BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 7


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم



...Selamat membaca...


.......


.......


.........


Hanna berjalan menyusuri jalan desa menuju rumahnya, hatinya kembang kempis bahagia, rindunya pada sang kakek begitu menggebu, berharap super heronya dirumah akan baik-baik saja dan menyambutnya dengan senyuman hangatnya yang selalu membuat hatinya tenang.


Saat melewati warung bambu ia berhenti sejenak disana, Ia ingin membeli gorengan bakwan favoritnya dan sang kakek biasanya dia buat sendiri, karna tak mungki membuatnya dirumah sang MR. Arrogant itu mending dia beli. Merogonh saku disisi kanan dan ia menemuka uang 5000 satu-satunya uang yang ia miliki.


Selesai membeli bakwan, ia kembali melangkahkan kaki melanjutkan perjalanan. Sesampainya didepan rumah ia melihat sekitar tidak ada kakeknya disana. Ia membuka perlahan pintu coklat kayu yang sudah pudar termakan waktu. Rumah panggung sederhana yang sudah tua.


Assalamu’alaikum…” salamnya saat merasa rumah begitu sepi wajar saja sang pembuat rumah ramai baru saja pulang.


“kakek..” panggilnya…


Saat  ia melintasi ruang kosong yang memang sengaja dijadikan ruang shalat ia melihat seseorang dengan duduk takhiyat akhir bahunya bergetar menghadap kiblat, membuat mata Hanna berkaca-kaca. Ia duduk disamping kakeknya menunggu sang kakek selesai  berbincang mesra dengan sang rabnya dalam doa. Selesai berdoa kakek menatap Hanna yang tiba-tiba berada disampingnya ia terkejut tentu saja ia berfikir berhalusinasi lagi tapi ternyata salah ia merasakan pelukan hangat sang cucu tercinta satu-satunya.


“Hanna” panggilya degan suara bergetar membalas pelukan sang cucu tak kalah erat dan hangat.


“maafin Hanna yang perginya lama”


“sst.. gak sayang.. bak papa yang penting kamu selamat dan gak diapa-apain sama anak buah Randu.” jelasnya.


“tapi kakek tidak diapa-apainkan sama paman Randu?” Hanna menatapkakeknya memeriksa seluruh badannya takut-takut ada yang terluka.


“gak papa nak.. kakek sehat alhamdulillah anakbuahnya tidak mengapa-apakan kakek. Hanya mengancam jika kita terlambat membayar.”


“benarkah?”


“ia.. kamu sudah 4 hari  tidak kuliah bukan.. besok masuk ya!”


“pasti kek.. yaudah yukk dhuhanyakan sudah selesai, makan bakwan yuk.. .tadi Hanna beli buat kita nyemil.. tunggu kakek sudah sarapankan?”


“sudah dong.., sekalian berkebun dibelakang ayo” ajaknya. Hal yang ia rindukan adalah berkembun bersama sang cucu dan menikmati hangatnya bakwan dan hangatnya kopi atau the setelahnya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sedangkan ditempat lain seseorang sedang menunggu kabar tentang keberadaan Hanna apakah sudah sampai dirumah dengan selamat atau tidak.


Tok.. tok…


pint ruangan Aladro diketuk, membuat Alardo duduk tegak dan menyuruh orang itu masuk, Daniel dia yang ia tunggu kini datang.


“bagaimana?” tanyanya tak sabaran.


Biasanya Daniel akan bangun sesuka hati kecuali ada hal mandesak dari bossnya itu, tapi kali ini dia dipaksa bangun dari jam biasanya sekalipun terdesak, lihat..  jam 7 dia harus sudah siap dengan  kendaraannya untuk membuntuti Hanna.


“apanya?” tanyanya pura-pura tak mengerti sesekali mengerjai Mr. seenaknya sendiri ini.


“kau..” desisnya tajam.


“ia..ia.. dia sudah sampai dengan selamat dirumahnya, dia sedang berkebun ria dengan sang kakek, dan kamu tau kakeknya itu bule gak ada wajah Indoesia sama sekali, dan aku yakin mata coklat nona Hanna turunan dari kakeknya” jelasnya.


