BRIDESMAID

BRIDESMAID
SUAMI SIAGA


__ADS_3

Milan, Italia


Dua minggu kemudian...


Alana membulatkan matanya. Hazel coklat terang miliknya menatap takjub bangunan megah didepannya.


"Ayo turun kita sudah sampai", ucap Luca mengulurkan tangannya.


Alana masih mengedarkan pandangannya menatap mansion milik suaminya. Ini pertama kali Alana ke mansion Luca. Pernikahan mereka sangat mendadak waktu itu. Alana pun hanya mengenal Luca sesaat. Namun, jika sudah takdir siapapun tidak akan bisa mencegahnya. Begitupun dengan Alana intensnya pertemuan ia dan Luca membuat nya sedikit demi sedikit membuka hatinya untuk Luca. Apa lagi keperawanan nya hilang di tangan laki-laki itu. Yang menjadi suaminya sekarang.


"Sayang, apa kau mau berdiam diri di dalam mobil saja?". Ucapan Luca membuyarkan lamunan Alana.


Alana mengerjapkan matanya. "Eh...tidak Luc. Aku terpana melihat mansion mu sangat mewah dan indah", ucap Alana polos.


"CK. Kau ini seperti tidak pernah melihat mansion begini. Bukankah selama ini kau tinggal di kota", jawab Luca tersenyum meledek istrinya sambil menggenggam erat tangan Alana untuk masuk ke dalam.


Pelayan berbaris menyambut kedatangan tuannya itu, karena kali ini Luca cukup lama tidak kembali ke mansion. Namun mereka sudah mengetahui bahwa majikan mereka sudah menikah.


Luca memperkenalkan Alana pada semuanya. Dan mengatakan dengan tegas semua pekerja di mansion harus menghormati dan menuruti semua perkataan Alana sama seperti mereka menuruti perintah Luca.


Luca juga mengatakan istrinya sekarang sedang hamil anaknya.


Terdengar helaan nafas lega pelayan. Mereka turut berbahagia mendengar istri majikan sedang hamil, artinya sebentar lagi akan ada tangisan bayi di mansion itu.


*


Alana sudah membersihkan tubuhnya, saat ini ia menyadarkan tubuhnya di punggung tempat tidur berukuran king size. Alana menatap kamar luas yang di dominasi warna Beige itu begitu menyejukkan hati. Aroma parfum yang biasa Luca pakai pun begitu lekat di kamar itu, meskipun pemiliknya lama tak kembali.


Alana meluruskan kakinya seperti yang di sarankan dokter kandungan di Trapani setiap kali habis bepergian, agar aliran darah tidak tertumpuk pada satu titik saja. Setelah dua minggu mengetahui kehamilannya, yang artinya usia kandungan Alana saat ini berusia delapan minggu, dokter baru mengizinkan Alana terbang. Menurut dokter Bianca kondisi Alana dan janinnya sudah membaik.


Tidak bisa dipungkiri semua itu berkat Luca. Luca sangat tegas bahkan sesekali melayangkan ancamannya pada Alana jika wanita itu keras kepala tetap ingin melanjutkan syuting. Luca pun sangat memperhatikan apa yang di makan istrinya. Karena ia sangat kuatir dengan kondisi Alana dan calon anak mereka.


Pada akhirnya Luca mengambil keputusan yang di setujui Alana. Luca meminta Alana yang memilih sutradara yang akan menggantikan pekerjaannya. Alana menerimanya. Dan ia memilih Valeria Pierre. Teman baiknya saat kuliah Strata dua di Paris. Menurut Alana Valeria berdedikasi tinggi terhadap pekerjaan nya. Alana yakin dan percaya dengan pilihannya pada Valeria. Karena gadis itu hampir mirip dengan Alana urusan kerja, tegas dan disiplin.


Ceklek..


Luca keluar dari kamar mandi dengan handuk putih melilit di pinggang nya. Sementara rambutnya masih terlihat lembab.

__ADS_1


Alana menatap lekat tubuh suaminya itu. Sudah beberapa minggu mereka menahan diri untuk tidak bercinta. Sesuai anjuran dokter. Sebenarnya hal tersulit untuk keduanya. Sangat tersiksa, setiap saat melihat tubuh masing-masing namun hanya saling menyentuh bagian tubuh tertentu saja.


Bahkan Alana bersusah payah menelan salivanya menatap organ sensitif Luca. Karena suaminya berganti pakaian tepat dihadapannya.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu, hem", tanya Luca menghampiri Alana di atas tempat tidur. Luca menundukkan kepalanya dan me*umat bibir Istrinya yang terbuka.


