
Ting..
Tong..
Valeria berjalan cepat ke arah pintu. Ia sudah berjanji dengan Felipe pergi fitting gaun pengantin hari ini.
Ceklek..
"Kau sudah siap?", tanya Felipe menatap kekasihnya Valeria yang terlihat sangat cantik.
"Iya. Hm, tapi tunggu sebentar aku mengambil coat dan tas ku dulu", ucap Valeria membalikkan tubuhnya hendak kamarnya.
Perkataan Valeria terputus karena Felipe menarik pinggang nya dan mencium bibirnya, bahkan me*umat dengan dalam. Membuat Valeria kesulitan menghirup oksigen. Hawa panas seketika menguasai tubuhnya. Harum musk tubuh Felipe selalu di sukai gadis itu. "Feli, hentikan. Kau merusak makeup ku... Huhhh", protes Valeria sambil memukul lengan Felipe sambil melebarkan matanya.
"Kau sangat cantik sayang", ucap Felipe berbisik di telinga Valeria.
"Dan kau selalu membuat riasan wajah ku rusak", balas Valeria cepat sambil mencebikkan bibirnya.
Mendengar jawaban kekasihnya membuat Felipe tersenyum sambil memeluk tubuh gadisnya itu "Kan bisa kau betulkan lagi", ucap Felipe sambil merapikan anak-anak rambut ke belakang telinga Valeria.
Valeria mengamati penampilan nya sekali lagi di depan cermin yang ada dikamar nya. Hari ini weekend. Valeria sudah berjanji dengan Felipe akan fitting gaun pengantin yang akan ia kenakan di hari istimewa nanti. Hanya tersisa dua minggu lagi.
Sebenarnya ada perbedaan pandangan antara Valeria dan Felipe mengenai konsep acara pernikahan mereka. Valeria ingin resepsi yang sederhana saja namun sakral. Dihadiri keluarga inti, seperti pernikahan Laura dan Dante semalam.
Namun Felipe ingin pernikahan yang mewah dan glamor, bahkan ia menyiapkan budget yang fantastis. "Pernikahan hanya sekali dalam hidup, jadi aku ingin pesta yang istimewa Vale", ucap Felipe pada suatu hari. Keinginan nya di dukung pula oleh kedua orang tuanya yang ingin memperlihatkan pada khalayak ramai bahwa putra mereka Felipe tidak seperti yang di beritakan di luaran sana. Keluarganya ingin menjawab pemberitaan negatif tentang Felipe yang mengatakan ia penyuka sesama jenis. Hal itu berkembang kepermukaan dikarenakan Felipe tidak pernah menggandeng seorang wanita padahal ia laki-laki tampan dan pebisnis sukses, sementara usianya sudah sangat pantas membina hubungan serius yaitu pernikahan.
Jika sudah begitu Valeria lah yang akan mengalah dan mengikuti kemauan Felipe dan keluarganya yang sangat menerima dirinya sebagai bagian keluarga Calderón. Apalagi setelah kedua orang tua Felipe mengetahui bahwa Valeria putri Lucien. Kedua orang Felipe langsung merestui hubungan mereka.
"Ayo kita pergi sekarang, aku sudah membuat janji bertemu Claudia", ucap Felipe sambil menarik tangan Valeria saat melihat kekasihnya itu keluar dari kamarnya.
*
__ADS_1
"Selamat pagi menjelang siang tuan Felipe nona Valeria. Nona Claudia sudah menunggu kedatangan nona dan tuan", ucap seorang pekerja di perusahaan yang akan menangani semua urusan resepsi Felipe dan Valeria.
"Mari tuan-nona, saya antar keruangan nona Claudia", ucap wanita muda itu dengan ramah.
Valeria tersenyum dan mengikuti pelayan itu. Felipe memegang erat jemari tangan Valeria. Saat di depan pintu ketika pelayan yang mengantar mereka baru saja hendak mengetuk pintu.. Felipe langsung saja membuka pintu dan masuk kedalam ruangan.
Pelayan tidak bisa berkata-kata melihat tindakan tamu penting itu. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Tentu saja tindakan kekasihnya membuat Valeria tidak enak hati. Pelayan itu tidak tahu bahwa Felipe adalah teman lama atasannya.
"Claudia...mana gaun yang harus di coba", ujar Felipe saat melihat pemilik vendor sedang asyik menerima telepon.
