
"Wanita itu menabrak ku di depan perusahaan mu ini. Ia salah memberikan iPhone miliknya ini padaku. iPhone milik ku dengannya. Sial sekali hidupku hari ini", ucap Felipe kesal sambil berdiri dan berkacak pinggang.
"Tinggal kau hubungi saja nomor mu melalui handphone itu".
"Masalahnya harus memasukkan password. Membuat hari ku buruk saja. Mana mommy tak berhenti berusaha menjodohkan aku dengan anak temannya. Zaman sudah maju masih saja melakukan perjodohan", ucap Felipe kesal menyandarkan kepalanya pada punggung sofa.
"Kenapa tidak berkenalan saja dulu, siapa tahu gadis itu cantik cocok dengan selera mu. Lihatlah aku dan Alana", ujar Luca.
"Kalian berbeda. Kau dan Alana bertemu sendiri, kau di jodohkan dengan Laura. Kau juga menolak nya kan".
Luca tersenyum mendengarnya. Felipe benar juga batinnya. Luca menekan tombol intercom yang terhubung dengan Casandra sekertarisnya. Luca minta di pesankan makan siang untuk ia dan Felipe.
Luca beranjak dari kursi kebesarannya dan duduk di hadapan Felipe yang menatap layar handphone yang tertukar.
"Kenapa kau terus-terusan melihat handphone itu kalau kau tidak bisa menghubungi handphone mu".
"Wanita ini cantik juga. Ia mampu membuatku ku terdiam dan terpana. Bagaimana caranya aku menemukan wanita itu di perusahaan sebesar ini. Ia bilang harus buru-buru, karena sudah di tunggu orang. Uh dasar wanita ceroboh", ucap Felipe sambil mengusap dagunya.
"Itu kau bisa melihat fotonya", ujar Luca sambil meminum jus alpukat yang di berikan sekertarisnya beberapa saat yang lalu.
"Ia memasang wallpaper dirinya di layar", jawab Felipe menunjuk dengan dagunya pada handphone yang ada di atas meja, lampu LCD masih dalam posisi hidup layarnya.
Sekilas Luca menatap gambar wanita. Ia mengambil handphone itu dan menatapnya. "Valeria Pierre?".
__ADS_1
Seketika Felipe menegakkan posisi duduknya. Dan menatap tajam Luca. "Kau mengenalnya Luc?", tanya Felipe sumringah.
"Tentu saja. Saat ini pasti ia sedang bersama Matte. Ia teman istriku. Alana memilih Valeria menggantikannya menjadi sutradara proyek film kami".
"Benarkah? Wow. Ternyata hari ini tidak semuanya sial untuk ku", Seloroh Felipe tersenyum penuh makna. "Valeria Pierre, hm nama yang bagus", batinnya menyebut nama wanita yang menabraknya beberapa saat yang lalu.
"Aku akan menghubungi Matte sekarang.."
"No No No...biarkan saja". Felipe mencegah Luca menghubungi Matte yang pastinya akan menanyakan Valeria.
Luca menautkan alisnya. Merasa aneh dengan temannya itu. "Bukankah kau mencari gadis yang menabrak mu, Feli? Kata mu kau mencari gadis itu?".
"Iya. Biarkan saja sampai ia menyadari handphone kami tertukar", jawab Felipe tersenyum penuh arti.
Felipe tersenyum sambil mengangkat satu bahunya.
Tok..
Tok..
Tok ..
"Masuk!"
__ADS_1
Terlihat Casandra membuka handle pintu membawa tote bag berwarna putih masuk kedalam ruangan itu. Dibelakangnya office girl membawa potongan buah segar.
Casandra menata makanan di atas meja, dan permisi keluar.
"Terimakasih Casandra. Kau selalu cantik seperti biasanya", ucap Felipe sambil mengedipkan satu matanya pada gadis itu.
Casandra hanya bisa tersenyum sambil dan permisi keluar pada bosnya.
"Kau jangan coba main-main dengan orang-orang ku, Felipe. Atau kau berurusan dengan ku", ketus Luca sambil menyuapkan makanan kemulutnya.
"Ck. Kau ini gampang sekali marah. Aku hanya berusaha ramah dengan anak buah mu itu", balas Felipe.
Drt..
Drt..
Terdengar panggilan di handphone Valeria. Nomor telepon Felipe. "Gadis itu menelepon pakai nomor ku", ucap Felipe memperlihatkan nya pada Luca.
"Gadis pelupa. Bagaimana aku bisa mengangkat panggilan nya jika layar handphone miliknya ter unlock begini".
... ***...
BAGI VOTE YA, MUMPUNG HARI SENIN 🙏🤗
__ADS_1