BRIDESMAID

BRIDESMAID
AKU AKAN MEMBANTU MU


__ADS_3

Keesokan harinya..


"Bagaimana Vedasco, apa kau sudah menemukan ja*ang itu?", tanya Escobar sambil menghisap cerutu.


Laki-laki bertubuh tambun itu masih memakai celana tidur dan kimono berwarna abu-abu. Ia berdiri di depan kaca jendela menatap jauh ke depan saat orang kepercayaan nya Vedasco mengetuk pintu dan masuk ke kamar Escobar.


"Maaf tuan, saya belum menemukannya. Orang-orang kita sudah menyisir hutan pinus itu, tapi tidak menemukan jejak nona Laura sama sekali.


"Semalaman hingga pagi ini orang-orang kita mencari di di sepanjang jalan tetap tidak menemukannya juga".


Escobar kembali menghisap cerutu nya. "Tidak mungkin ja*ang itu hilang bak di telan bumi Vedasco. Hutan itu sangat luar dan jauh dari jalan raya. Kecuali ada orang yang membantunya", ucap Escobar sambil membalikkan tubuhnya. Laki-laki berwajah menyeramkan itu menatap tajam anak buahnya.


Vedasco terdiam. Laki-laki berkepala plontos itu nampak berpikir keras mengingat sesuatu.


"Tuan, jalan itu sangat sepi. Apalagi di malam hari. Saat saya dan orang-orang sedang menyusuri sepanjang jalan di sana, hanya ada satu kendaraan saja yang melintas berlawanan dengan kami", ucap Vedasco mengingat semuanya.


Escobar menatap tajam Vedasco. "Kenapa tidak kau hentikan kendaraan itu? Aku tidak percaya kau bisa lalai Vedasco. Kau adalah yang terbaik dan tidak pernah melakukan kesalahan-kesalahan. Tapi kali ini aku sangat kecewa pada mu".


"Maafkan saya tuan", ucap Vedasco menundukkan kepalanya.


"Karena ini kesalahan pertama mu, maka aku bisa memaafkan mu! Tapi aku tidak mentolerir kesalahan yang ke dua. Jadi berhati-hatilah kau!", seru Escobar sambil menghisap dalam-dalam cerutunya.


Vedasco menganggukkan kepalanya. "Baik tuan. Saya tidak akan mengecewakan mu lagi".


"Bawa kemari tas ja*ang itu, aku akan memeriksa kontak-kontak nya di handphone miliknya. Segera kau cari informasi yang mendetail tentang Laura Mancini. Tentang kehidupan pribadinya, kekasih nya dan informasi sekecil apapun tentangnya. Aku ingin hari ini juga!", perintah Escobar pada Vedasco.

__ADS_1


"Baik tuan. Anda segera menerima informasi itu segera", jawab Vedasco.


*


Sinar matahari sudah begitu terang. Sopir Dante memarkirkan mobilnya di private parking club miliknya.


Dini hari tadi ia kembali ke apartemen nya. Memejamkan matanya yang belum beristirahat sama sekali. Setelah kembali dari perjalanan bisnisnya, kemudian ia membantu Laura sebisanya.


Dante tidak bisa memejamkan matanya saat tidur di sofa di kantornya di club. Sementara tempat tidur nya ada Laura, maka nya ia memilih pulang ke apartemennya. Sementara Laura belum sadar juga saat ia pulang. Dante meminta Alex dan pelayan menjaga Laura.


Dante hanya datang ke perusahaan sebentar saja. Kemudian ia pergi ke club miliknya. Saat ini sudah pukul sebelas, kemungkinan Laura sudah sadar.


Ceklek...


Dante membuka pintu kamar. Melihat pelayan sedang membujuk Laura untuk makan. Namun Laura tak bergeming. Wanita itu memeluk lututnya. Membenamkan wajahnya di atas lutut. Sementara tangannya memeluk lutut.


Tak nampak lagi infus di tangannya. Alex sempat mengatakan saat mendapatkan kesadarannya, Laura memberontak dan mencabut infusnya dengan paksa.


"Bagaimana keadaannya?", tanya Dante pelan pada pelayan yang berusaha menyuapi Laura. Yang terus bergumam.


*Mommy begitu tega pada ku. Mommy jahat sekali. Kenapa mommy meninggalkan aku sendirian..*


Kata-kata itu terus berulang-ulang di ucapkannya Laura. Dante bisa mendengarnya.


"Tuan, nona Laura belum makan apapun dari pagi tadi. Ia terus saja seperti ini", jawab pelayan bernama Florence yang di pilih Alex untuk menjaga dan mengurusi Laura.

__ADS_1


"Berikan kepada ku. Kau istirahat lah", ucap Dante tanpa mengalihkan perhatiannya pada Laura yang terus menerus berkata dengan ucapan yang sama. Dante tahu Laura terguncang. Hudini sudah mengingatkan semalam dampak setelah wanita itu sadar akan mengalami trauma.


Setelah Florence keluar dan menutup pintu, Dante duduk di tepi tempat tidur. "Laura...kau harus makan, agar kondisi mu membaik. Aku akan menyuapi mu", Ujar Dante membujuk Laura.


Seketika Laura mengangkat wajahnya. Pucat pasi. Dan bergerak menjauh dari Dante. Tubuhnya gemetaran dan sangat ketakutan. "Tidak. Menjauh dari ku! Jangan menyentuh ku", teriak Laura sambil menggelengkan kepalanya dengan keras.


"Laura, aku Dante. Aku tidak akan menyakiti mu".


"Kau jahat. Lepaskan aku Escobar. Aku mohon jangan sakiti aku!", teriak Laura pucat pasi. Seketika kristal bening turun menyentuh wajahnya yang banyak luka dan nampak memar berwarna keunguan.


Dante merasa iba melihat nya. "Hei tenanglah. Aku Dante bukan Escobar. Aku tidak akan menyakitimu", ucap Dante menarik tubuh gemetaran Laura kedalam dekapannya. "Tenanglah. Kau aman di sini".


Laura menangis sejadi-jadinya, air matanya membasahi jas kerja Dante. Dante mengusap punggungnya pelan. "Tenang kan diri mu. Aku akan membantu mu. Sekarang kau harus makan, kau harus segera pulih Laura".


Laura merasa sangat aman dalam dekapan Dante. Tangisannya mereda, hanya terdengar isakan kecil saja.


Laura menganggukkan kepalanya pelan. Ia mengangkat wajahnya dan membuka mulutnya.


"Good girl.."


...***...


UDAH 3 BAB, KALIAN UDAH BOSAN BELUM MEMBACA BRIDESMAID. SILAKAN TULIS DI KOLOM KOMENTAR YA.


JIKA NGGAK ADA YANG KOMEN ARTINYA KITA LANJUT BESOK LAGI YA 🙏

__ADS_1


__ADS_2