
"Cittttts...
"Ada apa Dastin, apa kau sudah bosan menjadi sopir ku?"
"Tuan... sepertinya ada yang mengikuti kita", ucap sopir Dante sambil melihat kaca spion.
"Itu pasti orang Escobar, saya sudah meminta Vito mendahului mobil itu. Saya yakin mereka mengikuti kita karena ingin mengetahui tempat tinggal tuan", ucap Alex yang duduk di bangku depan sebelah sopir.
"Kecoh mereka. Jangan mengambil jalan menuju apartemen. Kau kendarai mobil seperti biasa saja Dastin, jangan membuat mereka curiga", perintah Dante.
"Baik tuan".
"Ikuti aba-aba ku, jika Vito sudah mendahului mobil itu kau harus tancap gas. Tenang...tenang...Iya tancap gas sekarang Dastin", perintah Alex sambil menolehkan kepalanya kebelakang saat melihat bodyguard Dante Vito dan rombongannya berhasil menghalau mobil penguntit yang di duga suruhan Escobar.
"Aman. Percepat laju mobilnya, aku ingin cepat sampai di apartemen ku", perintah Dante menyandarkan punggung sambil mengendurkan simpul dasi nya.
*
"Nona, saya permisi pulang karena sudah malam. Semua pekerjaan saya sudah selesai", ujar Zora dengan hormat.
"Iya Zora", jawab Laura tidak bersemangat duduk di kursi meja makan.
"Apa nona Laura sedang sakit? terlihat tidak bersemangat? Apa saya harus menemani nona?"
__ADS_1
"Tidak perlu Zora, sekarang sudah malam rumah mu cukup jauh dari sini. Sampai jumpa besok", ucap Laura menatap hidangan di meja makan dengan wajah muram setelah Zora pergi.
"Sekarang sudah sangat malam, sepertinya Dante tidak akan makan di rumah. Bahkan untuk menghubungi ku saja ia tidak ada waktu", lirih Laura sedih sambil beranjak menuju kamarnya. Laura merebahkan tubuhnya di tempat tidur dengan tubuh menyamping.
"Aku tidak tahu apakah hubungan ini akan berhasil. Aku yakin Dante memiliki kekasih , entah di mana. Wanita di foto itu sepertinya sangat disayanginya", ucap Laura dengan suara bergetar menahan tangisannya.
"Aku sangat mencintai Dante... Tuhan. Tapi aku merasakan aku tidak pantas untuk nya. Kehidupan masa lalu ku selalu menghantuiku".
"Aku tahu tidak ada seorang pria pun yang mau menerima wanita yang memiliki masa lalu suram seperti aku. Artis yang berani beradegan panas dan di perkosa laki-laki seperti Escobar".
Akhirnya pertahanan Laura luluh juga, buliran-buliran bening jatuh dari matanya membasahi bantal yang menopang kepalanya. Laura menumpahkan semua kesedihannya lewat tangisan yang menyayat hati. Hingga tertidur dengan sendirinya dalam keadaan menangis dan mata basah.
*
Dante mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan tak nampak Laura ataupun Zora. Dante mengusap wajahnya. "Laura.."
Dante mengurungkan niatnya naik tangga meskipun tubuhnya sudah sangat kelelahan. Waktu nya habis di jalan karena mengecoh mobil yang menguntit nya. Hingga terjebak macet panjang saat hendak kembali ke apartemen. Dante melihat arloji di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul sebelas malam. "Huhh.."
Dante melangkahkan kakinya menuju kamar Laura terlihat dari luar lampu tidur Laura masih menyala. Perlahan Dante memutar handle pintu.
Kedua netra hitam nya menangkap sosok Laura tertidur dalam posisi miring. Dante mendekati nya. Kedua matanya menangkap bantal Laura basah. Dante menatap lekat wajah Laura yang nampak pulas namun terlihat tidak tenang. Keningnya berkerut dan ujung matanya masih basah.
Dante duduk di tepi tempat tidur, perlahan jemari tangannya mengusap lembut wajah cantik Laura dan merapikan anak-anak rambut kebelakang telinga.
__ADS_1
Merasakan ada yang menyentuhnya membuat Laura mengerjapkan matanya. Perlahan kelopak mata Laura terbuka dan menatap Dante dengan tatapan sayu. "Aku bermimpi", gumamnya ia masih merasakan usapan di wajahnya.
Dante menundukkan wajahnya mencium bibir Laura. "Kau tidak bermimpi, sayang", ucapnya terdengar sangat lembut.
Dante memperdalam ciumannya dan Laura benar-benar mendapatkan kesadarannya. Ciuman Dante begitu hebat membuat tubuhnya bergetar hebat.
"Akh.."
"Laura..aku menginginkan mu", bisik Dante berada di atas tubuh Laura yang menatapnya dengan tatapan sayu.
"Aku juga menginginkan mu Dante. Lakukan dengan pelan-pelan", balas Laura menatap lembut wajah tampan Dante yang begitu dekat dengan nya.
Dante tersenyum mendengarnya, perlahan jemari-jemari tangannya memegang ujung kaos longgar yang dipakai Laura, melepaskan nya dari tubuh itu. Selanjutnya membuka pengait short pants yang menutupi area bawa Laura.
Kedua netra Dante menatap lekat tubuh Laura, sangat sempurna. Yang tersisa bra rendah berwarna merah terang dan panties warna senada dengan bra.Walaupun masih ada sedikit sisa lebam sisa perbuatan Escobar tapi tidak mengurangi kesempurnaan tubuh putih mulus itu. "Kau sangat indah sayang", bisik Dante kembali me*umat bibir Laura dengan hebat. Laura membalasnya tak kalah hebat. Sementara jemari-jemari lentik nya membuka dasi, jas dan kancing-kancing kemeja berwarna putih dante.
Bibir Dante semakin turun menghisap puncak Laura, membuat pemiliknya mende*ah dan melenguh. Dante memperlakukannya sangat lembut dan berhati-hati.
"Ah, sayang... D-Dante aku mencintaimu", bisik Laura memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya kuat-kuat.
...***...
KITA VOTE YA...MAU LANJUT YANG BIKIN HAREUDENG ATAU BLUR SAJA. SILAHKAN KOMENTAR ❤️
__ADS_1