaskan tanganku yang memegang tangannya. Ia mundur dua langkah dengan tubuh menggigil katekutan.
“kau.. mau menculikku juga seperti merekakan.. atau kamu bos mereka juga.. aku mohon jangan jual aku.. tidak.. jangan lakukan itu.. bukan salahku atas hutang pamanku.. bukan juga salah kakeku.. kita tidak menikmati sama sekali hutang itu.. jangan jual aku.. aku masih mau kuliah.. membuat kakekku bangga dengan menjadi wanita yang berhasil. Dengan membangun rumah belajar impian.. hiks.. jangan setega itu pada gadis miskin ini ya..” racaunya tak jelas, aku bahkan heran dia curhat padaku.. tapi lucu juga biarlah dia memelas lebih dulu. Karna aku sangat suka melihat orang memohon padaku.
“ hiks.. aku pulang ya.. kasian kakekku menunggu.. aku tau kamu tidak jadi menculikku untuk kau jual ke paman Randu yang tua.. ih aku mana mau jadi istrinya yang entah keberapa.. tolong lepaskan..!” aku terkajut melihatnya terkapar ditanah, segera kudekati gadis cerewet didepanku ini.
Jika aku adalah penculiknya tak perlu mendengar curhatannya langsung saja kubawa ia dengan melumpuhkannya. Dasar gadis bodoh umpatku dalam hati. Sepertinya dia masih bernafas, dan aku bernafas lega.
“ini akan sangat menyusahaknku.. namun kenapa juga aku mau disusahkan olehmu.” gerutuku seraya mengangkatnya kedalam gendonganku.
“cepat kemari !” perintahku pada Anthony yang jelas ia selalu tau dimana keberadaanku walaupun kuucapkan secara singkat. Dan benar sesuai harapan dia sudah sampai tepat didepan mata tanpa harus menunggu lama. Karna kalian tau tanganku sudah kesemutan dengan menahan beban berat tubuh mungil ini. Yah walau ternyata dia ringan. Ia keluar dari mobil dan menatapku penuh tanya.
“tak usah menodong..! aku akan jelaskan dimobil tidakkah kau lihat aku memikul sekarung beras yang berat.” tukasku lebih dulu dan dia tertawa okey.. biarkan saja.
__ADS_1
“cepat buka mobilnya !” sergahku pada dia yang masih dengan tawa yang tersisa.
“maaf sir.” sesalnya cih aku yakin dia bahkan tidak menyesal. Setelah mendudukkannya di jok belakang disusul aku. Si Anthony cerewet juga ikut masuk kedalam mobil.
“jadi anda menculik dimana karung beras itu?”
“jelas saja ditoko.” jawabku malas.
“jadi ..?” akupun menceritkan kronologisnya dan tanggapannya ia tertawa.
“dia gadis yang lucu.”
__ADS_1
“terserah kau saja.”
“mau membawanya ke mansion?” tanyanya
“tak mungkin aku tinggalkan dia di apartemen tanpa ada orang disana.” jawabku kesal. Ya hanya padanya aku tak irit bicara sepertinya kecerewatannya akan menular padaku jika berlama-lama bersamanya. Dan aku tidak ingin hal itu terjadi. Lebih baik aku tidur dari pada mendengarkan ocehan pria tua yang lajang itu.
Sesampainya dirumah. Ku gendong dia dan membawanya kekamar di lantai dua tepat disamping kamarku yang memang tidak ditempati namun isi kamarnya lengkap. Sebelum itu juga aku sudah menyuruh para Maid untuk membersihkan kamar itu. Saat kubaringkan dia yang masih belum sadarkan diri dikasur tanpa sengaja kain diwajahnya merosot hingga kedagu sampai aku tidak sengaja mengamati wajahnya yang mungil, pipinya yang cubby dan sedikit kemerahan seperi sakura, hidungnya yang kecil dan tidak mancung sepertiku tentunya namun entah kenapa pahatan wajah mungil ini begitu sempurnya, bahkan kelopak matanya sangat indah dengan bulu mata yang lebat.
“can… sial!” pekikku tertahan dan segera pergi dari sana. Apa yang perempuan itu lakukan pada mataku yang membuat mata ini terhipnotis padanya. Padahal jika dibanding dengan para wanita yang pernah berusaha dekat denganku saja lebih cantik darinya namun kenapa mulutku akan mengatakan kata keramat itu pada gadis aneh, cerewet, bodoh, dan menyusahkan sepertinya.
“gila.. benar-benar gila…” membanting pintu kamar mandi lalu mengguyur tubuhku dibawah air shower yang sejenak membuat diriku seakan kembali hidup dan lega.
TBS
__ADS_1