BRIDESMAID

BRIDESMAID
KENZIE JAQUELINE CORLEONE - KLAARA JAQUETTA CORLEONE


__ADS_3


Luca menelisik penampilannya di depan cermin berukuran besar di ruang wardrobe. Setelah merasa rapi, tak ketinggalan memilih salah satu koleksi arloji mahalnya sambil menyemprotkan parfum beraroma maskulin Citrus yang menjadi favorit nya sejak dulu. Dan ternyata sangat di sukai istrinya juga.


"Aroma mu sangat seksi", ucap Alana pada suatu waktu.


Sekali lagi laki-laki itu menelisik penampilannya. Kemudian keluar kamar. Netra abu-abu itu melihat seorang pelayan yang membawa pakaian kotor dari kamar bayi kembarnya Kenzie dan Klaara.


Karena mereka masih bayi Luca dan Alana menempatkan Kenzie dan Klaara satu kamar dulu, supaya memudahkan mereka memberikan pengawasan dan merawat keduanya karena Alana juga masih butuh istirahat yang banyak pasca persalinan.


"Dimana istriku Ximena?".


"Nona Alana ada di kamar baby Kenzie, tuan", jawab pelayan Ximena dengan hormat.


Luca menganggukkan kepalanya, menuju kamar Kenzie dan Klaara, yang berada tepat di sebelah kamar ia dan Alana.


Ceklek


Luca tersenyum melihat Alana sedang menyusui putri mereka Klaara yang terlihat sangat nyaman dalam dekapan hangat ibunya.


Alana tersenyum melihat suaminya.


"Sayang kau sudah selesai bersiap. Maaf aku hanya menyiapkan pakaian mu saja, anak kita sudah rewel sekali minta jatahnya pagi ini. Lihat lah putra mu sudah terlelap lagi karena perutnya sudah kenyang. Ia selalu saja kelaparan, tidak seperti adiknya", ucap Alana sambil mengelus wajah putri bungsunya.


Luca mengecup kening Alana dan tersenyum mendengar perkataan nya. "Namanya juga anak laki-laki, Kenzie mirip dengan daddy nya akan rewel kalau tidak mendapatkan jatah", goda Luca di telinga istrinya. Membuat Alana mencubit perutnya.


"Aww sayang, kau menyakiti suami mu. Anak-anak ku bisa marah nanti karena mommy nya menyakitin daddy mereka".


"Kau layak menerimanya, karena suka berbicara yang tidak-tidak di depan anak-anak ku".


Luca tersenyum jahil melihat protes istrinya.

__ADS_1


"Hai putri daddy, kau cantik sekali sayang", ucap Luca mengangkat tubuh Klaara kedalam gendongannya dan menciuminya dengan penuh kasih sayang.


Sementara Alana memasang kancing-kancing dress-nya. Tersenyum melihat putrinya sudah dalam dekapan Luca. Seperti kontak batin, Klaara langsung bergerak kegirangan. Padahal biasanya matanya langsung terpejam kalau sudah kenyang.


Saat ini usia Kenzie dan Klaara sudah enam minggu. Wajahnya semakin berisi berwarna merah muda, sangat menggemaskan.


Setelah memiliki anak-anak, Alana memutuskan untuk off dari pekerjaannya karena ingin fokus pada keluarganya. Keputusan itu tentu saja sangat di dukung oleh Luca. Namun bukan berarti perusahaan milik Alana berhenti beroperasi. Perusahaan itu tetap berjalan seperti biasanya. Namun di ambil alih langsung oleh Luca yang menggabungkan perusahaan milik istrinya dengan perusahaan nya.


Begitu juga dengan sekolah sineas muda milik Alana di Paris, Luca menempatkan orang terbaiknya untuk mengelola nya saat ini. Namun semua keputusan tetap Alana yang menentukan.


Luca dan Alana memutuskan tetap menyewa jasa baby sitter yang akan membantu Alana merawat anak-anak mereka.