Wanita cantik itu terlihat kaget mendengar suara bariton Felipe memenuhi ruangan kerja nya.
"Kau ini mengagetkan saja", ketus Claudia. "Ana bawakan gaun atas nama nona Valeria ke mari", perintah Claudia pada anak buahnya.
Beberapa saat kemudian pelayan yang bernama Ana datang bersama temannya membawa gaun Valeria.
"Ahh...ini cantik sekali", ucap Valeria terkagum-kagum melihat gaun berwarna putih model mermaid style dengan potongan heart neck serta aksen peplum di bagian pinggang. Gaun ini juga dilengkapi dengan tail panjang menjuntai ke belakang yang akan ia kenakan di malam resepsi hari istimewa nya nanti.
"Gaun ini belum seratus persen sempurna, di bagian dada akan aku tambahkan batu-batu mulia dan kristal yang akan membuat gaun ini begitu mewah, glamor sekaligus elegan sesuai keinginan mu", ucap Claudia memberikan penjelasan mendetail pada Felipe dan Valeria.
"Hm... kerja mu boleh juga Clau. Tidak sia-sia aku membayar mu mahal, not bad", ucap Felipe memandang gaun indah berwarna putih yang akan dikenakan kekasihnya dihari pernikahan mereka nanti.
"Come on. Jadi kau meragukan karya teman mu ini Feli? Aku perancang handal, dan nama ku sudah tercatat sebagai perancang ternama", cicit Claudia tidak terima rancangan nya di ragukan hasilnya.
Valeria hanya bisa tersenyum melihat kata bersaut dua sahabat lama di hadapannya.
Setelah selesai fitting gaun pengantin, Felipe dan Valeria pamit pulang pada Claudia. "Salam buat suami mu Mateo, aku harap kalian bisa hadir ke pernikahan ku".
"Pasti kami akan hadir, siapa juga yang akan melewatkan pernikahan pengusaha ternama Luigi Felipe Calderón pemilik jaringan bisnis Calderon groups yang terkenal itu, tentu saja aku tidak akan melewatkan nya", jawab Claudia tersenyum ramah.
__ADS_1
"Ingat ya...kalian berdua harus menjaga stamina tubuh kalian karena waktunya hanya dua minggu lagi".
"Terima kasih Claudia", ucap Felipe dan Valeria hampir bersamaan.
*
"Felipe, sekarang apa kita akan fitting baju mu juga?", tanya Valeria saat keduanya sudah berada di dalam mobil. Felipe menyetir sendiri mobilnya. Laki-laki itu memang lebih nyaman jika menyetir mobilnya sendiri saat bersama Valeria. Felipe akan memakai sopir jika melakukan perjalanan urusan bisnis saja.
"Sekarang kita ke toko berlian langganan mommy, aku sudah memesannya untuk mu".
Huhh...
"Felipe, kau sudah terlalu banyak memberikan aku hadiah mahal. Aku tidak membutuhkan semua barang mewah itu, sayang. Yang aku butuhkan hanya dirimu, kau mencintaiku dan anak-anak kita nantinya. Itulah yang aku harapkan dari pernikahan kita", ucap Valeria sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Felipe yang sedang mengendarai mobil dengan pandangan fokus ke depan.
"Jangan pernah ragukan ucapan ku, Vale. Ada banyak cinta dari ku untuk mu dan anak-anak kita nanti".
"Ohh ya sayang, mommy pagi tadi bilang ia menginginkan anak yang banyak dari mu. Mommy bilang ia tidak mau kesepian lagi jadi mama order kepada kita supaya memberikan cucu yang banyak buat nya. Dan aku menyanggupinya", ujar Felipe dengan santai.
"Apaa?"
Valeria melebarkan kedua matanya. "Kau pikir membuat anak itu seperti membuat roti, arghhh...", seru Valeria sambil duduk tegap menghadap Felipe.
Felipe berdecak mengangkat satu bahunya. Sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, saat melihat Valeria dongkol. "Ya... pokok nya kita harus memiliki banyak anak sayang. Minimal lima anak. Tiga laki-laki, dua perempuan".
"Argh. Felipe yang benar saja.."
...***...
MAAF SLOW UPDATE YA🙏
TAPI AUTHOR BALAS DENGAN CHAPTER PANJANG DI BAB INI🙏
__ADS_1