BRIDESMAID

BRIDESMAID
MAKIN CINTA


__ADS_3

Alana memoleskan bodylotion ke seluruh tubuhnya. Bodylotion beraroma lembut itu sangat di sukai suaminya. Menurut Luca harum tubuh Alana begitu menggoda.


Ceklek..


Luca keluar dari kamar mandi. Selepas senja Luca mengajak Alana pulang dari rumah sakit setelah Laura sadarkan diri. Karena kondisi istrinya yang sedang hamil tentu saja Luca sangat tegas dengan berbagai aturan, apalagi Alana hamil anak kembar yang selalu diingatkan oleh dokternya untuk lebih banyak beristirahat.


"Sayang baju mu sudah aku siapkan", ucap Alana saat melihat Luca keluar dari kamar mandi dengan handuk putih melilit menutupi tubuh bagian bawahnya.


"Hem"


Hanya balasan singkat yang keluar dari bibir Luca. Namun ia lebih kooperatif dalam bertindak. Sedikit bicara banyak bertindak. Tepatnya seperti itu. Ketika laki-laki itu mengecup lembut wajah Alana sambil menyelusup kan jemari tangannya kedalam gaun tidur menerawang yang dipakai Alana.


"Akh—


"Sayang...air di rambut mu masih menetes". Komplain Alana yang duduk di depan meja hias harus menahan nafasnya ketika jemari tangan Luca meremas gunung kembar miliknya yang tidak terbungkus bra.


Luca tidak menggubris komplain Alana. Mulut, lidah dan tangan Luca bekerja sama membuai tubuh Alana tegang seperti dialiri arus listrik bertegangan tinggi.


"Ah sayang". Alana men*esah sambil membalikkan tubuhnya menghadap Luca. Ia tak mau kalah dengan Luca jemari tangan menarik handuk yang menutupi tubuh bagian bawah suaminya hingga teronggok di lantai.


Sementara Luca menundukkan kepalanya menghisap kuat puncak kenikmatan Alana membuat wanita itu meloloskan suara merdu di telinga yang sangat di sukai Luca. Jemari tangan Luca mencubit puncak gunung kembar istrinya.


"Ah Luc, jangan di cubit...sakit", ujar Alana dengan suara bergetar. Sementara jemari lentiknya mengusap milik Luca. Hal yang sangat di sukai suaminya ketika Alana memainkan miliknya.

__ADS_1


Luca menarik tekuk Alana, ia mencium dengan penuh gairah bibir merah merona dihadapannya. Lidahnya memaksa masuk kedalam rongga mulut Alana. Mengigit bibir bawah istrinya. Sementara Alana menengadahkan wajahnya.


Dengan nafas yang menderu, Alana menatap lembut kedua manik abu-abu Luca. Salah satu yang membuat Alana jatuh hati pada laki-laki itu, karena bola mata yang sangat unik khas Italia. Berambut gelap tapi memiliki manik mata abu-abu.


"Ahh Lana, ayo kita bercinta", bisik Luca ditelinga istrinya dengan suara parau yang sudah diliputi gairah.


Alana menatap netra Luca dengan tatapan berkabut. "Aku tidak akan pernah bisa menolaknya, sayang. Kau terlalu menggoda untuk di lewat kan", ucap Alana sambil mengusap lembut perut sixpack suaminya yang terpampang di depan wajahnya.


Luca tersenyum. Mendapatkan sinyal baik itu, ia mencium bibir Istrinya dengan lembut. Sementara tangannya menarik tangan Alana agar berdiri. Jemari tangan Luca membuka gaun tidur seksi Alana hingga tidak ada satu benang pun yang tersisa ditubuh putih mulus itu.


Luca menundukkan kepalanya, mencium dengan lembut bibir ranum Alana. Sementara Alana melingkar kan kedua tangannya ke leher Luca. Keduanya berciuman mesra sambil berjalan pelan-pelan menuju ke pembaringan.


Luca mendudukkan tubuh istrinya di tempat tidur, kembali me*umat bibir Alana yang menantang nya.


Namun tetap di lakukan dengan lembut dan berhati-hati dalam posisi bercinta, jangan sampai membebani perut Alana yang semakin membesar itu. Sehingga keduanya sering mengekplorasi posisi bercinta yang pas selama Alana sedang hamil. Dan selama hamil, Luca lah yang harus bekerja keras dalam urusan ranjang.


Bagi Luca semakin usia kandungan Istrinya tua, semakin membuat Alana seksi. Apalagi kalau bukan karena ukuran dada yang semakin besar dari sebelum hamil.


Luca menyusuri tubuh Alana dengan mulut nya, mengulum pu*ing bergantian semakin turun ke bawah berakhir ke inti Alana. Luca membuka kedua paha Alana, sepeti biasa ia melihat pemandangan inti berwarna merah muda yang sangat bersih milik istrinya.


"Luc...jangan menatap seperti itu, tatapan mu begitu selalu membuat ku gugup", ucap Alana dengan suara men*esah hendak merapatkan kedua pahanya.


"Biarkan seperti itu, jangan ditutupi", bisik Luca sambil menyibakkan kembali ke-dua paha Alana.

__ADS_1


Luca membenamkan kepalanya diantara kedua paha itu, dan menjilati inti istrinya yang begitu menggoda.


Alana memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya merasakan lidah basah Luca bermain-main di intinya.


"Owh, sayang...hentikan", lirihnya dengan suara bergetar.


Luca tidak menggubris permintaan Alana, ia terus bermain disana.


Sementara Alana tak henti men*esah dan mengerang, merasakan tubuhnya seakan mau meledak. Ia mengangkat separuh tubuhnya dengan bertumpu pada siku tangannya. Ia melihat wajah suaminya terbenam di intinya.


Alana meremas rambut lebat Luca dengan satu tangannya. Sementara jemari tangan kirinya meremas seprai. Ia menjerit tak karuan menahan gairah yang sudah sangat membuncah.


Luca mengarahkan miliknya pada inti Alana yang sudah sangat pasrah. Keduanya bercinta dengan panas meskipun Luca melakukannya sangat lembut, tetap saja memberikan hentakan kuat dan dalam.


Tidak butuh waktu yang lama untuk Alana mendapatkan pelepasan. Selalu saja ia yang pertama mendapat kan nya. Sementara Luca masih memacu adrenalin nya hingga mencapai kli*aks bercinta malam itu.


Hingga Alana kembali mengerang saat milik nya berkedut menjepit kuat milik Luca. Yang membuat milik Luca meledak di dalam inti Alana. Luca mengeram panjang menahan miliknya di dalam Alana.


"Oh, Lana. Aku mencintaimu sayang..."


...***...


MASIH MAU UP LAGI NGGAK SIH. KOK PADA DIEM YA 🙄

__ADS_1


KALAU KOMEN SEDIKIT ITU, RASANYA AUTHOR DI KACANGIN TAUK 😪🤭😀


__ADS_2