BRIDESMAID

BRIDESMAID
BEKERJA SAMA


__ADS_3

Alana menggeliatkan tubuhnya, ia mengerjap-ngerjapkan kedua matanya. Sesaat mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar, lupa berada di mana.


Kemudian seutas senyuman menghiasi wajahnya saat ingatannya telah terkumpul. Alana tersenyum mengingat percintaan panas antara ia dan Luca beberapa saat yang lalu, membuatnya begitu kelelahan hingga tertidur pulas.


"Luca pasti sedang bekerja. Sebaiknya aku berendam saja sekarang", gumam Alana bangkit dari tempat tidur memungut kemeja suaminya dan memakainya Alana mengikat rambut panjangnya seadanya.


"Sudah senja", ucap Alana pelan menatap jam di dinding.


Ceklek..Luca membuka pintu.


"Kau sudah bangun?", tanya Luca yang baru saja masuk ke kamar sambil mengendurkan dasinya.


"Iya. Aku mau berendam", jawab Alana.


"Apa kau mengajakku bersama mu, hem?", goda Luca di telinga Alana. Luca memeluk tubuh Alana dari belakang, menyandarkan dagunya pada bahu istrinya. Hembusan nafas Luca menyentuh leher Alana.


"Jika kau mau. Aku tidak bisa menolaknya", jawab Alana memiringkan kepalanya sementara kedua tangannya menyentuh lengan Luca yang melingkar di perutnya.


"Ayo kita lakukan", ucap Luca terdengar serak. Tanpa berpikir panjang, Luca mengangkat tubuh istrinya ala bridal style menuju kamar mandi. Keduanya kembali berciuman mesra.


*


Felipe menyesap capuccino yang di sediakan kru film. Tiga puluh menit yang lalu laki-laki itu datang ke perusahaan Luca untuk melihat Valeria dan tim nya syuting.


Sudah seminggu Valeria dan kru film berada di kota Milan melakukan syuting dan pengambilan gambar. Ini pertama kalinya Felipe melihat secara langsung Valeria bekerja. Sejak dua minggu yang lalu terakhir mereka bertemu, ketika Felipe mengantar gadis itu ke bandara hendak pulang ke kota Trapani. Felipe sudah janji pada Valeria akan melihatnya syuting saat sudah berada di Milan.


Sesekali Felipe fokus menatap adegan-adegan yang di lakoni artis-artis multitalenta. Laki-laki itu juga mengagumi cara kerja Valeria. Benar kata Luca Valeria sangat cekatan dalam bekerja. Gadis itu juga terbilang tegas saat beberapa adegan tidak sesuai dengan keinginannya ia langsung meng cut dan mengulang part hingga sesuai keinginannya.


Beberapa saat kemudian terdengar sapaan beberapa orang.


"Selamat malam tuan Luca, nona Alana".


"Malam", jawab Alana hangat. "Bagaimana syuting kalian hari ini?"

__ADS_1


"Baik dan lancar nona", jawab seorang kru yang melihat kehadiran Alana dan Luca di ruangan tersebut.


"Sayang, itu ada Felipe", ucap Alana menunjuk ke meja bulat yang ada di sudut ruangan. Terlihat Felipe sedang menatap iPad-nya. Laki-laki itu tidak menyadari kehadiran Luca dan Alana.


Luca menghampiri Felipe, sementara Alana menghampiri Valeria dan Robert.


"CK. Sejak kapan kau jadi pengangguran begini Felipe? Biasanya hari kerja kau masih di kantor mu", ucap Luca meledek temannya itu sambil duduk.


Felipe mengangkat kepalanya menatap Luca yang datang bersama istrinya. "Kau sendiri sudah malam begini kenapa masih berada di kantor. Oh pantas saja, ternyata kau di temani istri mu. Kau pasti sehabis bercinta dengan nya. Ingat dude, istri mu itu sedang hamil", balas Felipe bernada ledekan juga.


"Itulah nikmatnya menikah Felipe, aku bebas bercinta dengan istri ku. Kapan pun aku inginkan. Tidak seperti mu yang mencari kehangatan di luar sana", ucap Luca cepat.


"Shitt...Kau menantang ku bastard? Tunggu saja sebentar lagi aku menyusul kalian", balas Felipe sambil menaruh gelas capuccino yang di genggamannya.


"Buktikan saja ucapan mu itu, aku tidak sabar menunggu undangan mu menikah..."


"Siapa yang akan menikah sayang?". Tiba-tiba Alana dan Valeria sudah berada di dekat Luca dan Felipe.


"Felipe akan segera menikah, ia akan memberi kita undangan", jawab Luca spontan sambil menahan tawanya. "Gotcha", ucap Luca tertawa.


"Kau ini brengsek sekali!", ketus Felipe kesal.


"Luca, benar-benar sialan", umpat Felipe dalam hatinya.


Mendengar perkataan Luca, membuat Valeria tak bergeming. "Oh ternyata Felipe akan menikah", batinya.


"Well...bagaimana syuting kalian Valeria?", tanya Luca pada Valeria yang duduk di samping Felipe.


"Baik tuan, semuanya lancar. Artis pendukung juga sangat berkompeten. Aku perkirakan tidak akan memakan waktu yang lama lagi proyek film ini akan selesai", jawab Valeria.


"Aku senang mendengarnya. Jika syuting filmnya selesai kau bisa memulai pengerjaan untuk iklan. Kau akan banyak menghabiskan waktu bersama Felipe dalam pembuatan iklan itu. Jika masalah iklan, kau langsung saja berkomunikasi dengan Felipe karena ia yang akan terlibat langsung dengan kau dan kru", ucap Luca.


"Baik tuan".

__ADS_1


Felipe terlihat tersenyum penuh arti. "Ternyata bastard satu ini pengertian juga", batin Felipe sambil mengetukkan jemari tangannya pada meja kaca.


"Mulai sekarang kau tidak perlu memanggil ku tuan, panggil nama ku saja", ucap Luca.


Valeria menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Siap Luca".


"Begitu lebih baik, Vale", ucap Alana tersenyum sambil bergelayut mesra pada lengan suaminya.


Keempatnya berbincang akrab hingga tak terasa waktu semakin malam. Alana dan Luca pamit pulang. Sementara Felipe mengantar Valeria pulang ke hotelnya. Awalnya Valeria menolak Felipe mengantar nya, karena ia baru tahu bahwa laki-laki itu sudah memiliki kekasih dan akan segera menikah. Namun Felipe memaksanya. Valeria tidak enak di lihat para kru yang masih bekerja di sana. Pada akhirnya ia mengikuti Felipe juga.


...***...


TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA 🙏


*


YUK BACA JUGA :



PENGANTIN PENGGANTI


MARRIAGE AGREEMENT


MENJADI YANG KEDUA


SERPIHAN HATI ELLENA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT


__ADS_1


__ADS_2