BLACK PEARL

BLACK PEARL
BAB 63


__ADS_3

بسم الله الرحمن الرحيم


.........


...Selamat Membaca...


Aku bangun tepat pukul 3 pagi, menatap istriku yang masih pulas dalam tidurnya, aku terhenyak menatap wajahnya yang pucat. Mendekatkan wajahku dan mencium keningnya pelan menggumamkan kata maaf dengan lirih tidak ingin mengusik tidurnya dan saat dia bangun malah takut padaku dan itu sungguh meremas hatiku membuatku terluka.


Selesai berwudhu’ kubentangkan sajadah menghadap kiblat. Aku berdosa dengan meninggalkan shalat seara sengaja dan miminum minuman itu lagi hanya tentang rasa takutku yang tidak terbukti rasa takut yang merugikanku. Bersujud lama menangis penuh dosa memohon ampunannya karna melanggar hal tersebut. Memohon ampun karna telah menyakiti istriku dan bertingkah tiakmenjadi orang yang bersyukur atas anugrahnya membuatku merasa bersalah pada bayiku..


“ampuni hamba yarabbi.”


Selesai dengan shalatku, aku duduk dikursi samping bed Hanna menatap gundukan perutnya yang cukup besar, menatap dengan mata berkaca-kaca dan entah sejak kapan tangannku sudah berada disana, jantungku berdegup kencang, ini menenangkan, menakjubkan dan mengharukan.


“maafin ayah” lirihku… “bukan ayah tidak pernah menginginkan kamu nak… ayah hanya merasa takut yang seharusnya tidak pernah ayah rasakan.. sehingga hal itu melukaimu, bukan ayah tak menerimamu tapi ayah merasa takut akan menjadi ayah yang buruk untuk kalian. Ayah menyayangimu maaf atas penerimaan diawal. Ayah hanya merasa tak percaya bisa sampai seperti ini.” Lalu menatap Hanna.


“kamu tau.. berfikir untuk menikah saja tidakpernah ayah pikirkan karna menurut ayah memiliki suatu hubungan bersama seorang wanita saja ayah menganggapnya itu sangat merepotkan namun takdir allah luar biasa dan membuat ayah menikah dan lucunya lagi ayah begitu mencintai bunda kalian…” kugigit bibirku menahan isakan.


“lalu tak berhenti sampai disitu allah mentakdirkan dengan memberikan ayah kejutan lagi dengan menghadirkan kamu diperut bunda, saat tau ayah kecewa karna bunda kamu tidak memberitahu ayah, sejak kamu masih kecil dan ayah baru tau kamu sudah sebesar ini, ayah panik dan kawatir takut tidak bisa menjadi ayah yang baik buat kalian… maafin aku sayang… maafin aku.. dan baby maafin ayah.. menyakiti kalian hal terakhir yang tidak pernah ingin ayah lakukan sekarang ayah memiliki dua mutiara yang berharga… sekali lagi maafin ayah ya…” ucapku penuh sesal lalu mencium lama perutnya yang buncit dengan penuh perasaan, haru, sedikit takut da merasa takjub.


Hingga aku merasa sebuah usapan diatas kepalaku, aku membeku sementara lalu menjauhkan wajahku dari perutnya dan menatap dia yang sudah membuka mata, aku berdiam antisipasi tak ingin mengusik ketenangannya lagi.


“kak…” panggilnya lirih, dia tenang tak lagi histeris seperti kemarin aku mendesah lega lalu kuberanikan menggenggam wajahnya lalu menakupkannya dipipiku.

__ADS_1


“maafin aku yang pengecut Han.. membuatmu kembali terluka seperti ini.. tolong maafin aku… kamu tau aku panic saat itu sisi egoisku bersuara dimana aku tidak ingin membagimu dengan yang lainnya. Kamu tau kita baru saja memulainya dan aku masih ingin kita berdua menikmati dunia ini masalah bayi aku ingin hanya saja tidak sekarang, aku masih ingin berdamai dan menyelesaikan masa lalu tanpa menyeret kalian kemasa laluku yang begitu rumit dan pekat seperti muatira hitam yang begitu gelap. Ya aku egois tidak ingin membagimu dengan siapapun. Tapi aku sadar jika baby adalah anugrah untukku lalu aku mulai merasa takut aku tidak bisa menjadi ayah yang baik aku takut melukainya.. maafin aku atas keegoisanku Hanna” jelasku membuat dia menangis.


“kak Rys… pernahkah kakak berfikir aku akan membiarkan kakak menajdi ayah yang buruk, kita akan sama-sama belajar untuk ini, belajar menjadi ayah yang baik, kakak pikir aku tidak takut, takut tidak bisa menjadi ibu yang baik. Namun aku punya kamu kita saling belajar, dan masih ada waktu sekitar 6 bulan untuk kita belajar menjadi orang tua yang baik. Kita keluargamu semua tentangmu adalah milik kita juga, memang masa lalu adalah milikmu, tapi kami bisa membantu utuk keluar dari sana.” Ucapnya lembut. Isakan kecil keluar dari mulutnya.


