
Felipe mengerjap-ngerjapkan matanya saat merasakan ada yang bersandar di dadanya dan memeluk pinggangnya.
Felipe mengusap punggung kekasihnya itu. Semalaman keduanya berbagi cerita kehidupan masing-masing di selingi dengan bercumbu ringan, sambil menikmati cemilan berciuman dan berpelukan mesra. Namun tidak melampaui batasan.
Saat jemari tangan Felipe semakin jauh bergerak, Valeria mengingatkan nya. "Belum waktunya, sayang".
Dan Felipe menjawabnya, "Tidak ada yang aneh kan sepasang kekasih bercinta sebelum pernikahan. Toh sama saja sekarang atau nanti", ujar Felipe semalam.
"Tapi aku ingin memberikan sesuatu yang istimewa pada suamiku di hari pernikahan nanti", jawab Valeria.
"Kau membuatku penasaran saja, kau membuatku tidak sabar menikahi mu", balas Felipe sebelum keduanya terlelap sambil berpelukan mesra semalaman.
Harum lembut rambut dan tubuh Valeria sangat di sukai Felipe. Ia mengecup lembut pucuk kepala gadis itu.
Merasakan kehangatan tubuhnya, membuat Valeria membuka kelopak matanya perlahan. Dan tersenyum bahagia saat ingatannya telah terkumpul. Valeria mengenadahkan wajahnya menatap laki tampan yang juga sedang menatapnya.
"Good morning, honey. Bagaimana tidur mu?", tanya Felipe sambil mengusap wajah halus kekasihnya itu.
Valeria tersenyum manis seperti biasanya. Mata bulat indah sangat disukai Felipe. Salah satu yang membuat laki-laki itu jatuh cinta pada pandangan pertama pada Valeria.
__ADS_1
"Sangat nyenyak, tidak seperti biasanya yang akan membuat ku terjaga di malam hari. Semalam porsi tidur terbaik ku karena dalam dekapan hangat laki-laki yang aku cintai", jawab Valeria tanpa malu-malu lagi mengungkapkan perasaannya.
Felipe tersenyum mendengarnya. "Kalau begitu aku akan segera menemui orang tua mu agar porsi tidur putrinya semakin baik", goda Felipe membalikkan tubuhnya menindih tubuh Valeria.
Felipe mencium lembut bibir kekasihnya itu. Pun Valeria meresponnya dengan membuka mulutnya dan melingkarkan tangannya pada leher Felipe.
"Sayang, apa punggung dan bahu mu masih sakit?", tanya Valeria sambil mengusap rahang Felipe.
"Tidak lagi, karena kau merawat ku dengan sangat baik. Aku ingin kau merawat ku tidak hanya dua hari saja Vale . Aku ingin kau merawat ku selama hidup ku, dan aku juga akan menjaga dan melindungi mu selama hidup ku. Ayo kita segera menikah", ucap Felipe kembali me*umat bibir Valeria yang bergetar. Keduanya berciuman mesra, bergantian saling tindih dan berguling-guling di tempat tidur berukuran besar itu.
Sesaat Valeria yang berada di atas tubuh Felipe menatap wajah tampan Felipe yang berada tepat dibawah wajahnya. "Yes yes yes sayang. Aku mau menikah dengan mu", jawab Valeria dengan yakin. Valeria mencium wajah Felipe bertubi-tubi sambil tertawa bahagia. Tentu saja ia bersedia menerima laki-laki itu sebagai suaminya. Felipe selalu memenuhi pikirannya selama sebulan ini, sejak pertama kali melihatnya.
"Felipe, apa kau serius dengan ucapan mu? Aku hanya break dua hari, besok aku harus menyelesaikan syuting".
"Luigi Felipe Calderón, tidak pernah main-main dengan ucapannya. Flaco akan mengurus penerbangan kita. Besok pagi-pagi kita kembali lagi ke Milan, aku akan menghubungi Luca. Kau bisa melanjutkan syuting mu setelah kita tiba dari Florence".
"Ah Felipe, ternyata kau suka sekali memberikan kejutan. I love you".
"Aku juga mencintaimu Valeria. Setelah menemui orang tua mu, aku akan mengenalkan mu pada kedua orang tua ku. Dengan mommy kau sudah berkenalan waktu di restoran. Dengan daddy kau juga harus mengenal nya".
__ADS_1
Terlihat wajah Valeria menegang. "Bagaimana kalau orang tua mu tidak menyukai ku, Felipe. Aku sangat gugup", ucap Valeria menatap lekat wajah tampan kekasihnya yang berada tepat di depan wajahnya.
"Tenanglah. Kau ingat bagaimana mommy mengenalkan mu pada teman-teman nya waktu itu kan. Ia sangat bangga pada mu. Begitupun daddy akan seperti itu. Bagi orang tuaku yang penting aku menikah dengan wanita baik-baik itu sudah membuat mereka bahagia. Mengingat usia ku sudah matang, apalagi pemberitaan di luaran mengatakan aku suka sesama jenis karena tidak pernah terlihat memiliki kekasih membuat orang tua ku gencar menjodohkan pada anak teman-temannya".
"Aku yakin kau di terima sangat baik di keluarga ku", ucap Felipe yakin.
Mendengar perkataan Felipe membuat Valeria bahagia. Tangannya melingkar di leher Felipe dan mencium lembut bibir laki-laki itu. "Aku mencintaimu.."
"Aku juga mencintaimu Valeria", jawab Felipe sambil membalas ciuman mesra gadis itu.
"Apa kita latihan saja pagi ini, sebelum menikah, hem", goda Felipe sambil me*umat bibir ranum Valeria sementara jemari tangannya menyelusup di cela baju tidur Valeria dan mengusap lembut puncak dada Valeria.
"Sayang, jangan melampaui batasan", bisik Valeria di sela buaian-buaian mesra Felipe.
"Hm...Aku hanya bermain-main di sisi saja", jawab Felipe kembali mencium bibir Valeria sementara jemari tangannya mencubit puncak dada Valeria membuat gadis itu memejamkan matanya menikmati buaian kekasih hatinya.
...***...
DAH NANTI LAGI 🤭😀
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