
بسم الله الرحمن الرحيم
...Selamat membaca...
Ketukan dipintu kamar mereka mengusik keasikan 3 wanita berbeda generasi itu yang sedang asik bercerita. Alana mengambil peran membuka pintu dan mempersilahkan tamu itu masuk. Mereka datang dengan membawa tas cukup besar dan barang lainnya. Alana mengambil alih barang lain itu dan menggantungnya di gantungan baju.
“ada apa ummi?” Tanya Hanna penasaran, karna dua orang perempuan datang dengan barag-barang yang heboh.
“bentar ummi bicara dulu sama mereka!” ucap ummi lembut lalu ikut bergabung degan Alana. Selesai berbicara, mereka mengajak dua orang wanita itu mendekati Hanna yang hanya duduk diam menjadi pengamat.
“ayo sayang..! Duduk dimeja rias itu.. Alana juga… karna hari ini ummi dan abi mengadakan pesta.” ucapnya.
“pesta apa um?” Tanya Hanna penasaran.
“ia pesta apa?” Alana ikut-ikutan.
“pesta ada deh. Pokoknya kalian harus tampil secantik mungkin.!” ujar ummi lalu menyuruh para tukang make up handal itu melakukan tugasnya.
“eum mbk.. jangan tebel-tebel ya pinta Hanna lalu mulai membuka cadarnya.
__ADS_1
“gak ah mbk.. mbknya aja gak usah di make up cantik gini.” pujinya merasa menarik sekali wajah clientnya ini, wajahnya mungil, pipi cubby hidung cukup mancung dan mata indah yang lentak dengan lensa mata asli berwarna coklat, kulitnya putih, perpaduan antara imut, cantik dan cukup manis. Dan jangan lupakan wajahnya yang kebulean.
Hanna hampir lelah hanya duduk kaku tak bisa banyak bergerak dan itu hampir 2 jam hanya untuk make up. Ia berharap akan merasakan ini hanya kali ini saja. Jika tidak bermake up tidak memberatkan hati ummi ia sudah menolak mentah-mentah. Sedangkan Alana hanya diam bak putri begitu menikmati.
“ wah akhirnya bulu mataku lentik juga!” pekiknya girang. Yap make up simple tanpa bulu mata palsu dan mencukur alis sudah selesai. Hanna mendesah lega dengan menggerakkan lehernya kekanan dan kekiri karna terasa sangat kaku. Peñata rias itu kembali dengan membawa sebuah gaun berwarna putih yag begitu indah.
“silahkan mbknya ganti baju dulu, setelah itu baru saya pakaikan hijabnya!” suruh mbk Make up yang bernama Ayu. Dan satu lagi yang mendandani Alana bernama Rasti. Juga menyerahkan sebuah gaun yang bentuknya aku tak tau karna sudah keburu berganti baju dikamar mandi. Selesai berganti baju, akukembali duduk dikursi panas itu, dan mbk Ayu mulai melakukan aksinya lagi.
Setelah semua selesai Hanna dan Alana sedang shalat berjamaah berdua shalat isya’ sedangkan ummi sudah selesai dan berganti ummi yang di make up. Alan memandang takjub kakaknya itu walau wajahnya ditutupi cadar namun aura kecantikannya begitu terlihat.
‘kabir nanti pasti jatuh cinta lagi ini.. lihat kakak cantiknya kayak peri’puji Alan dalam hati.
Ketiga wanita itu sudah selesai dirias, mereka kompak dengan gaun berwarna putih. Alan merasa aneh, dengan gaunnya terlihat lebih ribet lah menurutnya karna cukup panjang dan menyapu lantai. Sedangkan milik mereka tidak teralu ribet medolnya sederhana namun tak kalah indah dari Hanna. Hingga lampu kamar mereka padam, ketiganya spontan menggenggam satu sama lian dan beruntunglah jarak mereka juga tidak terlalu jauh, namun kepanikan masih melanda. Hingga lampu kembai menyala diikuti layar proyektor yang mengarah langsung kepada tiga wanita disana yang menatap layar itu. Ummi tersenyum begitupun Alan saat melihat Hanna yang bingung.