“yasudah sana pergi!” usirnya tanpa beban, dan Daniel hanya bisa menurut pasrah, walau sikap Alardo seperti itu dia sama sekali tidak menyimpan dendam, walau dia berdarah dingin dan memiliki jiwa pikopat sangat klop dengan bossnya yang sama-sama berdarah dingin.


Namun Daniel bisi mengungkapkan perasaan emosional dengan baik.


Setelah Daniel pergi diganti Anggun sekertarisnya yang datang. Dia memberi tahukan bahwa Alardo memiliki janji temu di sebuah lestoran Jepang dengan salah satu perwakilan perusahaan yang ingin bekerja sama dengannya. Alardo mesuk ke mobil miliknya dengan Anthony sebagai supir sedangkan dibelakangnya mobil milik kantor membawa dua sekertarisnya yang pertama Anggun dan yang kedua Rendi sekertaris utama adalah Rendi dimana ia bertugas untuk segala keperluan dirinya tentang kantor sedangkan Anggun mengatur setiap jadwalnya. Sesekali keduanya bekerja sama dan Alardo samasekali tidak keberatan asalkan tidak merugikan dirinya.


Setelah berdiskusi dingin tanpa ada perbincangan basai-basi, menjadi lebih cepat. Pria berusia 50 tahun itu memadang Zach yang duduk dengan aura tenang namun dingin tak tersentuh itu sedang menyesap teh hijaunya tanpa sungkan. Dengan tatapan kagum.


“diusia anda yang muda, dimana banyak sekali diluaran sana yang masih senang bermain-main sama sekali tidak ada keinginan untuk berusaha serius dan membangun usaha yang luar biasa menakjubkan seperti anda” pujinya.


‘penjilat yang sempurna dengan kata-katanya yang bullshit’ batinnya. Ia terkekeh sinis.


“pujian yang mengagumkan.. apakah anda membutuhkan balasan?” ujarnya retoris


“ah tidak perlu Mr., eum…” Mr. Saylendra itu terdengar ragu mengucapkan sesuatu.


“ya?”


“eum.. untuk pertemuan selanjutnya apakah anda tidak keberatan jika putri saya yang mewakilkan dia memang masih muda seperti anda, namun kemahiran otaknya dalam dunia bisnis tak perlu diragukan, dia memang sedikit ceroboh namun dia seorang putri yang baik dan bermartabat. Jadi apakah anda tidak keberatan?’ Alardo menanggapi dengan menganggukkan kepala.


‘selain memohon bekerja sama denganku, mulut penjilat dan sekarang mempromosikan putrinya sendiri ya’ batinnya.


“oh selain anda pandai berbicara dan memuji anda juga pandai mempromosikan sesuatu.” Ucapnya Sarkasme. Membuat wajah tuan Saylendra itu mendadak menggelap.

__ADS_1


Alardo bangun dari duduknya, dan pergi dari sana meninggalkan tun Saylendra tanpa pamit, membuat lelaki paruh baya itu menggeram marah.


“jika saja bekerjasama dengan dia tidak membuat keuntungan perusahaan bertambah aku sama sekali tidak sudi datang kemari bertemu dengan orang sombong sepertinya” kelekar marah tun Saylendra itu.


“sabar Mr. hanya butuh beberapa pertemuan lagi. Anda yakin anda akan menyuruh nona untuk pergi menemuinya?” tanyanya. Dan tuan Syalendra itu tersenyum penuh arti.


“sangat yakin.. kau tau kecantikannya tidak ada yang menandingi, bahkan pangeran saja pernah menjadi salah satu mantan kekasihnya, apalagi si arrogant itu pasti akan terpesona dengan putriku” ucapnya percaya diri, seakan hal itu benar- benar terjadi.


Dengan kepercayaan dirinya, tuan Saylendra bahkan sama sekali tidak mengenal Mr. Zahcary itu. Banyak perempuan lebih cantik dan sexi dari putrinya, namun yang terjadi hanyalah si tuan es beku itu sama sekali tidak melirik wanita-wanita penjaja tubuh itu. Memang kata Anthony dia sering ke club bertemu wanita-wanita ****** yang selalu mau jika ingin ia apa-apakan namun sayang ia sama sekali tidak terjerat akan hal itu.


...TBC...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


........


.......


.......

__ADS_1


.......


^^^Terimakasih.......😁😁^^^


__ADS_2