BRIDESMAID

BRIDESMAID
FELIPE-VALERIA II


__ADS_3


Nggak matching ya pakaian Felipe dan Valeria, satunya off white satunya lagi white saja, hehe. Tak apalah kalian bisa berimajinasi masing-masing ya. Kiss.


*


"Owh God, sayang aku mohon hentikan! Kau membuatku ingin meledak". Racau Valeria mengelijang sementara tangannya menekan kepala Felipe, sesekali meremas rambut nya.


"Ow, please Feli...aku sudah tidak kuat...Akh"


Felipe mengangkat kembali tubuhnya. Mensejajarkan wajahnya dengan wajah Valeria. Felipe kembali me*umat bibir Istrinya hingga kedasar-dasarnya. Sembari mengarahkan miliknya ke inti sempit Valeria.


Valeria mengigit bibir bawahnya, ia sangat gugup. Ini yang pertama baginya. "A-ku mohon lakukan pelan-pelan sayang. Ini yang pertama kali untuk ku", lirih Valeria memohon pada suaminya yang sudah sangat diliputi gairah yang membara.


Felipe menatap istrinya. Menatap lembut penuh cinta. "Aku akan melakukannya dengan sangat lembut, sayang. Aku akan membuat mu menjadi wanita seutuhnya, Vale", bisik Felipe sambil me*umat bibir Istrinya yang terbuka sambil melototkan mata indahnya saat merasakan benda berukuran besar hendak menerobos masuk ke inti nya.


Valeria menahan rasa sakit teramat sangat. "Ah, s-akit. Ah...aku tidak k-uat sakit sekali sayang", rintih Valeria saat merasakan benda asing hendak mengoyak pusat tubuhnya. Sampai-sampai tubuh Valeria terangkat bangun. Namun dengan cepat Felipe mendorong tubuh istrinya terlentang kembali.


Valeria tersengal ketika lidah Felipe kembali menggodanya, menjelajah semakin dalam intinya. Membuat tubuh Valeria bergetar hebat. Felipe merasakan itu, tangannya menyusuri setiap jengkal tubuh istrinya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Tangannya berhenti di dada kenyal Valeria. Meremas dan memutar-mutar puncaknya. Membuat Valeria mengeluarkan suara desisan.


Tubuh Valeria bergidik merasakan sensasi sentuhan Felipe sekaligus ia terlihat begitu kacau dan stress. Sesaat men*esah detik berikutnya berganti dengan erangan. Begitu terus selanjutnya.


Nafas Felipe semakin menderu semakin cepat, menuntut lebih jauh. Bibirnya menjelajahi leher istrinya. Tangan kirinya meremas dada, sementara tangan kanan bermain di inti Valeria. Membuat wanita itu terus menggerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Menggeliat dan mengelijang sambil me*esah.


"A-ku mohon hentikan Felipe" suara Valeria terdengar tercekat dengan nafas tersengal-sengal.

__ADS_1


"Sstt L-lepaskan aku Feli! K-kita melakukannya lain kali saja...Ahh"


Kembali terdengar suara bergetar Valeria. Lama kelamaan semakin membuat tubuhnya memanas seperti ada bara api yang menyala di tubuhnya yang siap menyemburkan percikan api tersebut.


"Bagaimana caranya menghentikan nya sayang, aku sudah menunggu saat ini terlalu lama", bisik Felipe dengan suara serak berat di telinga Valeria.


Tangan kanan Valeria ditariknya untuk merasakan bagian tubuhnya yang sudah mengeras. Membuat tubuh wanita itu semakin gemetaran. Valeria semakin terlihat kacau.


Valeria melototkan kedua matanya dengan mulut terbuka, merasakan milik Felipe begitu besar.


"Kau bisa merasakannya, milik ku sudah berdiri. Aku sudah sangat menginginkannya. Aku akan melakukannya dengan pelan-pelan. Sakit nya hanya sebentar saja, kemudian tinggal kenikmatan yang akan kau rasakan Sekarang aku akan menunjukkan nya padamu, sayang", bisik Felipe kembali mengulum puncak Valeria, sontak perbuatan Felipe semakin membuat tubuh istrinya menegang.


Felipe membawa tangannya meremas dada Valeria, sementara bibirnya menciumi leher jenjang wanita itu. Felipe membuai tubuh Valeria untuk mengalihkan rasa sakit yang kembali akan dirasakan istrinya itu.


Berbarengan berhasilnya benda pusaka Felipe menerobos masuk ke inti Valeria. Terdengar jeritan menyayat dari bibir Valeria. Hingga buliran bening jatuh melalui ujung matanya.


