BRIDESMAID

BRIDESMAID
PONDOK DI PERKEBUNAN DE ALMA


__ADS_3

Alana melompat ke tubuh Luca sambil melingkarkan kedua tangannya keleher Luca, sementara kakinya melingkar ke pinggang suaminya. Keduanya berciuman mesra. Lidah keduanya saling membelit.


Alana merasakah tubuhnya seketika panas, oksigen di pondok seakan habis terasa begitu sesak. Ia kesulitan bernafas akibat lu*atan bibir suaminya begitu dalam dan menekan. Ciuman Luca begitu liar, seakan sudah lama tidak bertemu istrinya.


Tanpa berlama-lama, Luca melangkah ke kamar mandi. Setelah beberapa saat yang lalu Alana memberitahu letak kamar mandi. Lagi-lagi bibirnya bertautan dengan bibir Alana yang terlihat sudah memerah dan bengkak.


Saat di kamar mandi Luca menurunkan tubuh istrinya dan melepaskan tautan bibir.


Luca memutar kran air dan meneteskan essentials lavender ke dalam bathtub yang cukup menampung tubuh keduanya.


Sementara menunggu bathtub terisi air, Luca kembali membuai tubuh Alana. Kali ini tubuh Alana terdorong ke dinding di depan bathtub.


Alana membuka sabuk celana jeans suaminya dan juga boxer hitam yang menutupi pusat tubuh Luca. Alana menundukkan kepalanya melihat milik suaminya ternyata sudah berdiri tegak. Sementara Luca membuka kancing kemeja ketat Alana bahkan satu kancing begitu sulit di buka dan akhir nya ditarik dengan kuat tangan Luca menyebabkan kemeja Alana robek memanjang.


"Sayang, kau sudah tidak sabar sekali ya?", goda Alana sambil mengusap lembut milik Luca memainkan nya dengan jemari tangan.


Sementara jemari tangan Luca melingkar ke punggung Alana membuka bra berwarna hitam dan melemparnya ke sembarang tempat. Jemari tangan itu beringsut meremas dada Alana dan mencubit puncak nya yang terlihat sudah mengeras.


Luca menundukkan kepalanya mengulum pu*ing Alana bergantian kanan-kiri. Membuat Alana berdesis. "Akh..."


Sementara sementara jemari-jemari lentik Alana masih memainkan milik Luca yang semakin menegang.


"Pergunakan mulut sayang", ucap Luca yang masih bermain-main di dada Alana.


Dengan wajah memerah Alana menuruti Luca, berjongkok di hadapan inti Luca yang berdiri tepat di depan wajahnya.


Dengan ragu-ragu Alana membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya menjilati milik Luca. Tentu saja membuat Luca mengeram sambil mengenadahkan kepalanya keatas.


"Lebih dalam lagi sayang", pinta Luca.

__ADS_1


Melihat suaminya menjadi seperti itu tentu saja Alana mau melakukan nya. Untuk yang pertama kalinya ia melakukannya. Memasukan inti pria kedalam mulutnya. Dan itu milik Luca.


Tentu saja buaian mulut Alana membuat Luca semakin mengeluarkan suara lenguhan berat. Alana menyukainya. Alana semakin terpacu membuat Luca melenguh. Alana terus menggodanya.


"Ini sekarang milik ku , jangan coba-coba kau berikan pada wanita lain. Atau aku akan membuat mu tidak bisa memiliki nya lagi!", tegas Alana dengan nada ancaman.


"Tentu saja sayang. Semuanya yang ada di tubuh ku milik mu. Ahh shitt aku sudah tidak tahan lagi. Kau sudah sangat mahir menggoda tubuh suami mu, Lana", ucap Luca sambil menarik tangan Alana untuk berdiri.


Alana menurutinya sambil membuka panties renda yang masih menutupi intinya.


"Aku sangat menyukai tubuh mu sayang kau sangat seksi, ukuran dada mu sangat aku sukai", bisik Luca dengan tatapan berkabut gairah.


"Lihatlah ulah mu sayang, aku sudah begitu ingin memasuki mu", bisik Luca sambil mengusap lembut inti Alana dan menggodanya dengan memasukkan jari tengah nya ke sana. Bergantian dengan usapan-usapan.


Perbuatan Luca berhasil membuat Alana men*esah tak karuan. "Ahh, Luc...Oh"


Hingga Luca merasakan Alana mencengkram kuat rambutnya dan tubuh mengelijang. Alana mendapatkan pelepasan pertamanya.


