BRIDESMAID

BRIDESMAID
KUATIR DENGAN DANTE


__ADS_3

Sinar matahari pagi menyentuh wajah Dante. Laki-laki itu membuka matanya saat menyadari ia tidak berada di kamarnya.


Dante menyugar rambutnya memakai tangan kirinya dan tersenyum saat menyadari Laura tidur pulas dalam dekapannya masih dalam keadaan polos. Semalam keduanya mereguk kenikmatan bercinta untuk yang pertama kalinya. Bahkan mengulanginya lagi sebanyak dua kali setelah terjaga di malam hari hingga menjelang fajar.


Keduanya saling memenuhi kebutuhan biologis. Seakan sudah menjadi candu, hanya sentuhan kecil saja bisa berakhir menjadi percintaan panas dan liar.


Dante mengecup puncak kepala Laura. Dan mengusap punggungnya. Laura membuka matanya saat merasakan ada yang menyentuh tubuhnya.


"Sayang, kau sudah bangun? HM...apa aku kesiangan bangun nya?"


"Tidur lah lagi, kau pasti kelelahan", ujar Dante mendekap tubuh Laura.


"Tapi aku belum membuat sarapan untuk mu, Dante", jawab Laura terlihat masih malas-malasan. Ia hendak beranjak dari tempat tidur dengan tubuh polos duduk di tepi tempat tidur.


Melihat Laura begitu menggoda tidak akan di diamkan saja oleh Dante. Laki-laki itu melingkarkan tangannya ke perut Laura. "Aku tidak meminta mu membuatkan makanan untukku di pantry. Karena aku sudah memiliki makanan ter nikmat di sini", goda Dante sambil merebahkan tubuh Laura dan mengungkung tubuh seksi itu di bawah tubuhnya.


"Dante, sekarang sudah siang. Bukankah kau harus kerja?", ujar Laura melebarkan kedua matanya saat merasakan mulut Dante mengulum puncak dadanya.


"Oh my god, Dante yang benar saja kita sudah bercinta tiga kali semalam. Tubuh ku masih kelelahan. Apa kau tidak lelah?"


"Aku tidak akan bosan menjamah tubuh mu, Laura", ucap Dante.

__ADS_1


Laura menatap lekat wajah Dante dan mengusap rahangnya. "Dante, dari semalam aku menanyakan siapa wanita yang bersama mu di foto itu? Bahkan kau tidak menjawabnya".


Dante membalas tatapan Laura dan menghela nafas nya. Seperti tidak berminat membahas nya Dante duduk bersandar di punggung tempat tidur. Laura menyadari perubahan kekasihnya itu. Laura menarik selimut menutupi tubuhnya. Ia pun duduk menyandarkan punggungnya di sebelah Dante.


"Ada apa Dante, kenapa tiba-tiba kau berubah?"


"Ia adik ku, Laura. Adik ku satu-satunya", jawab Dante terlihat sedih.


"Dimana adikmu sekarang?", tanya Laura menatap kekasihnya itu.


"Marcella, sudah meninggal dunia dua tahun yang lalu karena kecelakaan mobil bersama tunangannya. Aku sangat menyayangi adikku itu. Kalau ia masih hidup usianya sekarang dua puluh empat tahun. Sama seperti mu".


"Aku merasa bersalah karena aku yang meminta mereka menemui ku di hari naas itu. Siapa sangka beberapa jam sebelumnya adalah percakapan terakhir ku dengan Marcella di telpon".


Sesaat keduanya terdiam.


"Lau, ada yang ingin aku bicarakan pada mu. Aku harap kau tenang. Kemarin ibu mu menemui aku di kantor", ujar Dante menatap Laura.


"A-pa? Apa wanita itu berada di Milan? Jangan katakan uang menjual ku sudah habis".


Sesaat Laura terdiam dan berpikir.

__ADS_1


"Sayang, bagaimana ia tahu tentang mu?", selidik Laura menatap Dante.


"Sepertinya ia bekerja sama dengan Escobar. Ia memintaku menyerahkan mu padanya. Bahkan ia mengancam akan melaporkan aku dan Alex ke pihak berwajib", jawab Dante.


"Dasar wanita jahat. Pasti sedang membuat rencana baru lagi untuk mendulang uang yang akan di nikmati nya sendirian".


"Tenanglah, mommy mu tidak akan berhasil dengan rencana barunya. Aku sudah mengancamnya. Aku sudah memberi tahu hubungan kita. Dan aku katakan bahwa kau tidak butuh restunya karena kau hanya membutuhkan restu dari ayah mu", ujar Dante tersenyum sambil mengusap lembut wajah Laura.


"Ada satu lagi yang ingin aku katakan. Semalam aku pulang terlambat karena di perjalanan pulang ada yang mengikuti mobilku. Sehingga kami tidak mengambil jalan ke apartemen untuk mengecoh penguntit itu".


Laura melototkan matanya. Terlihat wajahnya pucat pasi dengan tubuh bergidik.


"Sayang, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan mu. Kapan bajingan itu di tahan, Dante. Aku sudah tidak tahan dengan kekuatiran ini jika laki-laki itu masih bebas berkeliaran di luaran sana. Ia bukan hanya mengancam ku tetapi berbahaya untuk mu".


"Tenanglah. Lihatlah aku baik-baik saja. Kau juga aman tinggal di sini, Alex sudah menambah keamanan di luar kamar"


"Ayo kita berendam saja sekarang. Hari ini aku ingin bersamamu tidak akan kekantor".


"Sayang, bukankah kau banyak meeting?"


"Biarkan saja ada Alex yang akan menggantikan aku. Aku ingin bersama mu seharian ini", ujar Dante penuh makna.

__ADS_1


...***...


KALAU ADA TYPO BESOK YA DI REVISI, UDAH NGANTUK 😴😪


__ADS_2