
BAGI YANG PUASA BACA UDAH BUKA ⛔
"Selamat malam tuan".
"Apa istri ku sudah tidur?", tanya Luca pada Ximena yang terlihat masih bekerja dengan pelayan lainnya.
"Nona baru naik ke kamar, sehabis membuat puding", jawab Ximena.
"Hem. Lanjutkan pekerjaan mu. Ingat tidur jangan terlalu malam, aku tidak mau pekerja di rumah ini sakit karena kurang beristirahat", tegas Luca masuk ke dalam lift.
"Iya tuan", jawab Ximena dengan hormat.
Semenjak Luca menikah dengan Alana, ia sangat hangat kepada semua pekerja di mansion. Menyapa dengan ramah dan tak segan berbincang-bincang. Hal yang tidak pernah Luca lakukan sebelum menikah. Sebelumnya laki-laki itu selalu bersikap dingin pada siapa saja. Pulang ke mansion hanya sesekali, ia lebih banyak menghabiskan waktu di kantornya untuk bekerja yang tak kenal waktu.
Ting..
Luca keluar dari lift di lantai tiga mansion mewah itu.
Ceklek..
Luca mengedarkan pandangannya tidak ada Alana di kamar. "Sayang...?"
Tak ada sahutan sama sekali. Hingga kedua netra Luca menangkap bayangan sinar dari ruang home teather yang bersebelahan dengan walk in closet.
Luca melihat istrinya sedang menonton film kesukaannya. Luca tersenyum mengintip Alana, ia sudah terlalu sering menemani istri menonton film romantis yang berakhir dramatis itu. Dan Luca tahu setelah ini pasti Alana akan menangis tersedu-sedu karena sedih.
Luca menahan dirinya tidak menggangu istrinya, ia ingin membersihkan tubuhnya dulu sebelum bergabung dengan Alana. Luca menuju kamar mandi.
__ADS_1
Setelah dua puluh menit Luca kembali ke ruang home teather. Benar saja terdengar suara tangisan Alana. Luca menahan tawanya menghampiri Alana. "Kau butuh tempat bersandar, hem?".
Kehadiran Luca membuat Alana terkejut. Bahkan sekarang suaminya sudah berganti pakaian. "Sayang, kapan kau pulang? Aku tidak menyadarinya", ucap Alana mengusap air matanya yang keluar karena kisah sedih film yang di tonton nya. Tak lain kisah Romeo and Juliet.
"Cukup lama. Saat melihat istri ku sangat serius menonton film kesukaannya aku putuskan mandi saja. Apa film mu sudah selesai, hem? Sekarang saatnya praktek", ujar Luca mengangkat tubuh Alana keatas pangkuannya.
"Sayang filmnya belum selesai", protes Alana menolehkan kepalanya pada layar berukuran besar dibelakang tubuhnya. Namun Luca menangkup wajahnya dan mengecup lembut bibir Alana.
Tanpa memberikan kesempatan pada Alana beralih darinya, Luca mencium bibir Alana dengan liar. Alana terkejut mendapatkan serangan suaminya, namun hanya sesaat saja. Selanjutnya tangan Alana memeluk erat leher Luca. Keduannya berciuman mesra.
Lidah Luca bergerak semakin dalam menjelajahi rongga mulut Alana. Harum buah yang sangat di sukai Luca. Luca mencium sangat hebat membuat Alana mengeluarkan suara lenguhan.
"Ah, sayang..."
Tanpa melepaskan tautan bibirnya, jemari tangan Luca menurunkan tali spaghetti gaun tidur berbahan lembut itu dari bahu istrinya. Seketika gaun tidur itu turun ke pinggang Alana. Luca senang, karena ia selalu meminta istrinya saat bersamanya jangan memakai bra. Tiap malam tempat itu selalu menjadi tempat mainan jemari-jemari tangan dan mulut Luca sebelum tidur. Luca semakin menyukai bentuk bulat dan menantang dada istri nya saat ini.
Tanpa menunggu lagi, kedua tangan Luca mencengkram dua gundukan kenyal Alana dan mengulumnya bergantian.
Alana mengenadahkan kepalanya sambil memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya. Sementara jemari lentiknya meremas dan menekan kepala Luca memintanya lebih lama bermain-main di sana karena terasa sangat nikmat dan memberikan sensasi yang begitu luar biasa.
Luca mengangkat wajahnya menatap Alana dengan sorot mata memuja. Sementara bibir Alana selalu meloloskan de*ahan. Alana membuka kaos berwarna abu-abu dan training panjang hitam yang membalut tubuh maskulin suaminya.
Luca kembali membenamkan wajahnya ke dada Alana, mengigit dan memilin puncaknya yang menantang.
"Ah Luc.."
Hingga terdengar jeritan kecil Alana saat merasakan milik Luca memasuki intinya dari bawah. Tidak hanya Luca yang bergerak, Alana pun bergerak ero*is di atas tubuh suaminya. Meliuk-liuk seakan mengikuti irama yang mendayu-dayu. Sementara Luca membalasnya dengan hentakan kuat dan dalam. Membuat Alana semakin mende*ah tak karuan.
__ADS_1
Luca sangat lihai menggoda tubuh istrinya. Tak henti Alana melenguh panjang berulang kali. Hingga Luca merebahkan tubuh Alana di atas sofa berukuran besar di ruang home teather. Dengan bertumpu pada tangannya yang terkepal Luca kembali menggerakkan pinggulnya perlahan dan semakin lama menambah temponya. Alana tidak kuat lagi, sudah berulang kali ia mendapatkan pelepasan.
Jemari tangan Alana membingkai wajah Luca dan me*umat bibir suaminya itu hingga keduanya membuka mulut ketika mendapatkan orga*me bersamaan. Alana men*esah sementara Luca mengeram sambil menekan miliknya hingga benar-benar berada di dalam inti istrinya.
Cairan hangat menyembur membasahi pusat tubuh Alana. Alana memejamkan matanya menikmati sensasi sisa penyatuan mereka. Sementara Luca perlahan mencabut miliknya.
Alana masuk kedalam dekapan hangat suami nya sambil mengusap lembut dada Luca. Keduanya masih mengatur nafas masing-masing.
...***...
JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏
*
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MARRIAGE AGREEMENT
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
__ADS_1
SERPIHAN HATI ELLENA