BRIDESMAID

BRIDESMAID
MINTA BANTUAN ANTOINETTE


__ADS_3

Ting..


Luca dan Felipe baru saja selesai meeting di CLEO COMPANY. Keduanya berbincang sambil berjalan berdampingan. Jika begitu, seperti sedang memamerkan diri mereka saja, siapa yang paling tampan dan macho. Andai saat ini mereka berada di tempat umum sudah di pastikan akan membuat kaum hawa yang kelonjotan salah tingkah.


Berhubung sekarang di perusahaan milik Luca tidak ada karyawan perempuan yang terang-terangan menatap keduanya, bisa-bisa langsung mendapatkan teguran dari Matte yang selalu awas dengan gerak-gerik orang di sekitar atasan mereka itu.


Luca mengajak Felipe ke ruangannya. Melanjutkan pembicaraan. Sementara Matte dan Flaco asisten Felipe berbincang di luar ruangan Luca.


"Dante tadi memberitahu, semuanya lancar. Menurut Xavi, kans memenangkan kasus Laura cukup besar. Rasa simpati juga terus mengalir untuk Laura. Aku rasa sekarang Dominic Escobar sedang meratapi nasibnya. Aku tidak sabar melihat laki-laki bajingan itu angkat kaki dari negara ini", ujar Felipe sambil menikmati cemilan yang disiapkan Casandra sekertaris Luca.


Luca menyesap minumannya. "Penjahat kelamin seperti itu layak lenyap dari muka bumi ini. Berkedok sebagai pengusaha untuk menutupi bisnis kotor yang sebenarnya ia jalani, sangat memalukan".


Felipe melihat arlojinya. Dan menepuk pahanya. "Oke Luc, aku harus pergi sekarang. Sudah sore, aku ingin melihat Valeria syuting".


"Bagaimana hubungan kalian?"


"Vale akan memberikan jawaban hari ini. Gadis itu sangat sulit, membuatku penasaran sekali. Baru kali ini pesona seorang Filipe tidak berlaku untuk seorang wanita", jawab Felipe mentertawakan dirinya sendiri.


Begitu juga Luca, ikut mentertawakan celotehan konyol temannya itu.


*


Di tempat lain, di sebuah mansion mewah yang berdiri jauh dari pusat kota terlihat laki-laki sedang melakukan se* bebas dengan tiga wanita sekaligus di dalam kolam spa dengan air hangat yang bergelombang. Dua wanita muda yang sudah telanjang masuk ke dalam kolam bergantian memainkan organ in*im laki-laki itu, sementara wanita satunya sedang memijat tubuh bagian atas laki-laki itu.


Aktivis nya terhenti saat seseorang masuk ke kamar khusus itu dan terlihat menjelaskan sesuatu. Laki-laki itu memberikan handuk tebal dan membantu memasangkan bathrobe berwarna abu-abu pada tubuhnya.


Keduanya keluar dari kamar spa.

__ADS_1


"Jelaskan sekarang, berita apa yang kau bawa Vedasco?"


Vedasco mengeluarkan beberapa foto dari amplop coklat, dan memberikan nya pada bos-nya.


"Ternyata laki-laki inilah yang sudah membantu nona Laura selama ini. Setelah nona Laura dan pengacaranya pergi dari konferensi pers tadi, orang kita mengikuti mereka yang datang ke perusahaan milik laki-laki itu", ujar Vedasco menjelaskan.


Escobar menatap satu persatu foto yang ada di tangannya. Dengan tatapan tajam dan gigi gemeretukan.


"Jelaskan!"


"Laki-laki itu bernama Masimo Dante. Seorang pengusaha sukses, salah satu pemilik perusahaan otomotif terbesar di kota ini. Ia juga memiliki jaringan club malam mewah Masimo club"


Escobar menghunuskan tatapan tajamnya. Dadanya bergemuruh hingga keubun-ubun kepala nya.


"Apa hubungannya dengan ja*ang itu?"


"Menurut penyusuran, mereka tidak memiliki hubungan apa-apa, namun nona Laura sering menghabiskan waktunya di salah satu club milik tuan Masimo Dante. Salah satu club milik nya berada tidak jauh dari hutan pinus tempat terakhir nona Laura".


"Kalian bodoh! jelas saja mobil itu sudah sembunyikan nya!!"


Vedasco tertunduk. "Sekarang apa yang harus kita lakukan tuan? Sore tadi pengacara tuan menyatakan mengalami kesulitan bernegosiasi dengan pengacara nona Laura. Pihak mereka menolak semua bentuk negosiasi dengan tuan".


Brakkkkk..


Escobar memukul meja kaca dengan tangan terkepal. "Aku tidak menyangka mempekerjakan anak buah bodoh seperti kalian Vedasco. Dalam sekejap bisnis ku hancur karena kebodohanmu dan orang-orang itu!!"


"Bawa kemari Antoinette! Wanita itu harus menjelaskan semuanya!"

__ADS_1


Vedasco memerintahkan anak buahnya untuk membawa Antoinette kehadapan Escobar.


Tidak perlu waktu yang lama membawa wanita itu karena ia di tempatkan di sebuah kamar yang tepat berada di sebelah ruang kerja itu.


Terdengar suara nyaring wanita yang marah-marah ketika hendak di bawa menemui Escobar. Kemarin Antoinette di bawa paksa anak buah Escobar ke mansion itu dengan mata tertutup kain hitam.


Antoinette tidak tahu siapa yang menculiknya saat ia hendak masuk ke mobilnya di tempat parkir disebuah pusat perbelanjaan, tetiba mulutnya di bekap dengan kuat oleh seseorang. Membuatnya tak sadarkan diri.


Saat sadar ia sudah di dalam kamar yang tidak ia ketahui dimana dan milik siapa. Hingga sekarang ia di bawa keluar kamar oleh dua orang bertubuh kekar. Antoinette berusaha memberontak namun sia-sia saja.


"Tuan, nyonya Antoinette sudah ada", ujar salah satu laki-laki yang mencengkram kuat tangan Antoinette.


Antoinette menatap punggung laki-laki yang berdiri di depan jendela kaca sambil menatap jauh ke depan.


"Tuan Escobar?"


"Bagaimana keadaan mu Antoinette, apa kau sudah menikmati uang hasil bayaran ku untuk putri la*cur mu itu?", ucap Escobar sambil menghisap cerutu nya.


"Kenapa kau menculik ku? perjanjian kita tidak seperti ini".


"Kau benar. Jika semuanya berjalan lancar. Tapi putri pembangkang mu itu sudah membuatku dalam masalah besar dan menyebabkan ku kehilangan semuanya dalam sekejap", teriak Escobar kesal sambil membalikkan badannya menatap Antoinette dengan tatapan nyalang. Amarah terlihat jelas di wajahnya.


"Apa maksud mu?"


"Putri la*ur mu itu, melarikan diri dari ku dan berani melaporkan ku pada pihak berwajib. Kau harus bertanggung jawab. Buat anak mu mencabut laporannya atau kalau tidak kau harus membayar dengan nyawa mu. ANTOINETTE!!"


Seketika tubuh Antoinette gemetaran dan bergidik mendengar perkataan Escobar. Tentu saja ia tidak mau mati konyol. "A-pa yang harus aku lakukan?".

__ADS_1


...***...


Tinggalkan jejak kalian 🙏


__ADS_2