BRIDESMAID

BRIDESMAID
FELIPE-VALERIA


__ADS_3

Ting..


Tiba-tiba Felipe menggendong tubuh Valeria ala bridal style memasuki presidential suite room, tempat mereka menghabiskan malam pernikahan. Valeria kaget, namun ia segera melingkarkan tangannya pada leher suaminya.


Sepanjang lorong menuju kamar, suasana romantis terasa sekali. Sudut kiri dan kanan dipenuhi bunga Lilac yang terlihat berkilau karena cahaya lilin beraroma harum yang berbaris sebagai penerangan menuju kamar.


Hingga keduanya memasuki kamar mewah berukuran luas. Lagi-lagi menyeruak harum bunga yang menggugah selera untuk bercinta berlama-lama dengan pasangan.


Felipe menurunkan tubuh Valeria tepat di depan tempat tidur berukuran king size dengan balutan seprai berwarna putih bersih. Tangan Felipe membuka satu persatu aksesoris yang menghiasi rambut indah berwarna caramel milik istrinya. permata hingga veil yang terjuntai satu persatu di lepaskan Felipe.


Tubuh keduanya begitu dekat, Valeria bisa mendengar nafas menderu suaminya begitu pun Felipe dapat mendengarkan hembusan nafas istrinya yang tercekat.


Begitu semua aksesoris itu terlepas, rambut panjang Valeria terjuntai sangat indah. Felipe tidak bisa menahan dirinya lagi, laki-laki itu langsung menyerang istrinya yang sedang berusaha melepaskan tuxedo yang masih melekat di tubuhnya.


Diserang sedemikian rupa, membuat Valeria kelimpungan. Spontan ia membuka mulutnya. Felipe tidak menyia-nyiakan kesempatan yang datang padanya. Ia melahap bibir Valeria hingga dalam. Membuat tubuh Valeria bergidik dan bergetar hebat menahan gelanyar yang di sebabkan oleh ciuman liar Felipe.


"Ahh ..


Suara lenguhan lolos dari bibir Valeria.


"Aku terlalu menginginkan mu sayang. Sudah lama sekali aku menantikan saat-saat ini. Malam ini kita akan mereguk kenikmatan yang sempurna", bisik Felipe ditelinga Valeria yang terdengar serak sangat seksi.


Valeria memejamkan matanya, merasakan sensasi sentuhan tangan Felipe menyusuri tubuhnya yang masih tertutup gaun pengantin.


Perlahan Valeria membuka matanya, menatap kedua netra biru terang suaminya yang juga sedang menatapnya dengan pandangan memuja.


Tangan Valeria mengusap bahu berotot Felipe dan perlahan jemari lentiknya melanjutkan pekerjaannya melepaskan tuxedo berwarna putih yang menjadi stelan luaran.

__ADS_1


Begitupun jemari tangan Felipe membuka pengait gaun pengantin istrinya, tanpa sedetikpun mengalihkan tatapan mata keduanya. Satu persatu jemari Valeria membuka kancing kemeja yang mencetak sempurna tubuh atletis Felipe. Dengan tergesa menarik kemeja berwana putih itu lepas dari tubuh Felipe.


Beberapa kali Valeria menelan salivanya sendiri dengan susah payah, menatap memuja pahatan sempurna tubuh laki-laki yang sekarang telah sah menjadi suaminya. Jemari lentik Valeria bergerak menyusuri tubuh bagian depan Felipe. Bergerak mengusap dada yang tercetak sempurna hingga mengusap lembut perut sixpack dan memutar jemari tangannya menyusuri dada bidang di hadapannya. Valeria sudah begitu bergairah, matanya semakin berkabut dan membuka mulutnya.


Sementara Felipe berhasil melucuti gaun pengantin Valeria hingga teronggok di lantai. Yang tertinggal di tubuh putih mulus itu hanya bra berwarna putih dan panties berwarna senada. Tak mau mengulur waktu, Felipe membuka pengait bra Valeria, dalam sekejap bra yang menutupi dada Valeria terlepas.


Tubuh seksi Valeria untuk yang pertama kalinya terpampang di hadapan Felipe. Laki-laki itu menatap lekat setiap jengkal tubuh indah nan seksi istrinya dengan penuh kekaguman. "Sudah berapa pria yang melihatnya?", bisik Felipe di depan bibir Valeria.


"Suamiku yang pertama", jawab Valeria dengan lembut.


"Kau yakin, hem?", balas Felipe sambil mengusap lembut bibir merah muda istrinya.


Valeria menatap manik biru terang di hadapannya. Membalas sentuhan Felipe dengan jari tangannya "Sangat yakin. Karena tubuh ku akan aku berikan sepenuhnya untuk laki-laki yang sangat aku cintai dan menjadi suamiku".


