BRIDESMAID

BRIDESMAID
PERKEBUNAN DE ALMA II


__ADS_3

Luca menarik tubuh Alana merapat ke tubuhnya. "Malam ini kita habiskan saja dengan bercinta, sayang", bisik Luca sambil mencium lembut bibir istrinya. Menggoda Alana. Jemari tangan Luca perlahan menarik tali bathrobe yang dipakai Alana.


"Sayang, tapi kita belum makan", ujar Alana melebarkan kedua matanya mendengar perkataan Luca.


"Hm...minta antar kekamar saja makan malam kita", balas Luca mengecup lembut leher putih istrinya. Harum tubuh Alana menyeruak memenuhi indera penciuman Luca. Pun begitu Alana, seakan terhipnotis dengan aroma musk suaminya. Terkesan maskulin dan gagah.


"Sayang...Ahh"


Luca menghentikan aktivitas nya. Menatap kedua iris Alana. "Aku selalu menginginkan mu, Alana", ucap Luca sambil mengusap lembut wajah halus istrinya.


Kedua tangan Alana melingkar di leher Luca.


Sebenarnya Alana tidak pernah kuat saat melihat suaminya tidak menggunakan pakaian seperti sekarang. Tubuh Luca begitu menggoda dengan tonjolan otot-otot tercetak sempurna, apalagi wajahnya begitu segar dengan rambut basah bahkan air masih menetes dari ujung rambut nya.


Wajar saja banyak wanita mengejar Luca, batin Alana. Tetapi ia patut berbangga hati, karena semenjak mengenal Luca laki-laki itu hanya menatapnya saja. Selalu ada untuk Alana, saat wanita itu membutuhkannya. Memberikan support pekerjaan Alana maupun yang lainnya. Alana merasakan cinta dan kasih sayang Luca tulus padanya. Bisa jadi karena usia Luca yang tidak muda lagi begitupun Alana. Mereka sama-sama sudah dewasa.


Luca me*umat bibir ranum istrinya. Bergantian menghisap bibir atas dan bawah Alana. Hingga terdengar suara desisan dari mulut Alana.


Sementara Alana memiringkan kepalanya, merasakan sensasi buaian Luca.


Tangan Luca meremas dada Alana yang masih tertutup bathrobe. Jemari tangan itu menyelusup melalui celah bathrobe. Meremas, menekan dan mencubit pelan puncaknya.


"Ahh ..."


Satu tangan Luca menarik bathrobe, hingga tampak depan tubuh Alana terpampang jelas . Dada membusung dengan perut rata milik istrinya begitu menggoda Luca


Luca mencumbu leher Alana dengan bibirnya, sementara tangan kokoh turun menyusuri tubuh istrinya semakin bawah. Jemari tangan Luca mengusap lembut inti Alana yang tidak menggunakan panties. Nampak seringai bahagia di wajah Luca, ia suka Alana tidak memakai apapun didalam bathrobe memudahkan pekerjaannya.

__ADS_1


Alana memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya, sembari mendesah pelan. Menahan gejolak gairah yang ditimbulkan suaminya itu. Hasrat dan gairah sudah menguasai tubuh Alana. Sengatan hawa panas mengalir di seluruh tubuhnya.


"Ahh..."


De*ahan terus keluar daru mulut Alana sambil mencium bibir Luca dengan penuh gairah. Tentu saja serangan Alana itu membuat Luca membalasnya dengan panas.


"Kau selalu menggoda ku sayang, aku sudah menahan diri ku tadi."


Alana, menatap Luca dengan tatapan sayu menahan gelora di hatinya. Tangannya membuka handuk yang menutupi tubuh bawah suaminya.


Terpampang inti Luca yang sudah mengeras.


"Ahh Luc..."


Lagi-lagi Alana men*esah tak karuan, saat mulut Luca menghisap kedua gundukan kenyal miliknya bergantian.


Jemari lembut Alana memegang milik Luca, dan mengelusnya dengan lembut.


Luca yang di goda begitu, mengerang sambil menggenadahkan kepalanya ke atas dan memejamkan matanya.


"Ohh shitt Lana, aku sudah tidak tahan..."


Luca mengarahkan miliknya memasuki inti istrinya dengan posisi berdiri.


Sementara punggung Alana bersandar dipintu wardrobe. Ia memejamkan matanya, menahan gairah yang begitu membuncah dalam tubuh nya.


Luca, menghentakkan miliknya pelan, kemudian bertambah dengan keras. Laki-laki itu begitu kuat setiap kali berhubungan intim dengan Alana, ia sangat dominan memimpin pertempuran dan selalu menjadi pemenangnya. Sementara Alana sangat mudah mendapatkan pelepasan meskipun Luca masih memacu adrenalin nya untuk mencapai puncak. Buaian Luca mampu membuat istrinya keluar berkali-kali saat bercinta. Luca benar-benar lihai mencumbu tubuh Alana.

__ADS_1


"Owhh, sayang..", lenguhan tertahan suara Alana terdengar begitu menggoda.


Luca tahu istrinya itu akan mencapai puncak kenikmatan nya.


Hingga Luca merasakan miliknya seakan terhisap inti Alana.


"Oh sayang...Ahh"


"Bertahanlah sebentar", bisik Luca ditelinga Alana.


Laki-laki itu terus menghentakkan miliknya semakin kuat ke inti Alana, hingga terdengar de*ahan kembali dari mulut Alana ia mendapatkan pelepasan untuk yang kedua kalinya. Dan terdengar erangan panjang dari mulut Luca bersamaan de*ahan Alana.


Tubuh Alana terkulai lemah bersandar pada dada suaminya, sementara milik Luca masih berada di inti Alana.


Sesaat kemudian, Luca baru mencabut miliknya.


Luca menggendong tubuh istrinya ala bridal style, dan membaringkan nya di tempat tidur.


"Kau kelelahan sayang, apa kau ingin makan sekarang, hem?", bisik Luca.


Alana menggelengkan kepalanya. "Nanti saja, aku lelah. Tubuh ku pegal Luc", jawab Alana dalam dekapan Luca.


Luca mengecup kening Alana. Ia menyelimuti tubuh mereka berdua yang masih dalam keadaan polos. "Tidurlah! Setelah itu kau makan dan kita lanjutkan lagi permainan panas dan liar", ucap Luca santai.


Seketika kedua netra Alana terbuka dan mengangkat kepalanya menatap Luca.


"Apa? yang benar saja, memangnya tubuh mu tidak lelah..?", tanya Alana spontan sambil melototkan matanya.

__ADS_1


...***...


VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏


__ADS_2