BRIDESMAID

BRIDESMAID
PONDOK DI KEBUNAN DE ALMA II


__ADS_3

"Luc...Ahh"


Alana melenguh menyebutkan nama suami nya dengan suara bergetar diliputi gairah yang sudah membuncah dalam tubuhnya.


Luca menciumi ke-dua dada Alana bergantian dan sesekali meremas nya pelan, hingga turun ke perut rata Alana.


Luca semakin jauh, tangan nya bermain di inti Alana membuat Alana mengeluarkan suara bergetar lirih dan merintih menahan hasrat di hatinya.


Ternyata ucapan Luca siang tadi tidak main-main, laki-laki itu benar-benar menyentuh tubuh Alana semalaman. Dan tidur dalam keadaan telanjang. Entah sudah berapa kali malam ini Alana merasakan miliknya berkedut dan menghisap milik Luca. Keduanya tidur di depan perapian dengan selimut tebal. Seakan alam pun mendukung pasangan yang sedang di mabuk cinta itu merengkuh kebahagiaan malam ini sejak sore tadi hujan deras membasahi bumi. Tak terelakkan lagi terjadilah pergumulan panas antara Alana dan Luca.


"Sentuh milikku", bisik Luca yang memeluk tubuh Alana dari belakang sementara ia dan istrinya itu rebahan dengan menyamping.


Tanpa ragu Alana menyentuh milik Luca, yang nampak sudah menegang kembali. Mengulum dan menjilati seperti permen lollipop. Alana mengusap pelan hingga Luca mengeluarkan suara mengerang erotis. "Ahh Lana..", ucapnya sambil menyugar rambutnya sementara satu tangannya menopang kepala bagian belakang. "Ah shitt...!"


Luca mengarahkan miliknya ke inti Alana dengan pelan-pelan. Hingga menerobos masuk dengan sekali hentakan kuat. Alana lagi-lagi tepekik saat milik Luca di dalam intinya dan menggerakkan pinggulnya perlahan. Sambil menciumi punggung putih Alana.


Semakin lama Luca menghentak kan miliknya semakin kuat hingga istrinya mendapatkan pelepasan berulang kali.


"Ohh sayang, kau sangat kuat. Aku mencintaimu Luc", bisik Alana dengan lirih sambil mengigit bibir bawahnya menahan sensasi gairah yang menguasai dirinya saat ini.


Udara dingin seketika menjadi panas, di tambah perapian yang mengeluarkan aroma lavender membuat malam mereka begitu romantis. Bergantian saling memimpin penyatuan liar itu.


Hingga keduanya sama-sama menjerit kan nama masing-masing. Alana merasakan cairan hangat memenuhi intinya. Begitupun Luca, merasakan miliknya di hisap kuat-kuat milik Alana. Membuat Luca mengerang dalam waktu yang lama.


"Ah Lana, aku selalu menginginkan mu. Kau candu ku", ucap Luca sambil me*umat bibir Istrinya yang terasa dingin dan bergetar

__ADS_1


*


Malam semakin larut..


Di luar hujan masih turun membasahi bumi.


Sementara dua makhluk manusia kembali berpacu menghabiskan malam yang hening dan sepi dengan suara yang bergetar lembut.


Alana menggerakkan pinggulnya di atas tubuh Luca. Alana terlihat begitu seksi. Hingga keduanya kembali mengalami orgasme bersamaan.


Kali ini Luca lah yang memejamkan matanya duluan, sementara Alana menatap penuh cinta padanya. Jari tangannya mengusap lembut rahang wajah Luca yang ditumbuhi rambut halus.


"Kau sangat gagah dan kuat dalam bercinta. Membuat ku selalu menginginkan mu Luc. Aku sangat mencintaimu sayang"


*


"Sayang, apa kau suka berada di perkebunan ini?", tanya Alana mengusap tubuh berotot Luca


"Hem... De Alma sangat menakjubkan", jawab Luca.


Alana mengangkat kepalanya, menatap suaminya.


"Aku senang mendengarnya. Apa artinya kita akan kembali ke sini lagi dengan rutin sayang?"


"Apa kau bahagia tinggal di perkebunan Lana?"

__ADS_1


"Tentu saja Luc, aku sangat bahagia apalagi saat ini aku bersama mu", jawab Alana.


"Perkebunan ini sangat indah, kau sangat beruntung memiliki kenangan manis di sini dengan kedua orang tua yang menyayangi mu", ucap Luca sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan mungil yang sangat bersih dan rapi.


Alana duduk, memeluk kedua lututnya sambil menyandarkan wajah pada lututnya. Kedua netra nya menatap lembut wajah Luca yang terlentang dengan dua tangan berada di belakang kepalanya.


"Iya Luc, semua kenangan indah di perkebunan ini lah yang tersisa di kepala ku ketika aku pergi lima tahun yang lalu. Aku sangat bahagia memiliki kenang itu", jawab Alana pelan.


Luca pun bangun dan duduk di hadapan Alana, mengusap lembut wajah istrinya. "Kita akan sering menghabiskan waktu kita di sini, aku pastikan itu. Setelah syuting film berakhir, aku ingin kau menetap di Milan bersama ku, Lana. Aku sudah memikirkan semua nya. Kita tidak akan kuat jika berjauhan, aku di Milan sementara kau di Paris", ucap Luca.


Alana menatap lembut wajah Luca. Apa yang di ungkapkan suaminya itu benar adanya. Ia tidak bisa lagi jauh dari suaminya. Alana sangat mencintai nya dan ingin selalu dekat dengan Luca. Malahan Alana sangat takut jika ia jauh dari Luca, wanita-wanita di luaran sana akan menggoda suami nya. Entah lah sekarang Alana menjadi wanita pencemburu. Hal yang tidak pernah ia rasakan selama ini, yang tergolong tipe wanita mandiri yang cuek dan tidak perduli dengan perasaan nya sendiri. Dengan Luca sangat berbeda, hati Alana mudah sekali tersulut api cemburu saat wanita lain menatap luca seperti siang tadi saat memetik anggur.


Begitu pun Luca, ia pasti merasa kesepian jika Alana jauh darinya.


"Bagaimana dengan perusahaan ku yang ada di Paris, Luc?"


"Jangan kuatir tentang hal itu, aku akan meminta orang terbaik mengurus nya", jawab Luca sambil menarik tubuh Alana kedalam dekapannya. Keduanya berpelukan mesra.


"Aku ingin segera memiliki anak. Aku sudah tidak sabar di perutmu tumbuh buah cinta kita sayang. Penerus Luca Barzini Corleone".


Alana kian mengeratkan pelukannya. "Iya Luc, aku juga menginginkan nya. I love you..."


"I love you too, sayang..."


...***...

__ADS_1


KIRIM VOTE DAN KOPI JIKA MAU CRAZY UP YA, KARENA BRIDESMAID SUDAH DI KONTRAK BIAR CERITA INI BISA PANJANG JIKA VIEWER MENINGKAT❤️


__ADS_2