‘apa yang ingin lo sampaikan pada istri lo yang lo gengsi buat ungkapin?” Hanna mengenali suara seseorang bertanya itu yang tak lain adalah Daniel. Jantungnya berdebar tak karuan ia mendadak gelisah akan video yang masih baru saja diputar.
‘kenapa gue harus ngomong ke lo” jawaban dari si kaku yang pasti dia tau adalah Alardo dimana kameranya mengarah hanya pada Alardo saja, sepertinya kamera tersembunyi.
‘ayolah Al.. hanya gue yang tau.’paksanya. Alardo menatap Daniel malas namun kemudian matanya menerawang serius.
‘gue… sayang banget sama dia, perempuan teduh gue, perempuan penenang hati gue, perempuan dimana membuat kegelisahan dihati gue hilang gitu aja hanya dengan menatap wajahnya yang tersenyum itu, perempuan yang gue sayangi setelah mommy dan ummi. Perempuan luar biasa yang entah hati gue mungkin sudah mengukir namanya disana. Perempuan yang bisa menembus benteng arrogant gue yang terbilang sangat angkuh. Perempuan yang dimana tidak pernah ngerendahin gue yang terbilang lumpur kotor sedang dia bagai air yang ngebersihin gue dari lumpur itu.’
__ADS_1
‘dia perempuan pertama yang buat jantung gue berdebar, membuat hati gue berhianat sama gue, untuk tidak pernah mau terikat dalam hubungan apapun sama yang namanya perempuan. Dan dia gadis entah dari mana yang datangnya membawa warna baru bagi mutiara hitam pekat seperti gue. Dia mutiara putih yang berkilau dan berharga bagi gue’ luahnya sunguh-sungguh bahkan mata Alardo sudah berkaca-kaca.
‘senyumnya adalah bahagiaku, dan tangisnya adalah lukaku, dan dia perantara tuhan buat ngasih gue kesempatan untuk beneran jadi imamnya, imam shalat maupun imam dalam kehidupannya. Hanna sayang.. kamu tau aku ingin bangun cinta bersamamu. Aku ingin kita bangun rumah surga didunia maupun diakhirat. Aku mau menjadi heromu setelah mendiang kakek. I love you Mrs. Wife’
‘hebat sahabat gue yang irit bicara bisa ngomong panjang lebar begini.. lo hebat Al.. gue salut sama tuh bocah cilik yang udah rubah lo, gue dan paman Anthon kejalan yang benar.’
Air mata Hanna mengalir deras ia lupa sepertinya jika dia mengenakan make up, ia terus menangis bahkan layarpun sudah gelap, ia menangis haru hatinya diliputi rasa bahagia yang luar biasa. Hingga layarkembali hidup, menampilkan seseorang lelaki yang duduk disebrang meja dengan menggenggam tangan penghulu. Dan mengucap kata sacral itu lagi.
“Qabiltu Nikahaha watazwijaha bimahril madzkur haalan’
Sah…
Sah…sah…
Doa untuk pengantin yang diaminkan utuk semua orang lalu gema takbir dan syukur diseluruh penjuru tempat acara itu berlangsung. Hanna kembali menangis ia tidak tau jika akan diberikan kejutan seluar biasa ini. Dia sama sekali tidak menaruh curiga tentang apa yang terjadi ia tidak bisa berkata-kata. Suaminya memang dingin tak bermulut manis. Namun dia menunjukkannya dengan tindakan, tanpa banyak bicara, tanpa banyak janji suaminya langsung melakukannya selagi itu baik.
...Alhamdulilllah...
...Syukron katsiran ...
...Buat kalian para pembaca...
__ADS_1
...Jangan lupa voten dan komen...
^^^LUV kalian^^^