
Dante tersenyum begitu menawan saat merasakan suasana romantis di ruangan itu. Yang biasa ia tiduri saat ia bermalam di hotel itu. Tetapi tak seorang wanita pun pernah di ajaknya menghabiskan waktu bersamanya di kamar itu. Laura yang pertama dan terakhir yang akan menghabiskan waktu di sana bersama nya.
Meskipun sebenarnya bercinta dengan Laura bukanlah yang pertama kalinya namun mengingat malam ini adalah hari istimewa setelah mereka memutuskan untuk melangkah kehidupan baru yang lebih serius lagi. Yaitu membina rumah tangga. Tentu saja terasa berbeda dari malam-malam liar yang biasa mereka lakukan.
"Sayang ayo kita ke kamar", bisik Dante sudah diliputi hasrat yang bergelora dalam dirinya karena suasana romantis yang tersaji di depan matanya mempengaruhi kondisi tubuhnya yang bergejolak.
Tanpa pikir panjang, laki-laki itu menarik tangan Laura masuk ke kamar. Tiba di kamar suasana romantis semakin menguasai tubuh keduanya. Kelopak mawar tertata membentuk tanda cinta di tempat tidur hingga di lantai pun dibentuk jalan setapak dengan kelopak mawar merah menuju ke pembaringan.
"Oh sayang, suasana ini sangat mempengaruhi ku", ucap Dante dengan suara berat menarik tengkuk Laura dan me*umat bibir ranum istrinya itu. Sementara satu tangannya menekan pinggang Laura hingga merapat pada tubuhnya.
Laura menggeliat, seketika tubuhnya gemetaran. Laura bisa merasakan panas tubuh suaminya. "Sayang, aku sesak dengan gaun ini", bisik Laura di depan bibir Dante.
"Aku akan membantu mu melepaskan nya", bisik Dante dengan suara serak. Kedua mata Dante menggelap di balut kabut gairah yang menguasai dirinya.
Dante kembali menyatukan bibirnya pada bibir Laura sementara tangannya melingkar kebelakang mencari pengait gaun pengantin istrinya. Tidak butuh waktu yang lama gaun itu terlepas dari tubuh seksi Laura. Tubuh putih mulus terpampang di hadapannya.
"Ah Laura aku sangat menggilai tubuh mu ini sayang. Tubuh ini sekarang hanya milik ku seorang, aku akan membunuh siapa yang berani menyentuhnya. Kau mengerti!", ujar Dante sambil meremas dada Laura.
"Akh. I-ya sayang. Semua yang ada pada ku milikmu", balas Laura dengan suara bergetar menahan gairah di tubuhnya.
Meskipun Dante sering melihat Laura telanjang di hadapannya namun kali ini rasanya sangat berbeda.
Dante memeluk tubuh Laura, mendekap erat dan menciumnya dengan sangat lembut. Membuat Laura mengeluarkan suara lenguhan. Bibir Dante mengecup lembut bahu putih mulus istrinya itu.
__ADS_1
Jemari lentik Laura berkerja aktif membuka tuxedo hingga kancing-kancing kemeja yang membalut tubuh atletis suaminya. Sementara bibir Dante menjelajahi pipi, leher dan berlama-lama menautkan pada bibir Laura yang sudah menantinya dengan terbuka. Me*umat bibir atas dan bawahnya bergantian.
Tangan Dante bebas membelai kulit pundak yang sudah terbuka sedari tadi. Berlanjut meremas dua dada yang sudah berdiri menantang tepat di dada nya. Keduanya sudah polos dengan posisi berdiri.
Perlahan Dante merebahkan tubuh istrinya di tengah-tengah tempat tidur berukuran king size. Kamar yang di nominasi warna off white begitu terkesan klasik dan romantis sekali.
"Ahh, sayang".
