
"Apa kau menetap di Italia?", tanya Felipe sekilas menolehkan wajahnya pada Valeria yang duduk di sampingnya. Sementara Felipe mengendarai mobil dengan kecepatan sedang karena tidak terburu-buru. Valeria juga besok pagi baru kembali ke Trapani.
"Saya menetap di kota Florence. Kota asal ayah ku. Namun tidak terus menetap di sana, karena saya juga banyak menghabiskan waktu di Paris kota asal ibu ku", jawab Valeria.
"Bagaimana kau bisa bekerjasama dengan Luca?", tanya Felipe pura-pura tidak tahu. Ia hanya menjalin komunikasi agar tidak saling berdiam diri selama di dalam mobil.
"Aku dan Alana istri tuan Luca teman baik. Kami sama-sama kuliah di tempat yang sama. Dan menggeluti bidang yang sama. Alana menghubungi ku beberapa waktu yang lalu untuk mengantikan pekerjaan nya. Dan aku menerimanya", jawab Valeria tersenyum manis. Bahkan lesung pipi menambah kecantikannya.
Felipe menatapnya lekat. Sangat lekat gadis itu. "Hem....ehem". Felipe berdehem sambil mengusap tengkuknya.
Sesaat kemudian mobil yang di kendarai Felipe berhenti di sebuah restoran mewah yang berdiri di pusat kota berdampingan dengan mall yang terkenal di Italia.
"Ayo kita turun, di dalam kita bisa berbicara lebih tenang", ucap Felipe sambil memberikan kunci mobilnya pada valet parking. Valeria mengikuti nya, masuk ke dalam restoran mewah itu.
"Selamat malam tuan Felipe", sapa pelayan dengan hormat. Begitupun pelayan lainnya yang melihat kedatangan Felipe. Valeria sedikit aneh, semua orang mengenal laki-laki itu, bahkan sangat menghormatinya. Terlihat dari kejauhan seorang laki-laki muda nampak tergesa-gesa menghampiri mereka.
"Selamat sore tuan. Maaf saya tidak tahu tuan akan datang", ucap laki-laki itu dengan hormat.
"Tidak apa-apa, aku dan...
"Oh sayang, ternyata kau datang ke restoran". Wanita paruh baya yang terlihat cantik dan glamor memeluk erat tubuh Felipe. Tidak bisa dipungkiri wajah Felipe terlihat kesal. Niatnya membawa Valeria ketempat tenang malah jadi begini, bertemu dengan mamanya Lorenzia yang pasti tidak sendirian.
Saat melepaskan pelukannya, kedua manik biru Lorenzia menatap intens gadis cantik di samping putranya. "Sayang gadis ini siapa? Apa dia kekasih mu? Kebetulan sekali kau membawanya. Ayo ikut mommy, mommy akan mengenalkan mu pada teman-teman mommy. Kau sangat cantik. Mereka semua akan terdiam melihat mu, ternyata Felipe bukan seperti berita yang tersebar di luaran sana", ucap Lorenzia tersenyum sambil mengusap lembut wajah Valeria yang nampak terkejut bahkan mata bulatnya seakan mau keluar saat wanita itu menyebut ia kekasih Felipe.
Valeria belum sempat menjawab ketika tangannya di tarik Lorenzia agar mengikuti nya.
__ADS_1
"Mom..Valeria bukan kekasihku, ia rekan kerja ku", ucap Felipe berusaha menjelaskan. Namun sia-sia, sang mama begitu antusias bahkan tidak memperdulikan nya.
"Shitt. Kenapa kalian tidak memberi tahu ku bahwa ada mommy di sini", ketus Felipe kesal pada manajer dan pelayan yang menyapanya tadi. Keduanya hanya bisa tertunduk.
Jika sudah begini semuanya semakin kacau. Lihatlah sekarang Valeria di kenalkan pada satu persatu teman-teman sosialita mommy nya. Mau tidak mau Felipe harus segera membawa gadis itu menjauh dari Lorenzia dan teman-temannya yang nampak antusias berkenalan dengan Valeria. "Mommy membuat kacau rencana ku saja", batin Felipe mengeratkan rahangnya.
*
Felipe berhasil membawa Valeria menjauh dan saat ini mereka duduk di ruangan yang paling nyaman di restoran. Ruangan khusus untuk Felipe yang terletak di lantai lima restoran dengan suasana lebih tenang dan jauh dari gangguan siapapun. Ruangan itu memiliki balkon tersendiri yang bisa melihat langsung kota Milan di malam hari yang terlihat semakin indah karena penerangan lampu-lampu jalanan.
"Valeria maafkan mama ku. Aku benar-benar minta maaf, kau dikenalkan sebagai kekasih ku kepada teman-teman nya", ucap Felipe menatap manik gadis yang terlihat tenang duduk di depannya.
Valeria tersenyum. "Tidak apa-apa tuan. Hal seperti itu bukan kau saja yang mengalaminya, aku juga sering diperlakukan seperti itu oleh mama ku. Usia ku mereka anggap sudah cukup tua", seloroh Valeria tertawa sambil melebarkan mata indahnya.
"Huhh..kau belum tua", jawab Felipe.
Felipe menatapnya. "Kau tenang saja aku segera mengklarifikasi pada mama ku bahwa kita bukan sepasang kekasih, bahwa kita adalah rekan kerja semata. Tentu saja akan sangat mengganggu mu jika kekasih mu tahu apa yang orang tua ku lakukan".
Valeria tersenyum. "Tuan Felipe tenang saja, aku tidak apa-apa. Aku gadis bebas tidak memiliki kekasih, jadi tidak akan mengganggu siapa pun", jawab Valeria.
Terlihat Felipe menghela nafasnya.
"Yes. Akhirnya jawaban yang ingin aku dengar keluar dari mulutnya", batin Felipe tersenyum penuh arti. Laki-laki itu mengetukkan jemari tangannya keatas meja yang sudah terhidang beberapa menu makanan. Sementara langit di luar sudah terlihat gelap.
"Well... sekarang kita bahas pekerjaan", ucap Felipe sambil membuka iPad-nya dan menyodorkannya di hadapan Valeria. Ini kontrak kerjasama kita. Jika ada yang mengganjal di hati mu kau utarakan saja, akan segera di revisi".
__ADS_1
Valeria mengambil iPad Felipe, namun bukannya membaca kontrak jemari tangannya malah mengusap layar kaca yang retak. "Tuan, iPad mu pecah karena aku menabrak mu tadi? Maafkan aku. Aku akan menggantinya", ucap Valeria menatap Felipe penuh penyesalan.
"Tidak usah kau pikirkan. Kau cukup menggantinya dengan tidak memanggil ku tuan. Cukup panggil nama ku saja..."
...***...
VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏
*
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MARRIAGE AGREEMENT
AIR MATA SCARLETT
SERPIHAN HATI ELLENA
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
__ADS_1