Valeria merasakah mahkota milik nya yang selama ini ia jaga baik-baik terkoyak. Rasanya sakit teramat sangat. Perih ketika benda tumpul berukuran besar memaksa masuk keliang sempit yang belum terjamah oleh siapa pun. Sekarang Valeria merasakan bagaimana seorang wanita pecah perawan nya. Melepaskan mahkota yang begitu berharga bagi seorang wanita. Hingga Valeria menitihkan air matanya. Terharu karena ia bisa menjaganya dengan baik untuk malam ini. Valeria bahagia karena yang merenggut nya adalah laki-laki yang sangat di cintainya. Yaitu Luigi Felipe Calderón.


Felipe menatap wajah cantik yang begitu pasrah di bawah kungkungan tubuh nya. Felipe mencium lembut bibir istrinya untuk mengurangi rasa sakit yang di rasakan Valeria. Bibir Felipe mencium kedua manik Valeria yang menatapnya penuh cinta.


Detik selanjutnya, Felipe mengerakkan pinggulnya perlahan. Maju-mundur perlahan. Jeritan dan erangan Valeria memenuhi kamar mewah tersebut.


Semakin lama Felipe menambah tempo kecepatan. Jeritan-jeritan yang sebelumnya terdengar begitu lirih menyayat hati berubah menjadi lenguhan kenikmatan dari mulut Valeria.


Lambat laun Valeria menikmati percintaan pertama mereka. Bahkan ia membalas semua sentuhan suaminya. Berlomba-lomba mencapai puncak. Valeria merasakan miliknya berkedut lagi. Entah untuk yang keberapa kalinya menghisap kuat keperkasaan Felipe yang semakin menambah tempo permainannya.

__ADS_1


Sementara Felipe menghentak-hentakkan miliknya semakin dalam hingga merasakan miliknya kembali dihisap kuat milik istrinya . Sesaat kemudian Felipe merasakan intinya ingin meledak, dengan kuat ia menekan semakin dalam miliknya pada inti Valeria menyemburkan cairan hangat ke pusat tubuh istrinya. Felipe mengenadahkan kepalanya sambil memejamkan matanya merasakan kenikmatan yang luar biasa. Ia mengeram panjang menahan kenikmatan luar biasa.


Demi Tuhan ini yang pertama kalinya laki-laki itu mengeram saat bercinta. Dan ia mengalami bersama Valeria, istrinya. "Oh sayang..."


Felipe menekan kuat milik nya di inti Valeria. Keduanya berciuman mesra, menjeritkan nama masing-masing. Hingga tubuh dibanjiri keringat akibat permainan panas dimalam pertama mereka.


Valeria terdiam tak bergerak, seperti orang pingsan. Sementara Felipe menarik tubuh polos istrinya itu kedalam dekapannya. Bertubi-tubi mencium pucuk kepala, mata, hidung dan berakhir di bibir Valeria. "Aku sangat mencintaimu Valeria. Terimakasih sayang kau memberikan milik mu pada ku. Aku berjanji tidak akan pernah menyakiti mu dan membuat mu bersedih Vale. Percayalah", bisik Felipe sambil mengusap lembut punggung putih mulus istrinya yang masih mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.


"Aku mencintaimu, Felipe", balas Valeria dengan suara lembut.


Felipe menarik selimut tebal yang teronggok di antara kaki ia dan Valeria kala netranya menatap seprai terdapat bercak noda darah. Felipe tersenyum melihatnya. Dan mendaratkan kecupan lembut penuh kasih sayang pada istrinya yang sudah tertidur pulas karena kelelahan.


Felipe menatap langit-langit kamar, sementara tangannya mengusap lembut punggung putih mulus Valeria.


"Ternyata beribu-ribu kali nikmatnya bercinta dengan istri ku yang masih perawan di bandingkan wanita manapun. Bahkan Valeria mampu membuat mengerang sepanjang bercinta. Felipe tersenyum bahagia sambil menyugar rambutnya.


"Ternyata teman-teman ku benar. Menikah membuat hidup kita berubah lebih baik lagi. Apalagi dengan wanita yang kita inginkan dan cintai"


"Aku menyesal kenapa baru sekarang bertemu dengan mu sayang. Kenapa tidak dari dulu-dulu", ucap Felipe sambil mengangkat dagu istrinya yang terlelap dan me*umat bibirnya penuh perasaan mendalam".


"Aku sangat mencintaimu Valeria..."


...***...


SELAMAT MEMBACA, SEMOGA SUKA 🙏

__ADS_1


__ADS_2