"Kita harus bersabar. Percayalah hal ini juga sangat menyiksaku", ucap Luca mengusap wajah Alana.


"Yang aku takutkan saat kita sudah boleh melakukannya aku tidak bisa menahan diriku akan menyerang mu dengan liar, karena sudah terlalu lama puasa..


Drt..


Drt..


Drt..


Luca mengambil handphone miliknya di atas nakas dan melihat nama Felipe temannya di layar. Luca menggeser tanda hijau.


"Ada apa kau menghubungi ku?"


"Cepat katakan apa mau mu, aku sedang dengan istri ku. Mengganggu saja".


Terdengar tawa Felipe. "Yang benar saja, sekarang masih siang apa kalian sedang bercinta, teman?". Terdengar tawa Felipe.


Luca terlihat kesal. Ia hendak memutus pembicaraan.


"Luc...malam ini Dante mengajak kita berkumpul di club baru miliknya. Apa kau dan Alana akan datang. Aku dengar kalian sudah berada di Milan".


"Aku sudah tahu. Aku tidak akan pergi. Aku tidak akan meninggalkan istri ku sendiri", jawab Luca.


"Kenapa tidak kau ajak saja. Semua teman kita datang. Apa kau tidak akan memberikan dukungan pada Dante", ucap Felipe.


"Apa kau gila, membawa Istri ku ketempat itu. Alana sedang hamil!", balas Luca.


Sesaat Felipe terdiam di seberang sana. "Wow Luc, aku ucapkan selamat untuk mu dan Alana. Aku tidak tahu bahwa istri mu hamil. Oke besok aku akan mengunjungi mu di kantor mu".


"Iya. Aku akan menghubungi Dante sekarang", ucap Luca.

__ADS_1


Setelah Luca selesai menelpon Dante. Alana menatapnya. "Sayang kenapa kau tidak datang ke acara teman mu? Aku tidak apa-apa Luc. Kan tidak enak kau tidak datang ke acara teman baik mu".


"Aku tidak akan meninggalkan mu sendirian. Dan kita juga baru saja sampai. Aku juga semenjak menikah tidak menyukai tempat seperti itu lagi. Sudahlah tidak usah berpikir macam-macam, aku sudah menghubungi Dante, ia mengerti dengan kondisi kita", jawab Luca dengan tegas.


Tok..


Tok..


Tok..


"Itu pasti makan malam kita. Aku meminta pelayan membawa ke kamar". Luca berdiri dan membuka pintu, menyuruh pelayan wanita itu membawa bed tray ke atas tempat tidur. Agar ia dan istrinya bisa langsung makan.


*


Dentuman musik memekakkan telinga. Terlihat pengunjung yang pastinya bukan orang sembarangan dance dengan pasangan mereka atau pun temannya di club mewah tersebut yang berada di distrik kota Milan.


Ya club mewah itu milik Dante, yang di kenal sebagai pengusaha beberapa club mewah di kota Milan dan kota-kota besar lainnya. Bahkan laki-laki itu memiliki juga club di kota Madrid dan Paris.


Terlihat di sudut ruangan Dante dan teman-temannya Felipe, Xavi, Paolo sedang menikmati minuman mereka sambil berbincang-bincang.


"Sayang sekali Luca tidak bisa datang", ucap Dante sambil menyesap wine.


"Luca sangat berubah sekarang, ia benar-benar mencintai istrinya", ucap Paolo. Yang di iyakan semuanya.


"Luca tidak bisa meninggalkan Alana sendirian, istrinya sedang hamil. Bastard satu itu sangat beruntung memiliki istri yang cantik dan bertalenta seperti Alana. Aku sudah melihat semua berita tentang Alana di internet, ia wanita yang sangat berkelas dan berprestasi", ucap Felipe kagum.


"Jangan bilang kau naksir dengan istri Luca, dude. Aku pastikan Luca akan membunuhmu detik ini juga", Seru Xavi melemparkan kulit kacang pada temannya Felipe.


"Gila. Aku mengagumi bukan naksir. Aku masih punya harga diri, mana ada dalam kamus ku menikung teman baikku sendiri", ketus Felipe kesal di tuduh seperti itu.


"Tapi memang wanita seperti Alana yang disukai laki-laki.", jawab Dante. "Tidak seperti saudara nya itu", ucap Dante menunjuk dengan dagunya ke tengah lantai. Hingga semua temannya menatap sosok wanita mudah yang sudah nampak sempoyongan karena mabuk, bahkan tubuhnya di sentuh banyak laki-laki.


"Wajar saja Luca tidak pernah mencintai nya. Wanita murahan..."


...***...


TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA 🙏

__ADS_1


__ADS_2