
بسم الله الرحمن الرحيم
...Tetap jadikan Al-qur'an bacaan utama kalian ya sobat...
...Happy reading...
.......
.......
.......
.......
.......
.........
Waktu berjalan begitu cepat tak terasa penikahan keduanya hampir menyecap 2 tahun. Hanna juga sering kali keluar masuk keruangan Alardo karna suaminya yang memang memanggilnya dan sampai disana yang Hanna dapatkan adalah Alardo yang tidur dipangkuannya. Terkadang mereka juga menikmati pudding, makan siang bersama dengan Daniel dan juga paman Anthony. Awalanya mereka juga terkejut Hanna bekerja disini. Namun mereka juga senang karna keduanya juga jarang lagi bertemu. Karyawan kantor juga belum tau dia adalah istri boss. Yang tau hanya Rendi sekertaris suaminya dan Aisyah tentu saja.
“kenapa lo rahasiain ini dari semua orang?” Tanya Daniel yang diangguki setuju oleh paman Anthony.
“aku mandapatkan ancaman itu lagi.. masa lalu telah datang.. dan aku tidak ingin Hanna terluka” jelas Alardo dengan wajah mengeras, ia memperlihatkan pesan itu dari ponselnya. Kepada mereka yang kinijuga berwajah tegang, hingga Hanna yang baru saja keluar dari kamar mandi menatapwajah tegang mereka satu persatu.
“kalian kenapa kok tegang begitu?” tegur Hanna.
“oh gue pamit deh Al.. bye bocil” Daniel pergi dari sana diikuti paman Anthonya yang tersenyum aneh menurutnya. Lalu ia mendekati Alardo dan duduk dipangkuan suaminya, spontan Alardo melingkari pinggang Hanna karna tidak ingin istrinya ini terjatuh.
“ada apa?” Tanya Hanna ia membelai lembut pipi Alardo, namun bukannya menjawab, malah Alardo meletakkan kepalanya dibahu Hanna, menghirup aroma Hanna rakus ia sangat menyukai aroma Hanna. Benar ia yang gelisah, menatap wajah istrinya mulai merasa tenang kembali.
“hanya lelah.” jawabnya dengan suara terdem diceruk leher Hanna. Hingga suara pintu terbuka, dan seseorag yang masuk terkejut melihat hal didepannya. ‘Aisyah jalang’ batinnya dengan amarah tertahan dengan melampiaskan pada kepalan tangannya.
“Mr. Zach.” panggil Seira membuat kedua pasangan itu terkejut, Hanna spontan bangun dan Alardo menatap tajam perempuan didepannya yang tidak belajar sopan santun. Hingga Serin terpaku saat melihat perempuan itu yang berdiri menunduk.
__ADS_1
Dia Hanna bukan Aisyah, yap dia kenal walaupun perempuan berbungkus kain kebesaran dan serba tertutup seperti Hanna populasi di kota ini cukup banyak tapi ia mengenal Hanna.
“Hanna!’ desisnya menahan amarah tidak mungkin dia marah-marah disini tidak ingin imagenya buruk didepan orang yang ingin ia dapatkan. Alardo duduk tenang walau sebenarnya ingin sekali dia mendorong keluar perempuan tak tau diri ini.
“sudah lama kita tidak bertemu Han… mau berbincang berdua denganku sekedar reuni masa indah kita sewaktu kuliah.” ujarnya seraya tersenyum manis penuh arti. Tangan Alardo terkepal, memangnya dia lelaki bodoh tidak tau siapa wanita didepannya, masa indah bahkan dia suka sekali membully Hanan dengan geng semprulnya itu.
“oh boleh.” jawab Hanna, membuat Alardo meradang, dia ingin mecegah tapi Hanna tidak menatap kearahnya dan pergi dari sana.
Setelah cukup jauh dari ruangan Hanna Serin menarik tangan Hanna kuat mencari tempat yang sepi dan tidak terpindai CCTV hingga akhirnya ia mengajak Hanna ketoilet wanita yang tidak terjangkau CCTV. Mendorong Hanna kuat hingga ia mengaduh karna punggungnya menubruk dinding.
“ternyata dari pakaianmu yang seperti ini kau memiliki sisi \*\*\*\*\*\* juga.. ya.. tak salah sih yang kau incar memang idaman semua wanita. Kaya, tinggi, bule, CEO dan tentu saja tampan, siapa yag tidak menginginkannya. Makany aku tidak terkejut dengan apa yang kamu lakukan dibalik tampang lugu dan pakaian karung ini.. dasar \*\*\*\*\*\*.” hinanya. Hanna hanay diam ia menatap Serin dalam diam. Membiarkan Serin terus menginanya higga akhirnya perempuan itu dia sendiri.
