BRIDESMAID

BRIDESMAID
VISUAL


__ADS_3

SEPERTI KARYA EMILY LAINNYA, PEMBACA AKAN DI SUGUHI DENGAN VISUALISASI PARA TOKOH DALAM CERITA, BIAR MENGHALU NYA NGGAK TANGGUNG WKWKW. SEMOGA SUKA ❤️





Waktu terus bergulir, hari berganti hari.


Dua minggu kemudian...


Alana terlihat memoles makeup tipis di wajahnya yang nampak lebih berisi dan segar. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang, Alana hendak memberikan kejutan pada suaminya. Tanpa memberi kabar terlebih dahulu datang ke perusahaan Luca. CLEO COMPANY.


"Sayang...ini pertama kalinya kau akan berkunjung ke kantor ayah mu", ucap Alana pelan sambil mengusap lembut perutnya. "Kita akan makan siang bersama daddy", ucap Alana tersenyum.


Alana menyemprotkan parfum beraroma lembut ke tubuhnya. Usia kandungannya sudah memasuki dua belas minggu, Alana bersyukur untuk hamil pertamanya ini tidak terlalu menyulitkan dirinya. Seakan anaknya sangat pengertian pada sang mommy, Alana tidak mengalami morning sickness yang berat di awal kehamilannya.


Ting..


Alana keluar dari lift. Terlihat Ximena sedang menata meja. "Ximena, kau tidak perlu menyiapkan makan siang untuk ku. Aku akan makan siang bersama suamiku sekarang. Bawakan saja makan siang kami", ucap Alana.


"Baik nona", jawab Ximena.


Alana memilih menu apa saja yang akan di bawanya. Alana juga menyiapkan buah segar kesukaan Luca. Setelah semua siap Alana meminta Ximena memberi tahu sopir untuk mengantarnya ke perusahaan.


*


Ting ..


Alana keluar dari lift, melangkahkan kakinya menuju ruangan Luca. Di belakangnya tampak seorang office girl membawa tote bag.


"Selamat siang nona Alana", sapa sekertaris Luca.

__ADS_1


"Hai Casandra, apa suami ku ada di ruangannya?".


"Iya nona, tuan Luca baru saja masuk ruangannya setelah meeting tadi", jawab Casandra dengan hormat.


"Oke, kalau begitu aku langsung menemui suami ku ", ucap Alana tersenyum.


"Mari saya antar nona", ujar Casandra mengambil tote bag dari tangan office girl.


Alana tersenyum dan menganggukkan kepalanya, melangkahkan kakinya menuju ruangan Luca.


Tok..


Tok..


Tok..


"Masuk!"


Terdengar suara bariton dari dalam. Alana segera membuka handle pintu, terlihat Luca sedang fokus bekerja di meja kerjanya. Bahkan ia tidak menatap kearah pintu. "Apa aku mengganggu mu tuan Luca?", ucap Alana dengan lembut.


Alana tidak langsung menuruti permintaan Luca. Ia menatap Casandra. "Taruh saja di meja biar nanti aku yang menatanya", ujar Alana.


"Baik nona", jawab Casandra sambil berlalu.


"Casandra, beritahu Matte mengganti kan aku melihat syuting filmnya. Aku sibuk sampai dua jam ke depan, jangan ada yang mengganggu ku", perintah Luca.


Casandra menganggukkan kepalanya. "Baik tuan".


Setelah Casandra keluar dan menutup rapat pintu ruang kerja Luca, Alana menghampiri suaminya.


Luca menarik pinggang Alana agar duduk di pangkuan nya. "Kau sangat cantik dengan dress hamil ini sayang", ucap Luca sambil mengusap lembut wajah Alana dan beralih mengusap perutnya yang sudah nampak membesar.


Luca mencium bibir ranum Alana. Alana melingkarkan tangannya pada leher Luca dan membalas ciuman itu tak kalah panasnya.

__ADS_1


"Ayo kita lanjutkan di kamar", bisik Luca menggoda istrinya.


"Sayang...tapi perutku sudah sangat lapar. Aku membawa makan siang kita", ucap Alana menjauh kan wajah nya dari wajah tampan Luca yang terlihat sudah sangat bergairah.


"Apa tidak bisa di tahan, hem? Rasakan milik ku sudah sangat menginginkan mu", bisik Luca di telinga Alana sambil membawa jemari tangan istrinya merasakan intinya yang sudah bangkit dan terasa sesak di dalam sana.


"Ah sayang...Kau membuat ku sulit mengambil keputusan. Aku juga menginginkan mu tapi perutku saat ini benar-benar lapar", jawab Alana melebarkan kedua matanya menatap manik abu-abu Luca yang berkabut gairah.


Hingga...


Kriuk..


Kriuk..


Terdengar bunyi dari perut Alana. Hezel coklat terang itu semakin melebar. Dan tertawa lucu. "Kau bisa mendengarnya kan?"


"All right. Ayo kita makan dulu. Tapi setelah makan aku akan melahap tubuh mu. Aku semakin menyukai perubahan tubuh mu semenjak hamil, sayang. Ukuran dada mu semakin membuat ku betah berlama-lama mengulumnya", bisik Luca dengan suara serak. Berusaha menahan hasrat yang sudah menguasai dirinya.


Tubuh Alana meremang mendengar perkataan Luca. "Iya, setelah makan aku tidak akan menolak mu", jawab Alana menatap Luca penuh hasrat.


Alana tidak akan munafik, ia pun selalu menginginkan sentuhan lembut suaminya. Apalagi mereka baru saja di berikan izin bercinta setelah istirahat beberapa bulan karena kondisi Alana dan kandungan nya.


"Aku juga selalu menginginkan mu, Luc", ucap Alana mencium wajah luca.


"Sekarang ayo kita makan dulu", ucap Alana bangkit dari paha Luca dan menarik tangan suaminya itu yang masih mengkondisikan tubuh dan pikirannya.


Luca menghembuskan nafasnya dalam-dalam dan menyugar rambutnya kebelakang. "Iya, ayo kita makan, menambah energi sebelum bertempur", Seloroh Luca.


...***...


NGAREP KHILAF YA? 🤣


NTAR MALEM AJA YA, BIAR AMAN 🤭

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN 🙏


__ADS_2