“aku juga tidak ingin membagimu dengan yang lain.. tapi konteksnya berbeda, kita akan menjadi orang tua yang pastinya kita akan membagi cinta, kasih sayang dan rasa melindungi untuk mereka, karna secara naluriah itu akan ada secaraspontanitas kita lakukan. Dan itu adalah perasaan yang hadir sebagai orang tua. Perasaanku padamu tidak akan berubah insyaallah dan perasaan itu akan bercabang dengan menghadirkan rasa itu kepada mereka” ucapnya lalu membawa tanganku diatas perut buncitnya.


“bukan kamu.. tapi tiga baby, chio kita” aku terbelalak, 3 yaampun luar biasa tubuh mungil sepertinya menampung 3 bocah masyaallah’ seruku takjub dalam hati.


“3 manusia baru eh…” aku terkekeh walau terlihat kaku sungguh ini mengejutkan.


“kita akanbelajar bersama dan menjalani ini dengan menikmatinya jangan terlalu memikirkan suatu hal yang membuat kkak takut dan hal itu menjadi boomerang bagi kakak sendiri. Dan hal itu akan merugikan kakak.. tenang dan berdzikir kita akan berdoa bersama-sama untuk menajdi kedua orang tua yang baik.” Ucapnya dan mengusap tangannya diatas tanganku yang masih berada diperutnya.


“aku menyebut mereka Chio karna mereka adalah anugrah terindah untuk kita, buah cinta kita” beritahunya.


“maaf atas kejadian malam itu yang begitu kasar padamu dan membuat dia terluka akan apa yang aku lakukan.


“aku mafkan kak… tidakada hak dengan menegraskan hati untuk tidakmemaafkanmu padahal allah saja maha pengampun dan pemaaf, aku yang hanya manusia biasa berlaku sombong dengan tidakmemafkan ayah dari anak-anakku” ucapnya yang begitu menenangkan jiwa, kekawatiran dan rasa takut itu kini meluap saat elihat senyum diwajahnya, dan aku mengusap lembut perutnya saat aku merasa perutnya berkedut. Aku menatapnya dan dia malah tersenyum akupun balas tersenyum padanya. Aku naik dan ikut berbaring disebelahnya, dia memelukku dan akupun memeluknya, aku merindukan Hannaku, kini ada sedikit penghalang dibawah sana namun aku menyukainya.


“pantas saja kamu lebih berisi dan sexi.” godaku walau itu memang kenyataan, membuat dia memukul gemas dadaku, aku tertawa akan dia yang salah tingkah.


“kata dokter kamu kurusan..  jadi kita harus berjuang menaikkan berar badan ideal ibu hamil kembar sesuai anjuran dokter nanti.” ucapku semangat.


“eum.. boleh aku bertanya?” tanyanya dan menatapku ragu. Aku mengunci tatapannya dan mengangguk pasti.

__ADS_1


“aku tidak sengaja membaca pesanmu dari Ms. Monica sekertarismu.” dia memberi tahukan isi pesan itu dan aku mulai mengerti keesokannya aku malah keluar dari mobil bersama monica dan saat itu dia berakhir dirumah sakit. Yaallah aku menyakitinya dengan kesalah pahaman dan tentu saja akibat egoku.


“pesan itu ada maksud Hanna, kita akan bertemu klient dihotel tepatnya itu permintaan klient karna klient kita tidak suka keramaian, makanya kalo mau kepoin tuh jangan setengah-setengah itu kamu baca pesan terkhir Monica


” jelasku dan dia mengerucutkan bibirnya sebal.


“dan kenapa Monica keluar dari mobilku kita tidak hanya berdua ada Rendi juga disana. Mereka itu dalam proses kencan Han. Mobil Rendi mogok ditengah jalan jadi aku sekalian membawa mereka. Lagian untuk apa aku cari perempuan lain lah dirumah masih utuh gak habis-habis.. aku gak habis-habis mencintaimu.” ucapku merasa geli sendiri dan dia tertawa ouh duniaku kembali batinku meliat dia tertawa adalah halterindah yang aku dapatkan.


“aku juga gak habis-habis mencintaimu” ujarnya dan memandangkupenuh cinta.


“maaf sudah mabuk dan membuat kamu kecewa, lagi.” dia mengangguk.


“namun jika sedang marah jangan pernah lari kehal itu lagi.. berwudhu’lah agar amarah itu tidak merajai hati. Seperti api jika kita ingin memadamkannya tapi kita menambahkan api lagi didalamnya maka apinya akn bertamah besar, namun jika kita memadamkannya dengan cara menyiramkan air maka api akan padam seketika begitupun dengan amarah, jika kita ladeni dan mengikuti nafsu kitayang dirugikan bukan hanya kita orang lainpun ikut dirugikan. Namuan jika kita menepis amarah itu sekuat tenaga dan berwudhu’ bukan kita yang rugi kita diuntungkan biasanya saat marah bisa menghancurkan apa saja namun jika kita memilih diam dan berwudhu’ pahalnya dapat dari kita berwudhu, tuh  kan rugi kalo ikutin nafsu” jelasnya dan aku mengangguk setuju.


...


...


TBS


...Jangan lupa vote kalian ya sobat...


...Dan tetap jadikan al-qur'an sebagai pedomn dan bacaan utma kalian....

__ADS_1


...Jazakallah khair....


__ADS_2