BRIDESMAID

BRIDESMAID
PERTANYAAN


__ADS_3

Valeria mengalihkan pandangannya keluar jendela. Begitu masuk mobil ia lebih banyak diam dan mengalihkan perhatiannya keluar jendela.


Saat keluar toko perhiasan sebenarnya Felipe mengajak kekasihnya itu untuk makan sebelum mereka pulang, tapi Valeria tidak mau. Bahkan wajahnya di tekuk hingga sekarang.


"Vale ada apa dengan mu, hem? Kenapa kau tiba-tiba kesal begitu?"


Valeria menatap tajam Felipe, tatapannya begitu menghunus seperti ujung pedang yang runcing. Bukannya takut tetapi membuat Felipe menyukainya. "Kau semakin cantik seperti itu, aku menyukainya", ucap Felipe dengan santainya.


Tentu saja bualan Felipe membuat Valeria kesal. "Aku kesal pada mu! Siapa Erika?", ketusnya.


Felipe tersenyum mendengar pertanyaan itu akhirnya keluar juga dari mulut Valeria. "Kekasih ku. Tepatnya mantan ku", ucap Felipe dengan senyum jahilnya.


Valeria semakin menghunuskan tatapan tajamnya pada Felipe yang terlihat santai sambil jemari tangannya mengetuk setir mobil. Sementara pandangan matanya fokus pada jalanan yang luas membentang.


"Aku ingatkan pada mu Felipe, jika kau mau mundur dari pernikahan kita lakukan saja sekarang. Sebelum hari itu datang. Aku ingatkan pada mu, aku tipe wanita yang tidak mau berbagi pasangan dengan wanita manapun. Lebih baik kita batal menikah dari pada setelah menikah suamiku bermain api di belakang ku!", tegas Valeria.


Felipe menepikan mobilnya di depan taman kota. Sementara saat ini hujan deras sudah membasahi bumi.


"Kenapa kau berhenti?", tanya Valeria menatap sekitar.


"Bukankah kita harus membahas tentang Erika?"


"Siapa bilang aku ingin membahas mantan mu. Kau ini menyebalkan sekali, Felipe! Aku tidak berminat mendengar hubungan in*im kau dan mantan mu ataupun wanita mu lainnya luaran sana. Tapi saat kau menikah dengan ku, aku tegaskan aku tidak mau kau bermain-main bersama wanita manapun lagi kecuali sebatas rekan kerja".

__ADS_1


"I agree. Dan kau pun begitu, aku tidak mau melihat mu dekat dengan laki-laki manapun. Kau hanya milik ku. Milik ku!", tegas Felipe menarik tengkuk Valeria menyatukan bibirnya pada bibir Valeria.


Valeria terkejut ia menutup rapat mulutnya. Sambil memukul pundak Felipe. Tapi ciuman Felipe begitu menuntut dan memaksa hingga Valeria membuka mulutnya.


Hal yang tidak akan di sia-siakan laki-laki itu. Lidah nya menerobos masuk hingga dalam dan membelit lidah Valeria. Ciumannya cukup lama sampai membuat tubuh keduanya dialiri hawa panas.


"F-Feli, aku masih kesal pada mu", ucap Valeria pelan sambil mencengkram kemeja putih kekasih itu. Valeria menatap kedua netra biru Felipe.


Jemari tangan Felipe membingkai wajah cantik Valeria. "Apa lagi yang mengganjal di hati mu, hem? Keluarkan saja uneg-uneg mu. Aku akan memperbaikinya segera jika ada tingkah ku mengganggu mu", ucap Felipe didepan bibir Valeria. Sementara jemari-jemari tangannya mengusap lembut wajah kekasihnya itu.


Valeria menatap Felipe dengan tatapan sayu dan penuh cinta. Perasaan nya menghangat mendengar perkataan Felipe barusan. Selama mengenal Felipe laki-laki itu sangat bijak. Ia tidak pernah mendiamkan masalah hingga berlarut-larut. Itu lah salah satu yang membuat Valeria jatuh hati padanya.


"Aku cemburu pada Erika, Felipe. Ia sangat cantik dan seksi. Perasaan ku panas melihat ia memeluk mu tadi dan kau sempat melupakan keberadaan ku di samping mu. Pasti ia sangat spesial bagi mu", ucap Valeria pelan mengungkapkan perasaannya.


Felipe tersenyum mendengarnya pengakuan kekasihnya itu. Ia menarik Valeria kedalam dekapannya. "Jangan kuatir, aku tidak memiliki perasaan apapun lagi pada Erika. Ia hanya masa lalu ku saja tak lebih. Memang Erika yang memutuskan hubungan kami karena ia lebih memilih melanjutkan karier modeling nya di London. Tapi percayalah pada ku, aku bukan tipe laki-laki yang terperangkap pada hubungan masa lalu. Dan buat ku calon istri ku tetap yang terbaik, tercantik, terseksi dan terhebat", Ucap Felipe sambil mengangkat dagu Valeria dan me*umat bibirnya.


"Felipe kau membuat ku semakin takut. Kau sangat pandai merayu. Rayuan mu itu, jangan coba-coba kau berikan pada wanita lain aku tidak akan membiarkan nya", cicit Valeria bernada ancaman sambil melototkan mata indahnya pada Felipe yang tampak salah tingkah mengusap tengkuknya.


*


Valeria baru saja selesai membersihkan tubuhnya. Sekarang sudah lewat senja. Felipe baru saja pulang beberapa waktu yang lalu.


Setelah keduanya menghabiskan waktu bersama. Makan dan menikmati cemilan sore di apartemen Valeria. Sesekali bercengkrama mesra.

__ADS_1


Hingga Felipe harus pulang karena diminta ayahnya datang menemuinya di mansion orangtuanya.


Valeria hendak merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, ketika matanya menatap kotak perhiasan beludru hitam di nakas. Valeria duduk bersandar dan membuka kotak itu.


Senyuman bahagia tersungging di bibirnya. Jemari lentik nya mengusap satu persatu perhiasan yang dipastikan harga nya sangat fantastis.


Valeria mengambil cincin dan memasang di jari tangan nya. Terlihat sangat indah sekali. Valeria mengecup cincin itu. "Aku mencintaimu Felipe. Sangat mencintaimu", ucapnya sambil merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


"Aku juga mencintaimu sayang..."


Terdengar suara melalui speaker handphone milik Valeria. Cepat-cepat Valeria bangun mencari handphone miliknya.


"Oh my God", ucap gadis itu melihat layar handphone yang ternyata terhubung dengan Felipe. Sepertinya Valeria tidak sengaja menyentuh tombol handphone nya sehingga terhubung dengan Felipe. Ternyata handphone miliknya di bawah bo*ongnya.


"Sayang kau sedang apa. Kenapa layarnya gelap? Hem...apa kau merindukan kekasih mu? Aku tidak keberatan menemani mu malam ini sayang", goda Felipe tersenyum jahil.


Valeria menatap layar handphone yang terhubung dengan wajah tampan kekasihnya. Felipe terlihat sedang di kamar sudah berganti pakaian santai.


"Aku sudah mau tidur, sayang. Apa kau sudah menemui daddy? sampaikan salam ku untuk mommy dan daddy".


"Iya, sepertinya malam ini aku menginap di sini saja. Tidurlah jika kau sudah mengantuk, jangan lupa mimpi kan kekasih mu. I love you.."


"I love you too, Felipe"

__ADS_1


...***...


__ADS_2