
"Yes..."
"Bersulang untuk keberhasilan film ini", ucap kru antusias.
Alana dan tim nya baru merampungkan scene penting yang merupakan plot twist di film bertema romantis besutan nya. Wajah lelah terbayar dengan hasil yang memuaskan.
Saat ini Alana dan tim editing masih terlihat bekerja sementara kru lain yang sudah selesai bekerja sepenuh hati dari pagi hari hingga sore begini di berikan break sambil menikmati wine dan makanan yang tersedia untuk mereka.
Terlihat mobil mewah berwarna hitam memasuki lokasi syuting. Dan berhenti tepat di depan rumah yang di jadikan lokasi syuting.
Para kru yang melihat kedatangan Luca memberi salam dengan hormat. Luca tersenyum tipis dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
Saat Luca masuk ke dalam rumah, terlihat Alana sedang membereskan perlengkapannya. Ia berbincang-bincang sesaat dengan Robert asisten sutradara yang nampak mengangguk-angguk kan kepalanya. Tak lama kemudian Alana melihat kedatangan suaminya. Ia pamit pulang duluan pada semuanya yang tetap akan melanjutkan syuting scene di malam hari yang akan di koordinir oleh Robert, karena alurnya terbilang mudah.
Luca, selalu meminta Alana tidak terlalu lelah. Ia tidak mau Alana sakit karena kelelahan apa lagi sejak mereka pulang dari perkebunan De Alma Luca mengajak istrinya mengikuti program hamil. Dan menurut diagnosa dari dokter kandungan Alana dan Luca dinyatakan dalam kondisi baik saja, namun tetap harus menjaga stamina dengan baik.
Setiap selesai syuting Luca selalu menyempatkan untuk menjemput istrinya. Kru dan artis pendukung sangat mengagumi keduanya. Pasangan yang saling menyayangi dan memberikan support satu dan yang lainnya.
"Luc...aku sangat ingin makan makanan Prancis sekarang. Maukah kau menemaniku? perutku sangat kelaparan sekarang, aku melewatkan makan siang ku".
__ADS_1
"Sayang... apa-apaan kau ini, kenapa bisa lalai begitu, hem?", ketus Luca menolehkan kepalanya menatap Alana yang duduk di sampingnya di jok belakang. Sementara mobil dikendarai oleh sopir Luca.
"Kami syuting banyak scene hari ini, aku ingin cepat menyelesaikan proyek film kau Luc. Agar kita bisa ke Milan dan melakukan syuting di perusahaan mu".
"Ck...kau ini. Sudah berapa kali aku mengingatkan mu, masalah aku kerja dari sini tidak akan menyebabkan aku bangrut Lana. Aku sendiri yang ingin melakukannya, bekerja dekat dengan mu. Yang pasti aku tidak ingin kau kelelahan dan menghambat kehamilan mu. Kau ingat kan dokter sering mengatakan itu", tegas Luca sedikit kesal pada Alana.
Sesaat kemudian keduanya saling diam. Luca mengambil iPad-nya dan membuka email yang sudah di kirim asistennya Matte, melaporkan keadaan perusahaannya di Milan yang rutin di informasikan Matte setiap sore. Kemudian Luca lah yang akan mengambil keputusan-keputusan selanjutnya.
Alana tahu Luca kesal padanya. Semenjak menikah Alana tahu, jika marah Luca lebih banyak mendiamkannya dan membenamkan diri nya dengan pekerjaannya di ruang kerja.
"Maafkan aku sayang, jangan berlarut marah pada ku. Mulai besok aku tidak akan lalai lagi soal makan", ucap Alana sambil mengecup lembut rahang Luca.
"Sekarang ayo turun. Kau harus makan yang banyak. Kita sudah sampai di restoran Prancis".
Alana tersenyum. "Iya sayang, terima kasih kau selalu menuruti permintaan ku", balas Alana sambil bergelayut manja di lengan Luca memasuki restoran Prancis mewah yang berada di pusat kota Palermo.
"Prok...
"Prok...
__ADS_1
"Prok...
"Lihatlah pasang pengkhianat ini, selalu hidup berpura-pura. Pura-pura bahagia, pura-pura saling mencintai..."
Terdengar suara perempuan paruh baya dengan keras dan menggelegar memenuhi ruangan restoran mewah tersebut.
Alana dan Luca seketika menatap wanita itu. Dan menarik nafas dalam-dalam saat melihat sosok Antoinette berdiri tak jauh dari Alana dan Luca. Kondisi restoran yang seharusnya hening dan nyaman seketika menjadi riuh.
Antoinette sedang bersama dengan teman-teman sosialita nya. Di kota Trapani. Teman-temannya tidak menyangka Antoinette dengan lantang bertindak seperti itu. Mereka tahu siapa Luca Barzini Corleone calon suami Laura putri Antoinette karena wanita itu selalu pamer ke semua orang bahwa Laura akan menjadi istri miliader muda asal kota Milan, Luca Barzini Corleone.
Tindakan Antoinette menyebabkan beberapa temannya tidak nyaman dan memilih pulang meninggalkan restoran tersebut. Mereka tidak mau berurusan dengan Luca. Yang bisa dengan mudah menghancurkan perusahaan suami mereka.
"Usir wanita gila itu", perintah Luca pada pelayan yang ada di sekitar mereka. Tak lama kemudian terlihat manajer restoran meminta Antoinette menjaga sikapnya, atau kalau tidak keamanan akan menyeretnya keluar.
"Aku pastikan kau tidak akan mendapatkan kebahagiaan mu dengan wanita pembawa sial itu, Luca! Kau akan menyesal meninggalkan putri ku Laura", teriak Antoinette. Kemudian menghentakan kakinya dengan kesal keluar restoran.
"Dasar wanita gila, merusak mood ki saja"
...***...
__ADS_1
INI BAB KE TIGA UP YA, JIKA MASIH MAU UP LAGI. KIRIM VOTE DAN KOPI 🙏