Alana tidak terlihat malu-malu lagi urusan ranjang begini. Ia sekarang menjadi agresif dan berinisiatif. Seperti sekarang naik keatas tubuh suaminya yang duduk dengan kepala bersandar pada ujung bathtub.


Tentu saja perubahan Alana sangat di sukai Luca. Yang pasti membuatnya semakin mencintai istrinya itu.


Luca meremas gunung kembar Alana memainkannya dengan jemari tangannya, mengulum dan menggigit serta melahap bergantian. Meninggalkan jejak merah di sekitar dada putih mulus itu. Sesekali menyapukan lidahnya pada puncak yang terlihat memerah akibat ulahnya.


"S-ayang Akh..." De*ahan kian terdengar memenuhi kamar yang terbuat dari kayu tebal itu. Namun mereka bercinta di pondok yang jauh dari keramaian, apalagi letak kamar mandi menjorok ke tepian jurang tak ada yang mendengar de*ahan Alana atau pun erangan Luca yang bersahutan keluar dari mulut keduanya.


Cukup lama keduanya melakukan foreplay.


Hingga Luca mengangkat sedikit tubuh istrinya. Miliknya bersiap memasuki inti Alana.

__ADS_1


"Akh...Ahh... OH Luc", teriak Alana saat merasakan milik Luca sekali hentakan lolos masuk ke intinya dari bawah, sementara Luca duduk sambil memeluk pinggang Alana. Harum bunga lavender semakin menambah suasana romantis.


Alana memeluk erat leher Luca saat merasakan miliknya di hentak kuat inti suaminya.


"Ahh Ahh A-Ahh, S-sayang...", racau Alana sambil mengenadahkan kepalanya sambil memejamkan kedua matanya.


Sementara bagian tubuh bawah Luca bekerja keras, bibir Luca menghisap kuat kedua dada Alana bergantian. Jemari tangan Luca mengangkat gundukan kenyal itu. Ia semakin menyukai bentuknya. Begitu menantang di depan matanya.


Lenguhan panjang tertahan terdengar dari bibir Alana. Bahkan bunyi cipratan air terdengar begitu kerasnya muncrat keluar dari bathtub.


Kali ini waktu yang di butuhkan untuk mencapai puncak tidak terlalu lama, hanya tiga puluh menit saja. Keduanya sama-sama menglenguh panjang dan berpelukan erat.


Alana menyandarkan wajahnya pada dada Luca. Keduanya masih mengatur nafas yang menderu dan tersengal-sengal setelah mendapatkan orgasme bersamaan.


Satu kata yang tepat. Gila Mereka bercinta di dalam bathtub. Dan gila nya lagi Alana Luca sangat menikmatinya. Ternyata rasanya tidak sakit sama sekali malahan semakin mendapatkan kenikmatan yang luar biasa.


"Apa aku menyakitimu, hem?", tanya Luca mengangkat tubuh istrinya ke samping


"Tidak. Aku menyukainya sayang", bisik Alana mencium lembut rahang Luca.


Tentu saja Luca tersenyum mendengarnya. "Sekarang kita selesaikan ritual rendaman ini agar tubuh mu segar lagi. Kemudian kita makan. Aku butuh tenaga. Aku akan membuatmu semakin kelelahan malam ini", bisik Luca sambil mengecup wajah Alana yang merona.


"Aku senang kita hanya menghabiskan waktu di pondok ini, semakin mengeksplor style bercinta. Tanpa gangguan siapapun kita bisa bercinta sepuasnya", ucap Luca sambil menggosok punggung Alana.


"Selesai mandi aku ingin kau tidak menggunakan pakaian apapun", bisik Luca menggoda Alana sambil mengusap lembut punggung putih mulus istrinya.


Mendengar perkataan Luca membuat tubuh Alana memanas seperti di aliran listrik. Sementara wajahnya sudah memerah. Namun Alana tidak bisa menampik, ia sangat menginginkan tubuh suami nya. Lihatlah, sebentar saja di sentuh laki-laki itu sudah membuat Alana men*esah tidak karuan.


Pengalaman pertama yang membuat Alana mabuk kepayang dan ketagihan...yaitu bercinta dengan suaminya.

__ADS_1


...***...


JIKA MAU UP-NYA BANYAK BANTU BRIDESMAID DENGAN VOTE DAN KOPI YA, BIAR VIEWER NYA MENINGKAT.


__ADS_2