BRIDESMAID

BRIDESMAID
ALANA PREGNANT


__ADS_3

Terlihat dokter wanita itu menarik nafasnya dalam-dalam. Ia baru saja selesai memeriksa kondisi Alana secara teliti dan menyeluruh.


Sementara Alana mulai menggerakkan tubuhnya, namun matanya masih terpejam.


"Bagaimana keadaan istri ku, apa yang terjadi?", tanya Luca menatap dokter dengan lekat.


Huhh ..


"Begini tuan, istri anda hamil. Usia kandungannya saya perkirakan enam minggu", jawab dokter yang terlihat masih muda bernama Bianca dengan raut wajah nampak serius. Ia merupakan dokter kandungan yang bertugas di hotel mewah itu.


Luca menghela nafasnya. Dan mengusap wajah nya kasar. Perasaannya begitu senang mendengar perkataan dokter.


Namun senyum bahagia Luca hilang seketika saat melihat mimik wajah dokter. "Apa masih ada lagi yang harus aku ketahui?".


"Kandungan istri anda sangat lemah. Tensi darah istri tuan rendah itulah yang menyebabkannya pingsan", ucap dokter serius.


"Apa sangat membahayakan bagi istri dan calon anakku?"


"Iya, jika tidak di tangani dengan tepat. Dampak terburuk nya janin di dalam tidak akan berkembang dengan baik dan kemungkinan akan mengalami keguguran", jawab dokter.


Huhhh...Luca kembali menghela nafas panjang sambil memijat kepalanya.

__ADS_1


"Apa yang harus saya lakukan?"


"L-Luc...?", lirih Alana pelan. Ia hendak bangun tapi cepat-cepat Luca mencegahnya. Luca duduk di tepi tempat tidur mereka sambil mengusap lembut kening Alana.


"Kau hamil Lana. Jangan bangun terburu-buru begitu. Dokter baru saja memeriksa mu. Kondisi kandungan mu lemah", ucap Luca menjelaskan seperti yang dokter sampaikan.


Alana sangat terkejut mendengarnya. Antara senang dan sedih bercampur menjadi satu saat ini di hatinya.


"Silahkan lanjutkan lagi dok, apa yang harus saya dan istri saya lakukan saat ini?", tanya Luca.


"Nona, harus bedrest. Jangan beraktivitas bekerja ringan ataupun berat. Anda harus benar-benar istirahat total dari semua rutinitas. Untuk beberapa hari ke depan nona hanya boleh berada di tempat tidur rebahan dan duduk saja, ke toilet lakukan dengan hati-hati. Karena anda mengalami Hipotensi tekanan darah rendah akut yang bisa menyebabkan janin di kandung anda tidak berkembang dengan baik. Anda juga bisa mengalami pusing tiba-tiba. Yang menyebabkan anda pingsan seperti tadi", jawab Bianca menjelaskan dengan rinci.


"Makan makanan bergizi untuk menambah darah agar normal kembali. Apa lagi usia kandungan nona masih sangat rawan kemungkinan akan mengalami mual dan muntah di pagi hari, namun tetaplah paksakan untuk makan dan minum susu", ucap Bianca sebelum pulang dan memberikan vitamin penguat kandungan yang harus di minum Alana.


Luca merebahkan tubuh Alana ke atas tempat tidur. Setelah Alana selesai membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Dan Luca dengan setia menemaninya. Alana tidak bisa membantahnya.


Luca pun duduk di samping istrinya di atas tempat tidur sambil bekerja melalui MacBook dihadapannya.


"Luc... HM...Tapi hari ini aku harus syuting. Merampungkan..." (Alana tidak melanjutkan ucapannya)


"Apa kau tidak mendengar ucapan dokter tadi. Dengan keadaan mu seperti ini kau masih memikirkan syuting Lana?", ketus Luca.

__ADS_1


"Kau tidak usah memikirkan syuting film itu lagi. Aku sudah memerintahkan Matte mengurusnya dan mencari sutradara pengganti mu. Saat ini Matte sudah menuju ke mari".


"Tapi Luc...Aku tetap ingin merampungkan film itu, setelah kondisi ku membaik nanti".


Luca menatap tajam Alana. "Kau jangan keras kepala Lana. Jika ada apa-apa dengan anak ku, aku tidak akan pernah memaafkan mu", Tegas Luca dengan ancaman.


Alana terdiam, tidak bisa berkata-kata lagi. Sejujurnya Alana pun sangat menginginkan anak, sama seperti Luca. Sebagai pengikat hubungan pernikahan mereka. Tapi pekerjaannya juga sedang sibuk-sibuknya. Alana bingung memikirkannya.


"Kau jangan banyak memikirkan pekerjaan mu, kalau kau stress akan berdampak pada kandungan mu".


"Iya Luc...", ucap Alana pelan nyaris tak terdengar.


Luca mengusap wajahnya Alana kemudian beralih ke perut istrinya yang masih rata. "Aku sangat menginginkan anak ini. Kau tidak akan bisa membayangkan bagaimana bahagianya hati ku mendengar ucapan dokter ketika mengatakan kau sedang hamil. Boy...kau harus kuat di dalam sana, daddy menyayangi mu", ucap Luca sambil mencium perut Alana.


Perasaan Alana seketika terharu. Jemari tangannya mengusap rambut Luca.


"Pengorbanan daddy sangat besar untuk mu. Daddy harus menahan diri tidak bercinta dengan mommy mu", ucap Luca sambil memindahkan bibirnya pada bibir Alana yang terbuka. "Aku tidak akan memasuki mu, tapi tetap akan bermain dengan tubuh bagian atas mu. Menurut dokter Bianca itu aman di lakukan", Ucap Luca menggoda istrinya.


Alana melingkarkan tangannya pada leher Luca. "Tapi tetap saja membuat jantung ku berpacu cepat. Itu tidak baik Luc", cicit Alana.


"Apa artinya aku benar-benar harus puasa, hem? Uhh sangat menyiksaku..."

__ADS_1


...***...


WAJIB TINGGALKAN JEJAK YA 😉 VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏


__ADS_2