BRIDESMAID

BRIDESMAID
KEKECEWAAN FELIPE


__ADS_3

Ting..Tong


Valeria yang baru saja selesai memakai kemeja kerjanya mengumpat. "Kenapa Robert datang pagi begini. Laki-laki itu selalu saja datangnya lebih cepat dari jadwal, huhhh", ucap Valeria kesal sambil membuka pintu kamar apartemennya.


Sejak mereka syuting di Milan pihak perusahaan memberikan fasilitas apartemen untuk Valeria dan Robert. Sementara kru yang lainnya di sediakan tempat tinggal yang lain.


Ting...Tong


"Uhh..Robert selalu saja. Iyaa sebentar", teriak Valeria memasang kancing kemejanya dengan tergesa-gesa. Bahkan dua kancing bagian atas belum terpasang sempurna. Dan rambut Valeria pun masih terlihat acak-acakan belum sempat di sisir.


Valeria lari ke depan dan membuka pintu apartemennya dengan menggerutu sambil memasang kancing kemejanya. "Sudah berapa kali aku bilang kau tidak perlu menjemput ku Rob...


"Kau menunggu seseorang menjemputmu..?"


Seketika Valeria mengangkat wajahnya menatap siapa di hadapannya. "T-uan Felipe? Saya kira Robert yang datang", ucap Valeria sambil melototkan bola matanya terkejut melihat Felipe berdiri di hadapannya saat ini.


Felipe tersenyum sambil mengangkat tote bag berwarna merah. "Aku ingin mengajakmu sarapan pagi bersama. Perutku sudah lapar", ucap Felipe melangkah masuk walaupun belum diizinkan oleh Valeria.


Valeria memejamkan matanya. "Sebenarnya apa maunya?", batin gadis itu membalikan badannya.


Terlihat Felipe sudah membuka box yang berisi makanannya. Ia menyesap kopi pahit kesukaannya.


Valeria hendak meninggalkan Felipe sendiri. Ia hendak masuk ke kamar, melanjutkan pekerjaan merapikan penampilan nya.


"Hei kamu mau kemana Vale? Tidak sopan sekali", ketus Felipe menatap gadis itu dengan tajam.

__ADS_1


"Saya mau merapikan diri dulu TUAN!", jawab Valeria cepat sambil menunjuk wajah nya dengan kesal.


"Duduklah, nanti saja merapikan nya yang penting kau sudah memakai baju sekarang. Berhenti bersikap formal pada ku, Vale. Atau aku akan menghukum mu", tukas Felipe dengan ancaman.


Dengan wajah cemberut Valeria menuruti Felipe, duduk di sampingnya.


"Kenapa kau kemari? Bagaimana kalau calon istri mu tahu kau menemui wanita lain?", tanya Valeria tanpa menatap Felipe.


Valeria terakhir bertemu Felipe di hari ia bertemu dengan Luca dan Alana saat syuting seminggu yang lalu di perusahaan Luca. Dan Felipe memaksa mengantar Valeria pulang, walaupun Valeria menolak nya karena Luca bilang Felipe mau menikah. Tentu saja Valeria tidak mau nantinya orang-orang salah paham dan menganggap nya sebagai orang ketiga.


"Siapa yang mau menikah dan menikah dengan siapa?", jawab Felipe menghentikan makannya menolehkan wajah tampannya pada Valeria yang juga menatapnya dengan tatapan kesal.


"Ya, kau. Siapa lagi. Aku mendengar dengan jelas Luca malam itu mengatakan kau akan menikah Felipe. Ingat ya aku tegaskan pada mu...aku tidak mau calon istri mu salah paham pada ku, jadi mulai sekarang kau jangan menemui ku lagi!", ketus Valeria. Ia menekankan setiap kata dengan tegas.


"Aku tidak akan berhenti menemui mu, karena aku menyukai mu", balas Felipe spontan.


Seketika Valeria melonjak berdiri. Kedua matanya melotot tidak percaya dengan perkataan Felipe. "Jangan main-main dengan ku. Sebaiknya kau pergi sekarang. Jangan mengusik ku. Aku mau bekerja sekarang!", ujar Valeria dengan tegas.


Felipe menahan tawanya. Bukan Felipe namanya kalau tidak membuat orang kesal. Laki-laki itu malah menarik tangan Valeria agar kembali duduk di sampingnya dan melanjutkan makan bersama dengannya.


"Felipee...


"Makanlah atau kau mau aku suapi, hem? Manja sekali".


"Huhhh..Dasar laki-laki suka memaksa", gerutu Valeria kesal. Valeria akhirnya makan juga.

__ADS_1


"Kau salah sangka. Malam itu Luca hanya menggoda ku saja. Tidak ada yang akan menikah. Aku tidak memiliki kekasih. Aku tidak menemui mu beberapa hari ini karena temanku sedang dalam masalah. Aku, Luca dan temanku yang lainnya sedang membantu Dante", ucap Felipe menjelaskan semuanya pada Valeria termasuk masalah yang dihadapi Dante dan Laura saat ini.


Valeria terdiam. Ia menyimak semua yang di ucapkan Felipe. Bahkan ia syok saat mendengar perbuatan Escobar pada Laura Mancini. Valeria tahu Laura walaupun mereka belum pernah bekerja sama dalam satu produksi film atau program apapun.


"Lalu bagaimana kondisi Laura sekarang, apa ia di rawat di rumah sakit", tanya Valeria menatap Felipe.


Felipe membetulkan anak-anak rambut di telinga Valeria. "Menurut Dante kondisi nya sudah membaik. Ia tinggal bersama Dante. Hari ini ia akan di visum. Sekarang bersiaplah aku akan mengantar mu ke lokasi syuting setelah nya aku akan kekantor Dante", Ucap Felipe menatap lembut Valeria yang memiliki mata bulat sangat indah.


Begitupun Valeria menatapnya dengan tatapan berjuta makna.


Entah siapa yang memulai duluan pada akhirnya keduanya saling mendekatkan wajah dan menyatukan bibir. Keduanya berciuman mesra dan panas. Saling bertautan lidah hingga nafas tersengal-sengal. Jemari Valeria mencengkram jas kerja Felipe.


Sesaat Felipe menghentikan ciuman liarnya. Dan merapatkan keningnya pada kening Valeria, sementara jemari tangan kokoh Felipe membingkai wajah Valeria yang masih nampak mengatur nafasnya.


"Aku sangat menyukai mu, Vale. Apa ada seseorang di hati mu saat ini?", ucap Felipe menatap manik Valeria.


Valeria memejamkan matanya. Dan menganggukkan kepalanya dengan yakin. "Iya ada...", ucap Valeria menatap ke dalam manik biru terang Felipe.


Felipe menghembuskan nafasnya dalam-dalam. Terlihat kekecewaan di raut wajahnya mendengar jawaban Valeria. "Apa artinya tidak ada lagi harapan untuk ku..?"


...***...


MAAF YA SLOW UPDATE. KERENA PEKERJAAN RL 🙏


MASIH ADA 1 BAB LAGI MALAM INI. KIRIM VOTE YA MUMPUNG HARI SENIN 🙏🤗

__ADS_1


__ADS_2