BRIDESMAID

BRIDESMAID
PEMAKAMAN ANTOINETTE


__ADS_3

Keesokan harinya...


Langit mendung menyelimuti kota Milan mengiringi kepergian Antoinette.


Siang hari seakan sudah senja. Laura di dampingi Dante serta seluruh kerabat dan dan rekan-rekan Antoinette-Laura menghantarkan Antoinette ke peristirahatan terakhir nya. Begitupun pasangan Alana-Luca, Felipe-Valeria dan Xavi-Cyara semuanya sudah hadir sedari tadi. Yang tak nampak hanya pasangan Paolo dan istrinya karena sedang berada di kediaman mereka di spanyol.


Langit yang biasanya disinari cahaya matahari, tiba-tiba mendung tertutup awan.


Wajah-wajah tampak berduka dari semua yang hadir. Laura dengan gaun hitam dan kacamata hitam nya tidak dapat menutupi rasa sedih di wajahnya.


Ia begitu terpukul dengan kepergian Antoinette. Walaupun Laura sudah menyesali situasi mereka hingga Antoinette pergi untuk selamanya, namun perasaannya tetap saja seperti diiris-iris kepedihan.


Baginya selama ini Antoinette sangat egois dan maunya sendiri tanpa perduli kepadanya sama sekali. Tetapi kemarin Antoinette menunjukkan sayangnya untuk Laura. Ia menjadi pahlawan yang melindungi sang putri dengan cara menjerat Escobar dengan caranya sendiri. Bahkan Antoinette mempersiapkan semuanya, menghubungi polisi dan penyidik sebelum konferensi pers dilakukan.


Dan yang membuat Laura dilanda kesedihan saat mendengar mommy nya dengan tegas mengatakan ia layak untuk bahagia dengan laki-laki yang sangat mencintai nya. Kata-kata itu tengiang-ngiang di telinga Laura bahkan semalam pun tak bisa memejamkan matanya walau sesaat. Dante lah yang setia menemaninya dan menenangkan diri nya hingga fajar menyingsing barulah kedua mata Laura terpejam dan tertidur dalam dekapan hangat Dante.


Satu persatu orang-orang pergi meninggalkan Laura yang masih terduduk di depan makam Antoinette. Isak tangisnya masih terdengar.

__ADS_1


Alana yang sedang hamil besar tidak bisa lama-lama menemani Laura. Luca memintanya untuk duduk di mobil setelah tiga puluh menitan berdiri melihat pemakaman Antoinette. Sementara teman-teman mereka yang lainnya masih setia menemani Laura dan Dante.


"Laura sebaiknya kita pulang. Hari semakin gelap dan dingin, sebentar lagi pasti turun hujan", ujar Dante mengusap punggung Laura.


"Tinggalkan aku sendiri Dante, aku masih ingin menemani mommy ", lirih Laura.


Sementara Alana, sudah didalam mobil mewahnya. Alana hanya bisa menatap Laura dari kejauhan yang masih terduduk didepan makam ibunya. Sepertinya Dante sedang membujuk nya untuk bangkit dan pulang karena hari sudah semakin gelap saja.


Perempuan itu tampak begitu terpukul dengan kepergian Antoinette.


Alana tadi melihat tangisan begitu pilu dari Laura. Mungkin ia menyesali di akhir kehidupan Antoinette keduanya terpisah dan Laura sangat membencinya.


Alana menarik nafas dalam-dalam, ia menyandarkan kepalanya di jok mobil, sembari memejamkan matanya sesaat sambil mengusap lembut perutnya.


"Laura ayo kita pulang. Aku tidak mau kau menjadi sakit kehujanan di sini sayang. Kau harus mendengarkan aku", ucap Dante.


"Apa yang di katakan kekasih mu benar, nak.."

__ADS_1


Suara serak yang di kenal Laura menyadarkan nya. Laura mengangkat wajahnya menatap pemilik suara. "Papa Salvatore?"


Seakan tidak percaya kedua mata Laura beralih menatap laki-laki paruh baya yang berdiri tegak di samping Salvatore. "Daddy...", Teriak Laura seakan tidak percaya melihat ayah kandungnya datang ke Milan dari Australia.


Laura menghambur memeluk tubuh laki-laki yang sangat dirindukan nya itu. Laura menangis sesenggukan memeluk ayahnya. "Daddy aku sangat merindukanmu. Maafkan aku tidak pernah menemui mu dad. Aku senang daddy berada di dekat ku saat ini", ujar Laura terisak.


"Tenangkan diri mu sayang, daddy bisa berada secepat ini di Milan karena Dante kekasih mu yang meminta daddy untuk datang, dan ia menyiapkan semuanya", ucap Mancini tersenyum mengusap air mata Laura yang membasahi wajahnya.


Laura menatap Dante dengan mata bengkak dan merah. "Terimakasih", ucapnya dengan suara lirih.


Pandangan mata Laura beralih pada sosok lainnya. Salvatore. Laki-laki yang selalu baik kepadanya selama ini sebagai ayah pengganti tetapi selalu Laura sakiti. "Papa.."


Laura menghambur memeluk tubuh Salvatore. "Maaf kan aku dan mommy, pa. Aku selalu menyakiti mu selama kau merawat ku. Dosa ku dan mommy sangat banyak kepada papa dan Alana. Aku tak kan bisa menebusnya. Kalian semua sangat baik kepadaku selama ini tapi aku dan mommy selalu jahat pada kalian. Maaf kan mommy. Maaf kan aku, pa", ujar Laura berurai air mata.


Salvatore mengusap lembut punggung putri tirinya itu. "Lupakan masa lalu yang kelam nak, bangkit lah menyongsong hari esok. Papa sudah lama memaafkan mu dan Antoinette. Papa tahu kau anak yang baik, papa senang melihat mu seperti sekarang. Hiduplah dengan normal Laura. Mommy mu sudah tenang sekarang. Jangan menangis lagi nak. Tegar kan diri mu, hiduplah bahagia seperti Alana. Papa ingin melihat putri papa yang lainnya bahagia juga", ucap Salvatore sambil menghapus linangan air mata di wajah Laura.


Laura mengangkat wajahnya. Menatap Salvatore, Mancini dan Dante bergantian. Ia mengangguk kan kepalanya dengan yakin. "Ia aku akan selalu bahagia, bersama laki-laki yang sangat mencintai ku", jawab Laura tersenyum sambil memeluk Dante.

__ADS_1


...***...


AUTHOR KEMBALI UP MINIMAL 3 BAB, TAPI BANTU KALIAN TINGGALKAN JEJAK YA UNTUK MEMBANTU BRIDESMAID MENINGKAT POP-NYA 🙏


__ADS_2