Felipe merasakan sentuhan jemari lentik Valeria di dadanya, membuat tubuh begitu panas. Ditambah baru saja mendengar perkataan istrinya, semakin membuat laki-laki itu sulit mengontrol dirinya.


Tubuh Valeria bergetar hebat, kakinya terasa lumpuh layu. Seandainya Felipe tidak memegang pinggangnya mungkin tubuhnya sudah ambruk di lantai. Sepertinya persediaan oksigen dikamar itu menipis, Valeria merasakan dadanya begitu sesak. Apalagi tanpa ampun jemari-jemari Felipe meraup gundukan kenyal miliknya. Mulut Felipe bergantian mengulum puncaknya yang menantang dan keras.


"Ahh... Felipe"


Suara de*ahan lolos dari bibir Valeria, saat merasakan tangan suaminya meremas dan mencubit puncak dadanya.


"Kau sangat indah sayang", ucap Felipe sambil mengusap lembut puncak yang menantang dihadapannya. Felipe kembali mencium bibir Valeria.


"K-au curang", lirih Valeria sambil membuka sabuk dan menurunkan celana panjang suaminya.


Tersisa boxer berwarna hitam yang menutupi inti Felipe yang terlihat sudah sangat menonjol. Seperti ada ular berukuran besar yang meringkuk didalamnya.

__ADS_1


Valeria duduk ditepi tempat tidur dan menurunkan boxer yang masih menutupi inti Felipe. Mulutnya spontan mengeluarkan suara desisan saat melihat milik suaminya berukuran besar dan keras berdiri tegak menantang.


Felipe membaringkan tubuh istrinya. Felipe melucuti kain terakhir yang menutupi inti Valeria, panties berenda berwarna putih. Terlihat senyum samar dibibirnya melihat tubuh polos istrinya yang begitu indah di atas tempat tidur berikan king size.


Valeria susah payah menguasai dirinya yang sudah berkabut gairah saat melihat tubuh polos Felipe. Tubuh yang begitu sempurna. Terutama saat menatap bagian bawah yang berdiri begitu perkasa dan menggoda sedari tadi. "Akh—"


Felipe menatap lembut kedua netra Valeria, ia mensejajarkan wajahnya pada wajah istrinya yang terlihat semakin memutih. Felipe kembali membuai dan mengusap lembut puncak dada Valeria. Di sentuh seperti itu membuat Valeria menggigit bibir bawahnya menahan letupan gairah yang menguasai dirinya.


Felipe kembali mencium bibir hingga dada dan memainkan lidahnya yang basah di puncak dada Valeria.Meninggalkan tanda merah di sana. Menghisap kuat dan memberikan gigitan kecil di puncaknya.


"Akh sayang jangan di gigit, sakit". Valeria berulang kali mengerang dan menyebut nama Felipe dengan begitu lirih.


Felipe semakin menurunkan ciumannya hingga ke inti Valeria. Jemari tangannya membuka lebar-lebar kedua paha Valeria yang berusaha menghentikan Felipe dengan merapatkan pahanya. Felipe menatap takjub inti istrinya yang berwarna merah muda. Dan begitu menggugah hasrat ingin merasakannya semakin mendalam.


Untuk pertama kali Felipe ingin merasakan didalam sana dengan mulut nya. Untuk yang pertama ia ingin merasakan tubuh wanita hingga kedalam-dalam nya, membuka kedua paha yang di rapatkan Valeria. "Jangan di tutup sayang, aku ingin merasakan kenikmatan yang ada pada tubuh mu", ucap Felipe dengan suara terdengar serak.


Detik berikutnya..


"Ah...Akh"


Valeria men*esah tak karuan saat merasakan lidah suaminya bermain-main di intinya. Valeria menjerit sambil meremas kuat seprai berwarna putih. Sesekali ia mengangkat wajahnya menatap apa yang di lakukan suaminya di bawah sana hingga wanita itu merasakan miliknya berkedut meledakkan sesuatu. Valeria menjerit lirih, namun bukannya menghentikan aktivitas nya, Felipe semakin menjadi menggelitik milik Valeria dengan lidahnya yang basah.


"Owh God, sayang aku mohon hentikan! Kau membuatku ingin meledak". Racau Valeria mengelijang sementara tangannya menekan kepala Felipe, sesekali meremas rambut nya.


...***...


JANGAN KOMPLAIN YA, BAB INI SENGAJA AUTHOR PECAH KARENA KALAU DI GABUNG CHAPTER NYA PANJANG BANGET TEMBUS 2500 KATA.

__ADS_1


TAPI TENANG SAJA AUTHOR LANGSUNG UP BAB SELANJUTNYA. SEMOGA CEPAT PUBLISH NGGAK PAKE LAMA DI REVIEW NYA 🙏


__ADS_2