De*ahan lolos dari mulut Laura. Saat merasakan jemari suaminya menyelinap masuk intinya. Seketika buaian Dante menguasai akal sehat Laura. Dante mengirimkan gelombang hasrat yang membuncah dalam tubuhnya Laura ketika dua jarinya menggelitik hingga kedalam inti Laura.
"Oh sayang...kau selalu membuat ku menginginkan mu. Kau sangat pandai menggoda tubuh ku Dante. Aku menyesal kenapa kita tidak pernah memberikan perhatian selama ini". Terdengar racauan Laura saat tubuhnya bergetar hebat mendapatkan pelepasan pertamanya karena permainan jari suaminya di intinya. Dengan nafas tersengal-sengal Laura memegang milik Dante yang sudah berdiri tegak kala sang pemiliknya terlentang dengan kedua tangan menopang kepalanya, menikmati sentuhan jemari Laura yang mengusap lembut dada bidangnya sementara mulutnya mengulum milik nya.
"Ahh Laura...Ya sayang seperti itu rasanya sangat nikmat sayang..OH", ucap Dante sambil menyugar rambutnya dan memejamkan matanya menikmati buaian istrinya di sekujur tubuhnya yang sudah memanas. Laura selalu mampu membangkitkan hasrat Dante dalam sekejap.
Dengan bertumpu pada kedua lututnya Dante mengarahkan miliknya memasuki inti Laura yang sudah sangat basah.
Dengan sekali hentakan milik Dante yang berukuran besar dapat menerobos masuk dengan sempurna.
Tanpa jedah Dante langsung bergerak cepat maju-mundurkan pinggulnya dengan kuat dan dalam. Permainan panas dan liar pun tak kan bisa di hindarkan dari keduanya yang sudah sama-sama pengalaman.
Seperti biasa tindakan Dante akan membuat Laura menjerit. "Ah sayang kau selalu membuatku berteriak", racau Laura di bawah kungkungan tubuh maskulin suaminya yang terus memacu miliknya hingga dalam.
"Kalau begitu menjerit lah. Aku menyukai nya", balas Dante dengan suara berat sudah di kuasai gairah.
__ADS_1
"Kau petualang cinta, sayang. Aku tidak akan membiarkan mu melakukannya lagi di luar sana. A-ku akan mengikat mu hingga kau tidak lagi bermain-main lagi dengan wanita lain. Aku akan mengikat mu dengan anak-anak kita...Ahh", racau Laura panjang lebar dibarengi dengan de*ahan.
"Tentu saja aku mau kau mengikat ku seperti itu, honey.."
"Aku berharap malam ini bisa menjadi sebagai pengikat itu. Aku sangat menginginkan anak-anak ku lahir dari rahim mu, sayang", ucap Dante sambil menggigit puncak Laura hingga meninggalkan tanda merah.
"Akh...honey"
De*sah Laura sambil mengigit bibir bawahnya, saat merasakan puncak dadanya terasa perih geli dan nikmat.
Laura tak henti meloloskan de*ahan. Jemari tangan lentiknya menyusuri dada dan punggung Dante yang sedang memacu adrenalin di atas tubuh nya.
Semakin lama Dante semakin menambah tempo permainannya. Menghentak dengan keras miliknya kedalam lobang kenikmatan Laura. Bahkan ia mengganti posisi yang tak kalah nikmatnya.
Entah sudah berapa kali milik Laura berkedut dan menjepit milik suaminya.
Hingga keduannya berteriak mencapai puncak bersamaan. Dante menumpahkan cairan hangat ke inti Laura.
Sementara inti Laura kembali berkedut menghisap kuat milik suaminya. "Ahh sayang...aku mencintaimu".
Dante kembali mencium lembut bibir istrinya, lekuk leher terus turun hingga membenamkan wajahnya pada puncak kenikmatan Laura. "Aku juga mencintaimu sayang. Sepenuh hatiku..."
...***...
__ADS_1
UDAH 4 BAB YA HARI INI. JANGAN LUPA DUKUNGAN KALIAN🙏