
Pancaran sinar matahari semakin terik tepat di atas kepala.
Mobil mewah Xavi yang di kendarai oleh sopirnya berhenti tepat di depan lobby perusahaan milik Dante. Perusahaan yang bergerak di bidang otomotif ternama itu berdiri di lahan yang sangat luas.
Dari bangku belakang menyusul turun Laura yang menutupi wajahnya dengan kacamata hitam dan topi. Laura dibantu Florence dan asisten Xavi, seorang wanita, pengacara muda seumuran Laura.
Laura ditemani Xavi sebagai pengacara nya baru saja selesai melakukan visum menyeluruh yang hasilnya akan di ketahui beberapa hari ke depan. Sebelum melakukan visum, Xavi sudah berkonsultasi dengan petugas yang akan segera menerima laporan mereka saat syarat-syarat sudah terpenuhi.
Xavi masuk ke lift khusus di ikuti oleh Laura, sementara asistennya dan Florence menunggu di lobby.
Ting..lift berhenti di lantai dua puluh. Xavi mengajak Laura langsung menuju ruangan Dante.
"Selamat siang tuan Xavi. Anda dan nona Laura sudah di tunggu tuan Dante. Saat ini beliau bersama tuan Felipe. Mari saya antar tuan-nona", ucap Alex asisten Dante mempersilahkan Xavi dan Laura masuk keruangan atasannya.
__ADS_1
Xavi menganggukkan kepalanya. Sementara Alex membukakan pintu lebar-lebar untuk keduanya saat terdengar sahutan dari dalam ruangan setelah ia mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Terimakasih Alex", jawab Xavi langsung mengajak Laura masuk keruangan Dante.
Di dalam ruangan megah itu terlihat Dante sedang berbincang bersama Felipe. Saat melihat kehadiran Xavi dan Laura keduanya menghentikan pembicaraan serius diantara keduanya.
"Bagaimana, apa semuanya lancar?", tanya Dante menatap temannya Xavi yang duduk di samping Felipe. Mau tidak mau Laura harus duduk di samping Dante. Laura membuka topi dan kacamata hitamnya. Wanita itu mengurai rambut panjangnya.
"Semuanya lancar. Aku juga sudah bertemu dengan petugas yang akan menerima laporan kita. Mereka melihat sendiri bagaimana kondisi klien ku. Jika syarat-syarat sudah terpenuhi mereka akan segera menerima dan memproses laporan kita. Kalian tenanglah. Aku minta saat nanti Laura melakukan konferensi pers kalian tidak usah tampil mendampingi. Biarkan Escobar dan orang-orang nya tidak mengetahui keterlibatan kalian. Cukup aku dan tim pengacara yang mendampingi Laura nantinya. Kalian di belakang layar saja", Ujar Xavi mengatur rencana.
Felipe menganggukkan kepalanya.
"Amunisi kekuatan itu akan kita keluarkan di akhir, dude. Untuk awalnya kita buat lawan keta-ketir dulu. Ibarat kata senggol ujungnya saja dulu. Kita lihat dampaknya. Aku yakin Escobar akan langsung kelimpungan saat melihat pemberitaan tentang dirinya tersebar luas. Saham perusahaan nya pasti akan langsung anjlok saat itu juga. Pemberitaan itu akan berdampak pada semua sektor bisnis miliknya terutama yang ada di negara Italia. Kalau melihat kehadiran kalian pasti ia dan orang-orang nya akan menyerang usaha kalian. Secara mereka sudah terdesak pasti akan melakukan segala cara. Aku tidak mengharapkan itu terjadi", ujar Xavi menjelaskan taktiknya dengan rinci.
__ADS_1
"Tapi apa kau benar-benar sudah siap membuka semuanya Laura? Jika kita menuntut Escobar sudah dipastikan nyonya Antoinette ibumu akan terseret juga. Posisi ibumu sudah terlacak keberadaan. Ia bukan berada di Turin seperti kata mu, tetapi sekarang ia berada di kota Paris dan sedang menikmati kehidupannya", ujar Xavi menatap Laura sambil memberikan iPad-nya dan memperlihatkan Antoinette dengan kehidupan glamor sedang berada di pagelaran fashion show busana di Paris.
Otomatis Dante dan Felipe juga menatap Laura yang terlihat muram dan lebih banyak diam. Laura melihat foto-foto mommy nya melalui iPad Xavi. Seketika perasaannya menangis dan menjerit. Dadanya bergemuruh penuh kebencian melihat Antoinette sangat bahagia sementara ia harus menanggung semua perbuatan wanita yang setelah melahirkannya kedunia ini. Tidak ada lagi tetesan air untuk Antoinette di pipi Laura yang akan membuat tubuhnya semakin terguncang. Namun yang tersisa hanyalah kesedihan akan dirinya sendiri dan penyesalan kenapa ia lebih memilih tinggal bersama wanita tidak memiliki perasaan seperti Antoinette.
Dante spontan menggenggam erat jemari tangan Laura memberikan kekuatan. Namun tindakan Dante membuat Xavi dan Felipe bertukar pandang. Felipe mengangkat satu bahunya seakan menjawab pertanyaan dari sorot mata Xavi.
"Jika kau mundur artinya Escobar akan tetap berkeliaran bebas. Kejahatannya akan semakin merajalela. Artinya kehidupan mu akan terus terancam Laura, aku tidak akan membiarkan laki-laki itu menyakiti mu lagi", ucap Dante menatap lembut Laura sambil menggenggam erat jemari tangannya.
Felipe dan Xavi semakin bertatapan. Merasa yakin ada sesuatu diantara keduanya. "Ehem..." Felipe berdehem sambil menyesap minuman yang sudah di sediakan oleh sekertaris Dante.
"Well...Kau pikirkanlah baik-baik Laura. Masih ada waktu beberapa hari untuk berpikir tentang tuntutan itu, sebelum hasil visum keluar. Aku harus pergi sekarang karena ada sidang perceraian yang harus aku tangani sebentar lagi", ucap Xavi berdiri. Diikuti Felipe juga.
"Sepertinya aku juga harus pergi, aku tidak mau menjadi nyamuk di sini. Sepertinya kalian saling tertarik. Kami ikut senang jika itu benar-benar terjadi, dude. Bukan begitu pengacara?", seloroh Felipe sambil merangkul bahu Xavi keluar ruangan Dante sambil tertawa jahil.
__ADS_1
...***...
VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏🤗