
Kedua laki-laki itu turun dan melihat apa yang terjadi. Alex menyibakkan rambut wanita tergeletak dijalan.
"Laura...?"
"Sebenarnya apa yang terjadi pada gadis ini?"
"Tuan Dante sekarang bagaimana? Hari sudah gelap di daerah ini tidak aman", ucap Alex asisten Dante.
"Bawa ke mobil, kita ke club sekarang", perintah Dante melangkahkan kakinya. Dante membukakan pintu mobil di bagian belakang, Alex merebahkan tubuh Laura. Sementara Dante duduk di depan bersama Alex yang mengendarai mobil.
Keduanya baru saja kembali dari perjalan bisnis di kota Monza, dan memilih jalan pintas menuju ke club milik Dante yang memang berada diluar pusat kota Milan.
Jalanan sepi dan terbilang tidak aman itu biasa mereka lewati. Dante sangat terkejut orang yang menghentikan mobil mereka adalah Laura. Mau tidak mau ia harus menolongnya walaupun ia tidak tahu apa yang terjadi pada gadis itu. Badan penuh dengan luka dan memar di sekujur tubuhnya. Bahkan bahunya berdarah sangat banyak meskipun tidak mengucur. Sementara pakaiannya sangat parah robek di sana-sini.
Dante menolehkan kepalanya pada Laura. Miris melihat kondisinya. "Apa yang terjadi pada gadis ini, kenapa ia berada di hutan itu dalam kondisi seperti ini", batin Dante sambil melihat kaki Laura tanpa alas.
Laura benar-benar sulit dikenali saat ini. Namun Dante tetap mengenali gadis itu, meskipun ia bukanlah temannya. Dante sering melihat wanita itu datang ke dua club milik Dante yang ada pusat kota Milan dan di distrik Milan yang akan mereka datangi sekarang ini.
Tak lama kemudian mobil mereka berpapasan dengan dua mobil Jeep. Sekilas Dante dan Alex melihat dua mobil yang berjalan lambat itu seperti sedang mencari sesuatu bahkan menyoroti ke dalam hutan.
"Percepat laju mobil, kita harus segera pergi dari sini", tegas Dante menolehkan kepalanya kebelakang menatap orang-orang bertubuh kekar turun dari mobil-mobil itu.
"Setelah sampai club, segera bawa wanita ini ke private room yang ada di kantor ku. Jangan ada yang tahu mengenai hal ini. Tambahkan juga penjagaan keamanan di club", perintah tegas Dante.
__ADS_1
"Baik tuan", jawab Alex sambil melajukan kendaraannya dengan kecepatan penuh.
Setelah tiga puluh menit mobil yang di kendarai Alex masuk ke area club mewah yang tempatnya memang jauh dari keramaian namun club itu tidak pernah sepi pengunjung, terlihat dari ramainya mobil di tempat parkir.
Alex memutar mobilnya dan masuk ke ke private parking untuk mobil-mobil bos nya.
"Alex, untuk beberapa hari mobil ini jangan di pakai. Aku mencurigai dua mobil yang kita temui setelah menemukan Laura tadi. Melihat kondisi Laura mereka bukanlah orang baik".
"Iya tuan. Saya akan hati-hati".
Dante turun dari mobil menuju kantornya di lantai dua club. Kaca seluas ruang kerja dapat melihat langsung kondisi di lantai bawah yang penuh pengunjung club.
Sementara Alex merebahkan tubuh Laura di atas tempat tidur yang biasa di jadikan bos-nya itu tempat beristirahat jika sedang berkunjung ke club miliknya itu.
Tok..
Tok..
Permisi tuan, tuan Hudini ingin bertemu anda", ucap salah satu anak buah Dante.
"Iya, biarkan masuk. Kau pergilah", perintah Dante.
"Baik tuan".
__ADS_1
Setelah anak buah Dante pergi dan menutup pintu..
"Ada apa Dante kau memintaku datang malam-malam begini dan harus memakai pakaian casual begini?"
"Kemari!", jawab Dante masuk ke private room miliknya.
Hudini menyipitkan matanya menatap seorang perempuan tergolek lemah dengan kondisi babak belur sangat mengkuatirkan. Sementara terlihat Alex berdiri di dekat tempat tidur.
"Apa yang telah kau lakukan pada Laura Mancini, Dante?", tanya Hudini menatap tajam teman masa kecilnya itu.
"Gila. Bukan aku yang melakukan penganiayaan padanya. Aku dan Alex menemukan nya di hutan Pinus tempat kita sering bermain-main dulu ketika kami pulang dari Monza dan menuju kemari", tegas Dante serius.
Hudini menatap tajam Laura yang tak bergerak sedikitpun. Matanya menatap luka cukup parah di bahunya. "Kondisinya sangat memperhatikan. Sebaiknya kau bawah ke rumah sakit".
"Apa kau gila. Kau sendiri bilang kondisinya sangat mengkuatirkan. Artinya keselamatan gadis ini dalam bahaya. Ia tidak mungkin melukai dirinya sendiri seperti ini, berarti ada seseorang yang melukai nya hingga membuatnya hampir mati", jawab Dante.
Hudini dan Alex terdiam. Apa yang di ucapkan Dante benar. Sepertinya pasien memang dalam bahaya. Alex melihat sendiri bagaimana Laura meminta pertolongan pada mereka beberapa waktu yang lalu hingga tubuhnya ambruk di jalan.
"Baik aku butuh seseorang untuk melepaskan pakaian wanita ini. Kita harus membersihkan luka-luka ditubuhnya, terutama luka-luka yang masih basah yang bisa menyebabkan infeksi", ucap Hudini.
"Alex, minta bantuan pekerja wanita yang bisa di percaya. Bawakan juga air hangat dan perlengkapan kesehatan, bawa kemari", perintah Dante.
"Baik tuan".
__ADS_1
...***...
JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK KALIAN AGAR AUTHOR SEMANGAT UP. RASANYA SEPERTI TIDAK ADA YANG BACA KALAU TIDAK ADA JEJAK YANG TERTINGGAL 😀🙏