
Alana memesan banyak menu makanan di sore hari menjelang senja. Bahkan yang di pesannya jenis menu berat semua Appetizer dan main course.
Smoked salmon canapes yang terbuat dari salmon dan roti pumpernickel. Kemudian
Coq au Vin, ayam jantan yang di masak mengunakan wine merah. Selanjutnya Alana memesan Confit de Canard, paha bebek yang di masak hingga tiga puluh enam jam lamanya, rasanya sangat lezat.
Tak ke tinggalan alana memesan Escargot yaitu menu siput yang terkenal di Prancis.
Luca merasa aneh dengan istrinya memesan makanan sangat banyak tidak seperti biasanya. Namun Luca tidak bertanya. Mungkin Alana sangat kelaparan saat ini sehingga wajar ia memesan banyak makanan.
Sementara Luca hanya memesan Vol au vent saja, puff pastry lembut dengan isian manis dan gurih serta segelas espresso hangat.
Luca menatap lekat Alana yang makan sangat lahap, bahkan sampai terbatuk-batuk. "Sayang pelan-pelan, kenapa kau makan sangat buru-buru sekali? Apa kau sangat kelaparan, hem?", tanya Luca memberikan botol air mineral yang sudah dibukanya.
"Iya Luc aku sangat lapar. Aku tidak tahu kenapa sekarang sangat mudah lapar seperti ini. Padahal aku biasanya sangat tahan makan hanya satu kali saja sehari. Hal yang sering aku lakukan saat pekerjaan ku sedang banyak. Beberapa hari ini aku selalu kelaparan", ucap Alana sambil melanjutkan makannya dengan lahap.
Saat makan siput bahkan terdengar suara khas orang sedang menghisap dari cangkangnya.
__ADS_1
Luca menatap Alana sambil tangannya menopang wajahnya. Ia lucu melihat istrinya seperti sudah berhari-hari tidak makan saja. Padahal Luca paling benci makan siput, tapi melihat Alana sangat lahap begitu membuat Luca tersenyum sendiri.
"HM lezat sekali. Luc kau harus mencobanya", ucap Alana menatap suaminya yang masih terlihat lucu dengan tingkah Alana.
Alana mengambil isi siput dan menyuapkannya pada Luca. Tentu saja Luca tidak mau. "No Lana, aku tidak suka makan siput. Apalagi melihat mu makan seketika membuat perut ku menjadi kenyang", ucap Luca menolak Escargot yang disuapkan Alana padanya.
Mendapatkan penolakan Luca, membuat Alana mencebikkan bibirnya. "Ya sudah kalau tidak mau, dengan senang hati aku akan menghabiskannya", ketus Alana.
Luca tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Ia menyentuhkan ibu jarinya pada ujung bibir Alana karena ada saus yang menempel. "Aku aneh melihat mu makan sebanyak ini sayang, tidak seperti biasanya", ucap Luca tersenyum.
"Lain kali jika sudah tiba waktunya makan, kau harus makan. Tinggalkan pekerjaan mu. Kesehatan tubuh yang paling penting. Kau mengerti maksud ku kan?".
*
"Lauraaa...Ayo bangun!!! Kau sudah tidur seharian. Kau ini benar-benar tidak berguna", ketus Antoinette kesal melihat anaknya masih saja tidur di sofa hotel di kota Trapani tempat ia dan Laura menginap.
"Kita membutuhkan uang Laura. Atau kalau tidak... kau mau jadi gembel, hah?", teriak Antoinette kesal.
__ADS_1
"Mandi sana! Kau harus pergi menemui tuan Escobar dari Mexico. Ia menawarkan pekerjaan pada mu", Ucap Antoinette mengingatkan putrinya itu.
Ya tujuan Antoinette dan Laura berada di kota Trapani tak lain untuk berbisnis. Antoinette menawarkan berlian-berlian miliknya pada teman-temannya, sementara Laura yang sepi job harus mencari peluang pekerjaan supaya ada perusahaan yang mau mengontraknya lagi.
Laura bangkit dari sofa. "Iya aku tidak akan lupa menemui tuan Escobar".
"Kau harus segera berada di atas lagi, agar bisa membalas Alana dan Luca. Kau harus menghalalkan semua cara Laura. Rayu tuan Escobar agar mau memberikan apapun pada mu", ucap Antoinette mengajari putrinya itu.
Laura menatap tidak suka pada Antoinette. "Maksud mu aku harus tidur dengan tuan Escobar? No mom...aku tidak mau itu sangat menjijikkan, laki-laki tua dengan tubuh pendek dan perut buncit seperti itu bukan seleraku mom! Aku tidak mau tidur dengannya. Aku memang membutuhkan pekerjaan tapi aku masih memilih dengan siapa aku tidur, bukan laki-laki menjijikkan itu, mom. Lebih baik aku pengangguran daripada tidur dengan laki-laki seperti Escobar".
Mendengar jawaban putri nya, membuat Antoinette menghunuskan tatapan tajam pada Laura. "Bodoh. Jangan bermain hati Laura, yang paling penting laki-laki itu bisa mengangkat pamor mu lagi. Kau bisa mendapatkan kontrak eksklusif dan menjadi brand ambassador lagi di perusahaan milik tuan Escobar".
"Dengarkan mom kali ini. Kau harus tahu Laura, tadi mommy melihat Alana dan Luca di restoran Prancis tempat ku dan teman-teman bernegosiasi. Luca sangat menunjukkan cintanya untuk wanita itu. Jadi kau harus segera berada di puncak lagi agar bisa membalas perbuatan Alana pada mu. Kau mengerti hah?"
Terlihat Laura sangat kesal mendengar ucapan Antoinette. Hatinya panas dan bergemuruh. "Iya mom, aku setuju dengan semua ide mu. Aku ingin melihat Alana hancur, dan Luca meninggalkan nya sama seperti yang aku alami.
...***...
__ADS_1
TERNYATA LAURA SANGAT DENDAM DENGAN ALANA.
PENASARAN DENGAN KELANJUTANNYA? KIRIM VOTE KOPI KOMEN DAN LIKE YA 🙏