Karena mengurus sekaligus dua bayi pastilah sangat melelahkan. Bahkan untuk meninggalkan makan saja kadang Alana begitu berat. Ia ingin selalu di dekat anak-anaknya. Apalagi sekarang Kenzie dan Klaara semakin pintar dan menggemaskan.


Begitu juga dengan Luca, laki-laki itu bahkan selama di kantor selalu minta istrinya mengirimkan video apa saja yang di lakukan anaknya saat ia tidak ada di rumah.


Benar kata orang tua, anak-anak adalah anugerah yang terindah, penyejuk rumah tangga. Bahkan Sesibuk apapun pukul lima sore Luca sudah dipastikan pulang. Jika pekerjaan nya belum selesai dikantor ia melanjutkan bekerja dirumah saja. laki-laki itu ingin selalu dekat dengan anak istrinya. Luca selalu merindukan ketiganya.


Saat Kenzie berada dalam dekapan Luca tiba-tiba putra kecilnya itu mengalami refluks ASI yang baru diberikan Alana beberapa saat yang lalu. ASI yang sudah cukup lama keluar dan mengenai pakaian kerja daddy nya.


Alana terlambat mengambil tissue. "Oh, sayang mama.. kau muntah di pakaian daddy sayang", seru Alana sambil membersihkan bagian dada suaminya.


"Hm, Kenzie kau selalu melakukannya. Setiap pagi daddy harus mengganti pakaian kerja daddy", ucap Luca menciumi wajah putra tampannya yang tertawa khas bayi lucu merasa geli dicium Luca. Apalagi jambang halus Luca mengenai pipinya.


Ya...yang di katakan Luca benar adanya, Kenzie selalu saja setiap pagi ketika Luca menggendongnya hendak pergi kekantor pasti ada saja kenang-kenangan dari nya yaitu muntah di pakaian daddy nya.


Alana meminta baby sitter menemani anak-anak mereka. Sementara ia menarik tangan Luca kekamar mereka.


"Kau harus mengganti pakaian mu sayang, nanti tubuh mu bau", ujar Alana menyiapkan kembali pakaian kerja suaminya.


"Iya, anak-anak semakin menggemaskan. Mereka dan mamanya selalu membuat ku rindu kala di kantor ", ucap Luca sambil memeluk tubuh Alana.

__ADS_1


"Kau juga harus menjaga kesehatan mu, sayang. Kau sering terlambat makan semenjak kehadiran anak-anak kita", ucap Luca.


"Pasti Ximena yang bilang pada mu ya", tanya Alana dengan tatapan selidik.


"Pokoknya aku tidak mau kau lengah dengan kesehatan sayang", ucap Luca sambil mengusap wajah istrinya.


"Aku selalu makan cemilan tepat waktu. Aku sering terlambat makan karena sedang bermain dengan anak-anak ku yang ada saja membuat ku tertawa saat bersama mereka, sayang", ucap Alana memberikan alasannya sambil membuka kancing-kancing kemeja kerja Luca yang terkena muntah putra mereka Kenzie. "Sekarang bersihkanlah tubuh mu kemudian kita sarapan bersama. Aku meminta pelayan mengantarkan sarapan kita ke kamar".


"Iya", jawab Luca masuk kekamar mandi.


Alana tersenyum menatap punggung lebar Luca. "Hidup ku sekarang semakin lengkap. Kebahagiaan yang dulu aku inginkan akhirnya aku rasakan juga bersama keluarga kecil ku. Luca dan anak-anak ku".


"Mama Alma,... sekarang aku bahagia seutuhnya. Setelah Kenzie dan Klaara kuat aku akan mengajak mengunjungi mu di Palermo. Kami juga ingin menghabiskan waktu bersama papa di sana", batin Alana duduk di tepi tempat tidurnya.


...***...


YUK BACA JUGA:



PENGANTIN PENGGANTI


MARRIAGE AGREEMENT


MENJADI YANG KEDUA


SERPIHAN HATI ELLENA


AIR MATA SCARLETT


FIRST LOVE LAST LOVE

__ADS_1



__ADS_2