
Alana dan Luca berpamitan pada Trota juga Diaz untuk kembali ke kota.
"Bibi berharap nona Alana dan tuan Luca lebih sering kembali ke perkebunan ini hingga waktu yang lama", ucap Trota dengan hormat.
"Tentu saja bi, aku dan suamiku akan lebih sering kemari. Iya kan sayang", jawab Alana tersenyum sambil bertanya pada Luca yang berdiri di sampingnya.
"Tentu saja", jawab Luca singkat.
Setelah semua siap, Luca mengajak istrinya pulang. Luca mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sementara Alana begitu masuk mobil langsung menyandarkan kepalanya pada bahu kanan suaminya.
"Apa tubuh mu masih kelelahan, hem?"
"Tidak Luc.Tapi aku tidak mau jauh dari mu", jawab Alana berterus-terang tanpa malu-malu.
Luca tersenyum mendengarnya. Tenanglah kita tidak akan berjauhan. Bukankah kita sudah sepakat akan menetap di Milan", jawab Luca sambil fokus menatap jalan yang luas.
Huhh..
Terdengar helaan nafas Alana. Alana mengangkat kepalanya, duduk dengan posisi tegak. "T-Tapi aku tidak mau jauh dari mu, Luc. Syuting film itu aku perkirakan memakan waktu tiga bulan lagi jika aku dan tim ku bekerja lembur. Dua bulan di habiskan di kota Trapani dan satu bulannya akan di lakukan syuting di perusahaan di Milan. Artinya cukup lama kita berjauhan, meskipun terbang dari Milan ke Trapani tidak lama", ucap Alana pelan. Sementara jemari tangannya menggenggam erat tangan Luca.
__ADS_1
"Apa kau mau aku menemani mu syuting, hem?", tanya Luca menenangkan perasaan istrinya.
"Sejujurnya aku sangat menginginkan hal itu, namun aku juga tahu kau seorang CEO di beberapa perusahaan milik mu, kau pasti sangat sibuk. Rasanya aku egois dan kekanak-kanakan sekali jika meminta mu menemani ku di lokasi syuting", ucap Alana mengalihkan perhatiannya keluar kaca mobil yang melaju dengan kecepatan sedang itu.
"Itu bukan masalah bagiku. Aku bisa meminta Matte mengaturnya. Baiklah aku akan menemani mu syuting. Dan memindahkan jadwal ku di kota Trapani sampai dua bulan mendatang", tegas Luca.
Alana kaget mendengar perkataan suaminya. Dan menatap lekat wajah tampan Luca. "Sayang, bisakah begitu? Apa tidak menimbulkan masalah untuk mu?".
Luca menolehkan kepalanya menatap Alana sambil tersenyum. "Apa kau lupa, aku ini adalah pemilik perusahaan, hem. Semuanya aku juga yang memutuskan. Tentu saja bukan hal sulit aku melakukan pekerjaan walau posisi ku bukan di kantor. Berkoordinasi melalui virtual itu hal biasa. Hanya saja jika ada meeting penting aku tetap harus berada di Milan. Gampang. Kau tidak usah kuatir masalah itu", tegas Luca menggenggam erat tangan istrinya.
Jawaban Luca jelas membuat hati Alana lebih tenang sekarang. Dan ia pastikan untuk segera merampungkan film kerjasama nya dengan perusahaan Luca. Alana yakin dengan kru film yang berdedikasi tinggi bisa menyelesaikan syuting lebih cepat. Apa lagi pemeran utamanya sudah di ganti dengan yang lebih baik lagi sesuai permintaan Alana pada Luca selaku pimpinan tertinggi pemilik film tersebut.
Luca tersenyum mendengarnya. "Iya. Sebentar lagi kita sampai. Kita langsung ke mansion papa Salvatore", jawab Luca sambil menarik istrinya bersandar pada bahunya lagi. Sesekali Luca mengecup pucuk kepala Alana. Sementara Alana menggenggam erat tangan Luca.
Alana memejamkan matanya. Hatinya sangat bahagia memiliki suami seperti Luca yang sangat perhatian dan menyayanginya. "Terimakasih sayang..."
...***...
KIRIM VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏
__ADS_1
*
YUK BACA JUGA:
MARRIAGE AGREEMENT
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
AIR MATA SCARLETT
FIRST LOVE LAST LOVE
SERPIHAN HATI ELLENA
__ADS_1