"Sudah selesai?” Tanya Hanna tenang,, dia sama sekali tak terusik.
“begitukah.. pikiranmu yang terlalu sempit atau kamu yang memang tidak mau bertanya?”
“heh.. \*\*\*\*\*\*..”
“cukup.. kamu bisa bertanya bukan menuduh, aku bukan \*\*\*\*\*\*.. disini aku akan bertanya kenapa kamu egitu marah.. Mr. Zach memang siapamu?”
“calon suamiku.. dan aku begitu marah akan sikap jalangmu yang mengganggunya.”
“kau yang mengaku-ngaku bukan Mr. Zach, jika kau memang calon istrinya dia akan menyambutmu tapi lihat dia sama sekali tidak menganggapmu.” Cetus Hanna. Benar saja Serin murka bahkan tangannya melayang hendak mendarat dipipinya namun Hanna dengan sigap menahan lengan itu berbarengan dengan panggil Lena yang kawatir.
__ADS_1
“nona.” panggil Lena, dan menjauhkan Serin dari Hanna lalu berdiri didepan Hanna.
“jika anda berani mendaratkan tangan anda pada tubuhnya bahkan kainnyapun aku pastikan anda akan membutuh operasi untuk menyembuhkan tulang anda yang retak” itu buakn ancaman, tapi kenyataan, Lena tidak akan segan-segan melakukan itu. Apakgi teknik bela dirinya semakin meningkat bahkan ia belajar mengguakan pedang saat kejadian dia yang pernah gagal melindungi majikannya.
“ouh… kau sudah menikmati hartanya sepertinya. Siapa yang tidak tau gelagat orag miskipun mendekati merayu lalu menguras habis hartanya. Apapun akan dilakukan termasuk menyerahkan tubuh hanya karna uang. Orang miskin dengan segala taktiknya.” Hanna menyuruh Lena berdiri disisinya dengan menepuk lembut bahu Lena.
“kau sedang mendeskripsikan diri sendiri?” tanyaya sok polosm karna jika Hanna marah berarti ucapan itu memang benar, dia merasa tenang karna dia tidak salah, untuk apa meladeni hal tak berguna.
“kau..!!” Hardik Seira
“tanganmu nona!!” peringat Lena, dia menarik jari telunjuk itu membuat Serin berteriak barulah ia lepaskan.
“terlepas dari semua tuduhanmu, aku sangat merasa sama sekali tidak tertuduh. Karna yang harus kamu tau. Perempuan yang berpakaian sepertiku insyaallah tidak pernah melakukan hal apapun yag kamu tuduhkan. Apakah salah jika menggoda suaminya sendiri. Jika menggoda suami sendiri kamu sebut dengan \*\*\*\*\*\*, lalu bagaimana dengan perempuan diluar sana yang sengaja menggoda suami orang. Aku tau mana halal haram, tapi itu kembali paamu terserah apa katamu karna aku tidak merasa dirugikan akan hal itu. Dan satu hal lagi kamu pintat bukan dan pasti mengerti maksud dari perkataannku.! Permisi." Ucapku lalu keluar dari sana diikuti Lena, Hana terkesiap saat Alardo ada disina,memeluknya dengan kawatir.
“aku gak papa.” jawab Hanna.
Hanna juga merasa aneh.. kenapa suaminya tidak memberi tahu kalau dia sudah beristri, tidak Hanna sama sekali tidak meginginkan status didepan seluruh karyawan dan dilakukan dengan berbeda dia sangat tidak suka diperlakukan seperti itu. Dia hanya heran kenapa suaminya tidak menegaskan dirinay telah menikah itu saja. Namun Hanna memilih diam, ia percaya apa yang dilakukan suaminya mungkin demi kebaikan yang tidak ia ketahui.
Seira keluar dan terpaku melihat hal itu, Alardo yang menyadari keberadaannya langsung menyembuyikan Hanna dibalik punggungnya.
“sekali lagi kamu menyakiti wanitaku.. aku tidak akan segan-segan menghancurkan perusahaan ayahmu dan rumah mewahmu itu dan membuat kalian gelandangan seumur hidup!” peringat Alardo, itu bukan ancaman tapi peringatan.
Hanna merasa sedikit kecewa dihatinya kenapa Alardo tidak mengatakan jika dia istrinya, Hanna menepis semua itu agar rasaburuk dihati itutidak merajainya. Dia beristigafar agar segela prasangka tidak memenuhi hatinya.
...TBS...
...Jangan lupa dukungan kalian ya sobat...
...Jazakumullah khair....
__ADS_1