
"Tolonggg aku...bukaa pintunya. Aku mau keluarrr!", teriak wanita yang tubuhnya terbalut kain tebal. Terkunci di dalam sebuah kamar mewah dengan dinding dan funiture di dominasi berwarna gold dan silver. Siapa pun yang melihatnya pasti akan kagum akan kemewahan kamar tersebut. Namun tidak untuk wanita itu. Ia tersiksa.
Matanya bengkak akibat tangisan dan pukulan. Bahkan tubuh mulusnya terlihat penuh dengan luka yang nampak sudah mengering sebagian lagi masih nampak basah. Rasa perih ditubuhnya tak di indahkan lagi.
Jemari lentik wanita itu terus memukul-mukul pintu kamar megah itu. Bahkan suaranya semakin lama semakin terdengar lemah.
Perlahan tubuh itu bersandar di pintu dan merosot kebawah hingga menyentuh lantai. Air mata kembali membasahi wajahnya. "Apa yang harus aku lakukan agar bisa lari dari sini. Bantu aku Tuhan. Maafkan aku", lirihnya terisak.
Ia adalah Laura Mancini. Sejak beberapa hari yang lalu ditawan Dominic Escobar di sebuah rumah mewah yang berada di distrik Milan. Artinya lokasinya jauh dari pusat kota Milan.
Sejak malam ia di sekap Escobar, Laura memberikan perlawanan sekuat tenaga. Ia berusaha untuk melarikan diri, namun usahanya gagal karena ketatnya penjagaan di rumah mewah yang jauh dari mana-mana itu.
Dengan buasnya Escobar berulangkali memperkosa Laura, bahkan laki-laki itu menyiksa Laura saat tubuh wanita itu sudah begitu lemah tidak ada tenaga lagi melawan perbuatannya. Laura hanya bisa menangis. Merasakan sakit dan perih di sekujur tubuhnya menerima perlakuan sadis Escobar karena laki-laki itu mengindap kelainan se*sual. Penyiksaan Escobar membuat Laura tak sadarkan diri.
__ADS_1
Saat ia membuka matanya laki-laki itu kembali merenggut tubuh Laura yang masih sangat lemah.
"Kau begitu kejam pada ku, Antoinette. Selama ini aku bekerja untuk mu. Bahkan kau meracuni pikiran ku menjadikan Alana saingan ku. Ternyata semuanya hanya untukmu mewujudkan impian mu semata. Kau tidak pernah menyayangi ku. Aku akan membalas perbuatan mu pada ku", ucap Laura berurai air mata.
Menit berikutnya, Laura mengusap air matanya dengan punggung tangannya. Ia mengangkat wajahnya. "Aku harus keluar dari sini sekarang juga. Lebih baik aku mati karena berusaha melarikan diri dari penjahat seperti Escobar. Daripada aku pasrah menerima siksaan bajingan itu", ucap Laura bangkit dengan tertatih-tatih memungut pakaiannya dan memakainya kembali.
"Aku harus mencari jalan melarikan diri dari sini", ucap Laura membuka pintu kaca yang terhubung dengan balkon. Laura tidak tahu ia berada di lantai berapa. Ia mengedarkan pandangannya dari balkon. Ternyata ia berada di lantai dua.
Laura menarik kuat-kuat gorden bagian dalam dan mengikat tiga goreng hingga tersambung menjadi sebuah tali yang panjang. Beruntungnya kamar itu letaknya di bagian belakang bangunan, tidak terlihat langsung oleh penjaga yang banyak berjaga di gerbang utama.
Ternyata benar sekali dugaan Laura, ia mendengar langkah kaki mendekat ke arah pintu kamar. Cepat-cepat Laura memanjat pagar balkon dan perlahan mulai bergelantungan di gorden untuk turun kebawah. Sementara terdengar keributan di depan luar kamar mendobrak pintu. Tanpa berpikir lagi, Laura merosot hingga jatuh ke lantai.
Telapak tangannya terluka, namun ia tidak memikirkannya. Yang terpenting ia harus lari secepatnya dan sejauh mungkin sebelum Escobar dan orang nya menemukannya.
__ADS_1
Tubuh Laura tepat terjatuh di depan pintu kaca yang terhubung dengan taman. Beruntung tidak ada penjaga di sana. Laura berlari dengan bertelanjang kaki. Sekilas ia menatap kelantai dua.
"Heii...kau mau lari kemana!! Cepat tangkap wanita itu sebelum tuan Escobar kembali", teriak laki-laki itu memerintahkan orang-orang menangkap Laura yang lari tertatih-tatih. Menjauh. Namun masih didalam perkarangan mansion mewah yang berdiri di lahan yang luas dan jauh dari bangunan lainnya.
Laura sempat bingung bagaimana caranya menembus pagar tinggi di sekeliling nya. "Oh God...Help me".
Sementara orang-orang yang mengejarnya semakin mendekat. Manik Laura menangkap pagar besi di balik pohon berukuran besar. Tanpa pikir panjang Laura memanjat pagar itu. "Aku harus lolos. Aku harus pergi..."
"Dorrrr...
...***...
BAGAIMANA DENGAN LAURA SELANJUTNYA?
__ADS_1
To Be Continue